Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pernyataan Gubernur Kaltim Dipersoalkan, Nilai Tak Tepat Bandingkan Relasi Presiden

Pernyataan Gubernur Kaltim Dipersoalkan, Nilai Tak Tepat Bandingkan Relasi Presiden

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 299
  • print Cetak

SAMARINDA – Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur yang membandingkan relasi keluarga Hasyim Djojohadikusumo dengan Presiden Prabowo Subianto menuai kritik dari kalangan legislatif daerah. Pernyataan itu dinilai tidak tepat dan berpotensi menyesatkan dalam menjawab sorotan publik terkait dugaan nepotisme di lingkungan pemerintahan daerah.

Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Partai Gerindra, Andi Muh. Atif Rayhan Harun, menyampaikan protes terbuka atas pernyataan tersebut. Ia menilai perbandingan yang disampaikan gubernur tidak relevan, terutama dalam konteks polemik hubungan keluarga dalam struktur kekuasaan di daerah.

Menurut dia, membawa nama Presiden dalam narasi tersebut merupakan bentuk distorsi logika yang tidak sejalan dengan etika publik. Ia menegaskan bahwa relasi keluarga di tingkat nasional tidak dapat dijadikan pembenaran atas kebijakan penempatan jabatan di daerah.

“Penempatan anggota keluarga dalam lingkup kekuasaan kepala daerah merupakan diskresi jabatan gubernur yang melekat dengan risiko konflik kepentingan. Itu fakta yang tidak bisa disamakan dengan relasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan nama Presiden untuk membenarkan praktik tersebut tidak etis dan berpotensi merendahkan standar kepemimpinan publik.

Polemik ini mencuat di tengah meningkatnya sorotan masyarakat terhadap isu tata kelola pemerintahan di daerah, termasuk dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Tekanan publik juga menguat setelah aksi unjuk rasa besar yang berlangsung pada 21 April lalu di Samarinda.

Dalam pernyataan sikapnya, Andi menyampaikan tiga tuntutan kepada gubernur. Pertama, menghentikan narasi yang dinilai memanipulasi opini publik dengan membawa nama Presiden. Kedua, mencabut pernyataan tersebut. Ketiga, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Presiden dan Hasyim Djojohadikusumo melalui media massa.

Ia menegaskan bahwa pernyataan gubernur telah melampaui batas dan berpotensi mencederai etika dalam pemerintahan.

“Langkah korektif dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusdi Masse Gantikan Sahroni di Komisi III

    Rusdi Masse Gantikan Sahroni di Komisi III

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 978
    • 0Komentar

    JAKARTA — Politikus Partai NasDem, Rusdi Masse Mappasessu, kini resmi menempati kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia ditunjuk menggantikan Ahmad Sahroni yang sebelumnya menduduki posisi tersebut. Penetapan dilakukan dalam rapat internal Komisi III DPR Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, (4/9/2025). Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad “Dengan ini, dalam […]

  • Subroto Ajak Warga Biasakan Konsumsi Ikan: Kunci Cegah Stunting dan Tingkatkan Gizi Keluarga

    Subroto Ajak Warga Biasakan Konsumsi Ikan: Kunci Cegah Stunting dan Tingkatkan Gizi Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mendorong masyarakat menjadikan konsumsi ikan sebagai kebiasaan harian. Ia menilai langkah sederhana itu dapat menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah kekurangan gizi dan menekan angka stunting, terutama pada ibu hamil dan anak-anak yang termasuk kelompok paling rentan. Subroto mengingatkan bahwa isu stunting kini menjadi […]

  • Pemprov Kaltim Beri Hadiah Umroh untuk Marbot, Ziarah untuk Penjaga Rumah Ibadah Non-Muslim

    Pemprov Kaltim Beri Hadiah Umroh untuk Marbot, Ziarah untuk Penjaga Rumah Ibadah Non-Muslim

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 775
    • 0Komentar

    Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan program Gratispol sebagai bentuk apresiasi kepada marbot dan penjaga rumah ibadah. Program ini memberikan kesempatan bagi ribuan pekerja sosial keagamaan untuk menunaikan ibadah umroh dan perjalanan ke tempat ibadah bagi semua agama. “Pada tahun 2025, sebanyak 691 marbot dan 189 penjaga rumah ibadah non-Muslim akan diberangkatkan, dari total […]

  • BUMK Harus Jadi Penggerak Kearifan Lokal

    BUMK Harus Jadi Penggerak Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 850
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau, Sakirman, mendorong Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk lebih kreatif dan berperan aktif dalam memajukan potensi lokal guna meningkatkan perekonomian kampung. Ia menilai BUMK sebagai lembaga usaha yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah kampung memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi di tingkat desa. “BUMK sangat penting untuk mendukung pertumbuhan […]

  • Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Petani kelapa sawit di Kabupaten Berau tidak termasuk dalam daftar penerima pupuk bersubsidi. Hal itu berlaku sejak Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Tahun 2022 diterapkan, yaitu pemerintah hanya memberikan subsidi pupuk untuk sembilan komoditas. Dari yang sebelumnya mencakup 70 komoditas, kini hanya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta beberapa komoditas hortikultura dan […]

  • Berau Masuk Wilayah Rawan Karhutla, BPBD Kaltim Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Puncak Kemarau

    Berau Masuk Wilayah Rawan Karhutla, BPBD Kaltim Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Puncak Kemarau

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Kabupaten Berau masuk dalam daftar wilayah dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Kalimantan Timur. Menjelang puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur memperkuat langkah mitigasi di sejumlah daerah yang dinilai rawan. Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Budi Purnomo mengatakan musim kemarau tahun ini belum berlangsung sepenuhnya […]

expand_less