Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, BDR di Berau Diperpanjang hingga 10 September

Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, BDR di Berau Diperpanjang hingga 10 September

  • account_circle admin
  • calendar_month 50 menit yang lalu
  • visibility 4
  • print Cetak

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau kembali memperpanjang penerapan Belajar Dari Rumah atau BDR bagi peserta didik hingga 10 September 2026. Kebijakan tersebut diambil karena kualitas udara di wilayah Berau masih berada dalam kategori tidak sehat.

Keputusan itu tertuang dalam surat Sekretariat Daerah Kabupaten Berau Nomor 800/3187/Umpeg-Disdik tertanggal 7 September 2026 tentang Belajar Dari Rumah.

Surat tersebut ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, hingga SLB negeri dan swasta se-Kabupaten Berau.

Surat ditandatangani Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Berau, M. Hendratno, atas nama Sekretaris Daerah Kabupaten Berau.

Pemkab Berau mengambil kebijakan tersebut setelah kembali memantau kondisi cuaca, perubahan prediksi titik panas kebakaran hutan dan lahan, ketebalan asap, hingga konsentrasi partikulat PM2.5.

Berdasarkan data yang dicantumkan dalam surat, konsentrasi PM2.5 terakhir berada pada angka 62,7 mikrogram per meter kubik atau µg/m³ dengan indikator tidak sehat.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penyesuaian terhadap protokol kesehatan dan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Guna menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan tanpa mengabaikan hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan, ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dialihkan dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Belajar Dari Rumah (BDR)/Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” demikian isi surat tersebut.

BDR ditetapkan berlaku mulai 8 hingga 10 September 2026. Pemkab akan melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga hari dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara di Berau.

Selama BDR, kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring, luring, maupun kombinasi keduanya. Mekanisme pembelajaran disesuaikan dengan ketersediaan sarana, akses internet, dan daya listrik peserta didik.

Pemkab menegaskan penghentian sementara pembelajaran tatap muka bukan berarti sekolah diliburkan. Guru tetap diwajibkan membimbing dan memantau kegiatan belajar peserta didik dari rumah.

Beban belajar selama masa BDR juga diminta disederhanakan dengan fokus pada literasi, numerasi, pendidikan karakter, dan kesehatan. Sekolah diminta menghindari pemberian tugas yang berlebihan kepada peserta didik maupun orang tua.

Kepala satuan pendidikan juga diminta menyusun jadwal BDR dan piket sekolah serta berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terkait teknis penyaluran program Makan Bergizi Gratis.

Di tengah kondisi udara yang belum membaik, sekolah diminta memperketat protokol kesehatan, mendata peserta didik dengan penyakit penyerta seperti asma dan alergi asap, serta segera berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan jika ditemukan gejala ISPA berat.

Sekolah juga dianjurkan menyediakan sedikitnya satu Ruang Kelas Aman Asap sebagai tempat perlindungan sementara.

Pemkab Berau mewajibkan kepala sekolah terus memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG dan Kementerian Lingkungan Hidup. Pelaksanaan BDR dan kondisi kesehatan warga sekolah selanjutnya dilaporkan secara berjenjang kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Berau. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Tenggelam Usai Lompat ke Sungai Segah, Nelayan Berau Ditemukan Tak Bernyawa

    Diduga Tenggelam Usai Lompat ke Sungai Segah, Nelayan Berau Ditemukan Tak Bernyawa

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.303
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Seorang nelayan di Kabupaten Berau berinisial JR, warga Jalan Pulau Diguna, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Sungai Segah, Kecamatan Tanjung Redeb, pada Jumat (17/10/2025) dini hari. Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau menyebutkan, peristiwa bermula saat korban bersama rekannya, S, berangkat mencari udang menggunakan perahu ketinting pada Kamis […]

  • Kolaborasi Makin Solid, Desk Ketenagakerjaan Dorong Efektivitas Penanganan Kasus

    Kolaborasi Makin Solid, Desk Ketenagakerjaan Dorong Efektivitas Penanganan Kasus

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    BERAU — Peluncuran desk ketenagakerjaan di Kabupaten Berau menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan perkara di bidang ketenagakerjaan. Kehadiran desk ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penegakan hukum melalui sinergi yang lebih terstruktur. Momentum peluncuran tersebut juga menjadi ruang konsolidasi bagi berbagai pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, guna memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam […]

  • Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 676
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Salah satu kasus di Kabupaten Berau yang saat ini ramai menjadi perbincangan adalah persetubuhan seorang ayah kandung kepada anaknya sendiri, yang terjadi di Trans Sambaliung. Mirisnya, hal itu dilakukan karena si ayah mengaku mencintai anaknya itu. Bukan cinta wajar bapak kepada anak, namun “cinta terlarang” yang sudah mengarah ke obsesi. Sehingga membuat […]

  • 26 Geosite Sangkulirang–Mangkalihat Jadi Aset Wisata Dunia; Merabu Jadi Pusat Perhatian

    26 Geosite Sangkulirang–Mangkalihat Jadi Aset Wisata Dunia; Merabu Jadi Pusat Perhatian

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kalimantan Timur kini berada selangkah lebih dekat menuju kehadiran taman bumi (geopark) pertama di wilayahnya. Hal ini menindaklanjuti Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2024 yang menetapkan 26 area karst sebagai situs warisan geologi (geosite) di kawasan Sangkulirang–Mangkalihat. Kawasan karst raksasa ini memiliki luas sekitar 1.867.676 hektare, menjadikannya ekosistem […]

  • Si Jago Merah Lahap Rumah Warga di Biatan, Satu Balita Meninggal Dunia

    Si Jago Merah Lahap Rumah Warga di Biatan, Satu Balita Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    BERAU – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Rabu (24/6/2026) sore. Dalam peristiwa tersebut, seorang balita berusia 2 tahun 8 bulan dilaporkan meninggal dunia. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.30 Wita dari Pos Polisi Kecamatan Biatan. […]

  • Soroti Ketimpangan Pendidikan, Komisi III DPRD Berau Desak Pemerataan Layanan Sekolah di Desa

    Soroti Ketimpangan Pendidikan, Komisi III DPRD Berau Desak Pemerataan Layanan Sekolah di Desa

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Oktavia, kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap sektor pendidikan di Bumi Batiwakkal. Oktavia menyoroti kondisi pendidikan di wilayah perkampungan yang masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah, baik dari segi fasilitas bangunan maupun pengadaan sumber daya manusia (SDM). Oktavia menyampaikan, meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di […]

expand_less