Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 343
  • print Cetak

BERAU – Upacara Pembukaan Perkemahan Orientasi diikuti oleh 700 peserta yang terdiri dari Siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, pada Jumat (7/8/2026) Perkemahan Orientasi Gugus Depan (Gudep) Mulawarman yang berlangsung selama dua hari satu malam.

Kegiatan yang dikenal dengan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) tersebut menjadi agenda tahunan sekolah untuk menyambut anggota baru ekstrakurikuler Pramuka.

Melalui kegiatan di alam terbuka, peserta tidak hanya diperkenalkan pada dunia kepramukaan, tetapi juga dibekali pengalaman yang bertujuan membentuk karakter, melatih kemandirian, hingga kemampuan berpikir kritis.

Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Muhammad Sair Abdullah, mengatakan orientasi tersebut hanya diikuti peserta didik yang memilih bergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka.

“Jumlah peserta yang mengikuti orientasi tahun ini sekitar 90 orang. Karena yang diikutkan hanya siswa-siswi yang bergabung di ekstrakurikuler Pramuka, bukan seluruh siswa baru,” ujarnya, Jumat (07/08/2026).

Menurutnya, sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka, Pramuka tidak lagi menjadi kegiatan wajib sehingga jumlah peserta yang mengikuti orientasi setiap tahun cenderung stabil sesuai minat siswa.

“Dulu saat masih Kurikulum 2013, Pramuka wajib diikuti seluruh siswa. Setelah Kurikulum Merdeka berjalan sekitar tiga tahun, Pramuka menjadi pilihan, sehingga yang bergabung memang mereka yang benar-benar memiliki minat,” jelasnya.

Sair menuturkan, nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut adalah disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, dan kemandirian.

“Yang pertama tentu karakter, terutama disiplin dan tanggung jawab. Kemudian kami ingin mereka menjadi pribadi yang kreatif, mampu berkolaborasi dalam regu maupun kelompok yang lebih besar, serta memiliki jiwa sosial yang baik,” ungkapnya.

Selama mengikuti perkemahan, peserta menjalani berbagai aktivitas yang menuntut mereka lebih mandiri. Mulai dari mendirikan tenda, mengatur perlengkapan, memasak makanan, hingga mengelola waktu tanpa bergantung kepada orang tua.

“Biasanya mereka tidur di kamar dengan AC atau kipas angin, malam ini mereka tidur di tenda. Biasanya makan sudah disiapkan orang tua, sekarang mereka harus memasak sendiri. Kalau tidak memasak, ya tidak makan. Dari situ rasa tanggung jawab, gotong royong, dan kemandirian mereka akan terbentuk,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai tantangan yang muncul selama kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana melatih kemampuan berpikir kritis peserta.

“Misalnya saat memasak, ternyata gas habis atau kayu bakarnya basah karena hujan. Mereka harus berpikir bagaimana tetap bisa memasak. Hal-hal sederhana seperti itu melatih kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi,” jelasnya.

Perkemahan diawali dengan upacara pembukaan di lapangan sekolah yang diikuti seluruh peserta dan pembina. Selama dua hari pelaksanaan, siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, pemasangan tenda, pengenalan Gugus Depan Mulawarman, permainan edukatif, materi kepramukaan, pentas seni, diskusi kelompok, belajar di alam terbuka, senam pagi, Operasi Semut, hingga upacara penutupan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tradisi api unggun tidak dilaksanakan. Keputusan itu diambil karena sekolah tengah mengikuti penilaian Adiwiyata Nasional yang mendorong pengurangan aktivitas pembakaran terbuka.

“Api unggun akhirnya tidak dilaksanakan. Sebagai gantinya, panitia menyiapkan kegiatan lain berupa diskusi kelompok. Peserta diajak membahas berbagai persoalan dan mencari solusi bersama,” kata Sair.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari alumni Pramuka SMP Negeri 3 Tanjung Redeb yang pernah aktif mengikuti berbagai perlombaan. Meski telah lulus dan sebagian sudah bekerja, mereka tetap meluangkan waktu untuk membantu jalannya perkemahan.

“Mereka sudah lulus bahkan sudah bekerja, tetapi masih meluangkan waktu untuk membantu kegiatan ini. Itu menunjukkan bahwa jiwa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap Pramuka masih tertanam,” ujarnya.

Sebagai Ketua Mabigus sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Sair menegaskan sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, baik dari sisi kebijakan maupun pendanaan melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau pimpinan sekolah tidak mendukung, mungkin kegiatan seperti ini dianggap hanya membuang waktu. Padahal manfaatnya sangat besar untuk pembentukan karakter. Karena itu sekolah memberikan izin penuh dan membantu pendanaan melalui anggaran BOS sesuai ketentuan yang berlaku. Jika masih ada kebutuhan lain yang belum terakomodasi, kami juga berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin,” katanya.

Untuk mendukung proses pembelajaran kemandirian, sekolah bersama para pembina juga membatasi akses orang tua ke area perkemahan. Orang tua hanya diperbolehkan mengantar hingga di luar lokasi kegiatan.

“Orang tua tetap boleh datang, tetapi hanya sampai di luar area perkemahan. Kami ingin anak-anak benar-benar belajar mandiri selama mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Melalui Perkemahan Orientasi Gudep tersebut, pihak sekolah berharap para peserta tidak hanya mengenal kepramukaan, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang membentuk karakter positif sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, selama dua hari mereka mengisi waktu dengan kegiatan positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Yang paling penting, karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan berpikir kritis mulai terbentuk. Selain itu, mereka tetap dibimbing menjalankan ibadah, karena tujuan utama pendidikan adalah membentuk iman dan takwa,” tutup Muhammad Sair Abdullah. (*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek BUMA Site Lati Tamat 2026, Berau Bersiap Hadapi Gelombang PHK

    Proyek BUMA Site Lati Tamat 2026, Berau Bersiap Hadapi Gelombang PHK

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    BERAU – Satu per satu era kejayaan tambang batu bara di Berau mulai mendekati garis akhir. Setelah 22 tahun menjadi tulang punggung operasi di wilayah Berau Coal Site Lati, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) bersiap menutup proyeknya pada 2026. Ribuan pekerja diperkirakan akan ikut terseret arus penutupan ini, bersama denyut ekonomi yang selama ini […]

  • Disdik Berau Kombinasikan BOSP dan Tamsil untuk Amankan Gaji Guru Honorer

    Disdik Berau Kombinasikan BOSP dan Tamsil untuk Amankan Gaji Guru Honorer

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau menyiapkan skema alternatif untuk menjamin pembayaran gaji guru non-ASN, khususnya mereka yang memiliki masa kerja di bawah dua tahun. Langkah ini ditempuh setelah perubahan kebijakan yang membuat pembayaran langsung dari anggaran daerah tidak lagi dimungkinkan. Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Disdik Berau, Mustaring, mengatakan persoalan […]

  • Baturunan Parau: Simbol Gotong Royong

    Baturunan Parau: Simbol Gotong Royong

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Gunung Tabur – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-71 Kabupaten Berau dan ke-214 Kota Tanjung Redeb, Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Kesultanan Gunung Tabur menggelar prosesi Baturunan Parau pada Senin (16/9/2024) di Museum Kesultanan Gunung Tabur. Prosesi Baturunan Parau, atau menurunkan perahu, merupakan bagian integral dari adat dan […]

  • Ketua Dewan Adat Pangeran Hadiningrat Turut Serta Dukung Paslon SraGam pada Debat Publik Ahir

    Ketua Dewan Adat Pangeran Hadiningrat Turut Serta Dukung Paslon SraGam pada Debat Publik Ahir

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Jakarta — Ketua Dewan Adat Pangeran Hadiningrat, atau disapa Pangeran Hadi turut mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Gamalis. Terlihat para tokoh Kesultanan Kabupaten Berau berada di tribun pendukung paslon nomor urut 2. Debat publik terakhir calon bupati dan wakil bupati Berau untuk Pilkada 2024, yang disiarkan langsung oleh […]

  • Sri Juniarsih Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah

    Sri Juniarsih Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi volume sampah sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Menurut Sri Juniarsih, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang […]

  • Pemkab Berau Perkuat Pelayanan Publik dengan MoU Bersama Ombudsman RI

    Pemkab Berau Perkuat Pelayanan Publik dengan MoU Bersama Ombudsman RI

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Jakarta — Dalam upaya sinergi peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Berau melakukan kerjasama dengan Ombudsman Republik Indonesia. Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) dilakukan Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, di Gedung Ombudsman RI di Jakarta, Selasa (3/9/2024). Dari Kalimantan Timur, Penandatanganan MoU ini dilaksanakan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Paser, […]

expand_less