Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 310
  • print Cetak

BERAU – Upacara Pembukaan Perkemahan Orientasi diikuti oleh 700 peserta yang terdiri dari Siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, pada Jumat (7/8/2026) Perkemahan Orientasi Gugus Depan (Gudep) Mulawarman yang berlangsung selama dua hari satu malam.

Kegiatan yang dikenal dengan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) tersebut menjadi agenda tahunan sekolah untuk menyambut anggota baru ekstrakurikuler Pramuka.

Melalui kegiatan di alam terbuka, peserta tidak hanya diperkenalkan pada dunia kepramukaan, tetapi juga dibekali pengalaman yang bertujuan membentuk karakter, melatih kemandirian, hingga kemampuan berpikir kritis.

Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Muhammad Sair Abdullah, mengatakan orientasi tersebut hanya diikuti peserta didik yang memilih bergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka.

“Jumlah peserta yang mengikuti orientasi tahun ini sekitar 90 orang. Karena yang diikutkan hanya siswa-siswi yang bergabung di ekstrakurikuler Pramuka, bukan seluruh siswa baru,” ujarnya, Jumat (07/08/2026).

Menurutnya, sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka, Pramuka tidak lagi menjadi kegiatan wajib sehingga jumlah peserta yang mengikuti orientasi setiap tahun cenderung stabil sesuai minat siswa.

“Dulu saat masih Kurikulum 2013, Pramuka wajib diikuti seluruh siswa. Setelah Kurikulum Merdeka berjalan sekitar tiga tahun, Pramuka menjadi pilihan, sehingga yang bergabung memang mereka yang benar-benar memiliki minat,” jelasnya.

Sair menuturkan, nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut adalah disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, dan kemandirian.

“Yang pertama tentu karakter, terutama disiplin dan tanggung jawab. Kemudian kami ingin mereka menjadi pribadi yang kreatif, mampu berkolaborasi dalam regu maupun kelompok yang lebih besar, serta memiliki jiwa sosial yang baik,” ungkapnya.

Selama mengikuti perkemahan, peserta menjalani berbagai aktivitas yang menuntut mereka lebih mandiri. Mulai dari mendirikan tenda, mengatur perlengkapan, memasak makanan, hingga mengelola waktu tanpa bergantung kepada orang tua.

“Biasanya mereka tidur di kamar dengan AC atau kipas angin, malam ini mereka tidur di tenda. Biasanya makan sudah disiapkan orang tua, sekarang mereka harus memasak sendiri. Kalau tidak memasak, ya tidak makan. Dari situ rasa tanggung jawab, gotong royong, dan kemandirian mereka akan terbentuk,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai tantangan yang muncul selama kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana melatih kemampuan berpikir kritis peserta.

“Misalnya saat memasak, ternyata gas habis atau kayu bakarnya basah karena hujan. Mereka harus berpikir bagaimana tetap bisa memasak. Hal-hal sederhana seperti itu melatih kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi,” jelasnya.

Perkemahan diawali dengan upacara pembukaan di lapangan sekolah yang diikuti seluruh peserta dan pembina. Selama dua hari pelaksanaan, siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, pemasangan tenda, pengenalan Gugus Depan Mulawarman, permainan edukatif, materi kepramukaan, pentas seni, diskusi kelompok, belajar di alam terbuka, senam pagi, Operasi Semut, hingga upacara penutupan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tradisi api unggun tidak dilaksanakan. Keputusan itu diambil karena sekolah tengah mengikuti penilaian Adiwiyata Nasional yang mendorong pengurangan aktivitas pembakaran terbuka.

“Api unggun akhirnya tidak dilaksanakan. Sebagai gantinya, panitia menyiapkan kegiatan lain berupa diskusi kelompok. Peserta diajak membahas berbagai persoalan dan mencari solusi bersama,” kata Sair.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari alumni Pramuka SMP Negeri 3 Tanjung Redeb yang pernah aktif mengikuti berbagai perlombaan. Meski telah lulus dan sebagian sudah bekerja, mereka tetap meluangkan waktu untuk membantu jalannya perkemahan.

“Mereka sudah lulus bahkan sudah bekerja, tetapi masih meluangkan waktu untuk membantu kegiatan ini. Itu menunjukkan bahwa jiwa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap Pramuka masih tertanam,” ujarnya.

Sebagai Ketua Mabigus sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Sair menegaskan sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, baik dari sisi kebijakan maupun pendanaan melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau pimpinan sekolah tidak mendukung, mungkin kegiatan seperti ini dianggap hanya membuang waktu. Padahal manfaatnya sangat besar untuk pembentukan karakter. Karena itu sekolah memberikan izin penuh dan membantu pendanaan melalui anggaran BOS sesuai ketentuan yang berlaku. Jika masih ada kebutuhan lain yang belum terakomodasi, kami juga berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin,” katanya.

Untuk mendukung proses pembelajaran kemandirian, sekolah bersama para pembina juga membatasi akses orang tua ke area perkemahan. Orang tua hanya diperbolehkan mengantar hingga di luar lokasi kegiatan.

“Orang tua tetap boleh datang, tetapi hanya sampai di luar area perkemahan. Kami ingin anak-anak benar-benar belajar mandiri selama mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Melalui Perkemahan Orientasi Gudep tersebut, pihak sekolah berharap para peserta tidak hanya mengenal kepramukaan, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang membentuk karakter positif sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, selama dua hari mereka mengisi waktu dengan kegiatan positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Yang paling penting, karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan berpikir kritis mulai terbentuk. Selain itu, mereka tetap dibimbing menjalankan ibadah, karena tujuan utama pendidikan adalah membentuk iman dan takwa,” tutup Muhammad Sair Abdullah. (*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Minta Lahan Menganggur Segera Dioptimalkan Sumadi Dorong Percepatan Produksi Pangan untuk Kemandirian Daerah

    DPRD Berau Minta Lahan Menganggur Segera Dioptimalkan Sumadi Dorong Percepatan Produksi Pangan untuk Kemandirian Daerah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan perlunya percepatan pemanfaatan lahan-lahan menganggur sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, potensi pertanian di Berau masih besar namun belum terkelola maksimal sehingga pemerintah perlu memberikan perhatian lebih serius. “Ada banyak lahan yang sebenarnya bisa produktif, hanya belum digarap dengan optimal,” kata Sumadi. Ia mendorong […]

  • Verifikasi Bantuan Kebakaran Teluk Bayur Berlanjut, Dinsos Pastikan Sesuai Prosedur

    Verifikasi Bantuan Kebakaran Teluk Bayur Berlanjut, Dinsos Pastikan Sesuai Prosedur

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Hingga kini, Dinas Sosial (Dinsos) Berau masih memverifikasi jumlah bantuan materiil yang akan diberikan kepada korban kebakaran di Sungai Kuyang Kecamatan Teluk Bayur beberapa waktu lalu. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kadinsos Berau Iswahyudi menjelaskan jika jumlah bantuan diberikan nantinya mengikuti aturan yang sudah ada, yakni bantuan khusus untuk bencana. “Ada yang namanya […]

  • Musycab XII IMM Berau: Deklarasi Pilkada Damai untuk Demokrasi Bermartabat

    Musycab XII IMM Berau: Deklarasi Pilkada Damai untuk Demokrasi Bermartabat

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Musyawarah Cabang (Musycab) XII Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) di Universitas Muhammadiyah Berau dimeriahkan dengan deklarasi Pilkada Damai 2024. Acara deklarasi ini berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Berau pada Sabtu, 24 Agustus 2024. Ketua PC IMM Berau, Taufik, dalam wawancara singkatnya menjelaskan bahwa deklarasi tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana yang […]

  • Numpang Tinggal di Rumah Teman, Pria Ini Malah Gasak Motor dan Kabur

    Numpang Tinggal di Rumah Teman, Pria Ini Malah Gasak Motor dan Kabur

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Batu Putih — Unit Reserse Kriminal Polsek Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menangkap seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor milik rekannya sendiri. Pelaku diamankan pada Rabu, 4 Maret 2026, setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan korban. Kapolsek Talisayan AKP Rakhmad Wiwit Diantomenyatakan pencurian terjadi pada Senin, 2 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 Wita di […]

  • Polda Kaltim dan KPU Deklarasikan Pilkada Damai 2024

    Polda Kaltim dan KPU Deklarasikan Pilkada Damai 2024

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Balikpapan – Polda Kalimantan Timur bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim menggelar Deklarasi Damai Pilkada Serentak 2024, Selasa (24/9/2024). Acara yang dipusatkan di BSCC Dome ini dihadiri oleh pasangan calon (paslon) yang akan bertarung dalam pemilihan gubernur, walikota, dan bupati di Kaltim, serta jajaran KPU dan Bawaslu se-Kaltim. Ketua KPU RI, Mochammad Afifudin, dalam sambutannya, […]

  • Pemprov Kaltim Kucurkan Rp25 Miliar untuk Renovasi Rumah Jabatan, Klaim Transparan dan Sesuai Aturan

    Pemprov Kaltim Kucurkan Rp25 Miliar untuk Renovasi Rumah Jabatan, Klaim Transparan dan Sesuai Aturan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur. Kebijakan ini menuai perhatian publik karena nilainya yang dinilai cukup besar. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengatakan renovasi dilakukan karena kondisi bangunan yang sudah lama tidak ditempati dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. “Rumah jabatan ini sudah puluhan […]

expand_less