Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 295
  • print Cetak

BERAU – Upacara Pembukaan Perkemahan Orientasi diikuti oleh 700 peserta yang terdiri dari Siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, pada Jumat (7/8/2026) Perkemahan Orientasi Gugus Depan (Gudep) Mulawarman yang berlangsung selama dua hari satu malam.

Kegiatan yang dikenal dengan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) tersebut menjadi agenda tahunan sekolah untuk menyambut anggota baru ekstrakurikuler Pramuka.

Melalui kegiatan di alam terbuka, peserta tidak hanya diperkenalkan pada dunia kepramukaan, tetapi juga dibekali pengalaman yang bertujuan membentuk karakter, melatih kemandirian, hingga kemampuan berpikir kritis.

Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Muhammad Sair Abdullah, mengatakan orientasi tersebut hanya diikuti peserta didik yang memilih bergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka.

“Jumlah peserta yang mengikuti orientasi tahun ini sekitar 90 orang. Karena yang diikutkan hanya siswa-siswi yang bergabung di ekstrakurikuler Pramuka, bukan seluruh siswa baru,” ujarnya, Jumat (07/08/2026).

Menurutnya, sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka, Pramuka tidak lagi menjadi kegiatan wajib sehingga jumlah peserta yang mengikuti orientasi setiap tahun cenderung stabil sesuai minat siswa.

“Dulu saat masih Kurikulum 2013, Pramuka wajib diikuti seluruh siswa. Setelah Kurikulum Merdeka berjalan sekitar tiga tahun, Pramuka menjadi pilihan, sehingga yang bergabung memang mereka yang benar-benar memiliki minat,” jelasnya.

Sair menuturkan, nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut adalah disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, dan kemandirian.

“Yang pertama tentu karakter, terutama disiplin dan tanggung jawab. Kemudian kami ingin mereka menjadi pribadi yang kreatif, mampu berkolaborasi dalam regu maupun kelompok yang lebih besar, serta memiliki jiwa sosial yang baik,” ungkapnya.

Selama mengikuti perkemahan, peserta menjalani berbagai aktivitas yang menuntut mereka lebih mandiri. Mulai dari mendirikan tenda, mengatur perlengkapan, memasak makanan, hingga mengelola waktu tanpa bergantung kepada orang tua.

“Biasanya mereka tidur di kamar dengan AC atau kipas angin, malam ini mereka tidur di tenda. Biasanya makan sudah disiapkan orang tua, sekarang mereka harus memasak sendiri. Kalau tidak memasak, ya tidak makan. Dari situ rasa tanggung jawab, gotong royong, dan kemandirian mereka akan terbentuk,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai tantangan yang muncul selama kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana melatih kemampuan berpikir kritis peserta.

“Misalnya saat memasak, ternyata gas habis atau kayu bakarnya basah karena hujan. Mereka harus berpikir bagaimana tetap bisa memasak. Hal-hal sederhana seperti itu melatih kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi,” jelasnya.

Perkemahan diawali dengan upacara pembukaan di lapangan sekolah yang diikuti seluruh peserta dan pembina. Selama dua hari pelaksanaan, siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, pemasangan tenda, pengenalan Gugus Depan Mulawarman, permainan edukatif, materi kepramukaan, pentas seni, diskusi kelompok, belajar di alam terbuka, senam pagi, Operasi Semut, hingga upacara penutupan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tradisi api unggun tidak dilaksanakan. Keputusan itu diambil karena sekolah tengah mengikuti penilaian Adiwiyata Nasional yang mendorong pengurangan aktivitas pembakaran terbuka.

“Api unggun akhirnya tidak dilaksanakan. Sebagai gantinya, panitia menyiapkan kegiatan lain berupa diskusi kelompok. Peserta diajak membahas berbagai persoalan dan mencari solusi bersama,” kata Sair.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari alumni Pramuka SMP Negeri 3 Tanjung Redeb yang pernah aktif mengikuti berbagai perlombaan. Meski telah lulus dan sebagian sudah bekerja, mereka tetap meluangkan waktu untuk membantu jalannya perkemahan.

“Mereka sudah lulus bahkan sudah bekerja, tetapi masih meluangkan waktu untuk membantu kegiatan ini. Itu menunjukkan bahwa jiwa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap Pramuka masih tertanam,” ujarnya.

Sebagai Ketua Mabigus sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Sair menegaskan sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, baik dari sisi kebijakan maupun pendanaan melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau pimpinan sekolah tidak mendukung, mungkin kegiatan seperti ini dianggap hanya membuang waktu. Padahal manfaatnya sangat besar untuk pembentukan karakter. Karena itu sekolah memberikan izin penuh dan membantu pendanaan melalui anggaran BOS sesuai ketentuan yang berlaku. Jika masih ada kebutuhan lain yang belum terakomodasi, kami juga berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin,” katanya.

Untuk mendukung proses pembelajaran kemandirian, sekolah bersama para pembina juga membatasi akses orang tua ke area perkemahan. Orang tua hanya diperbolehkan mengantar hingga di luar lokasi kegiatan.

“Orang tua tetap boleh datang, tetapi hanya sampai di luar area perkemahan. Kami ingin anak-anak benar-benar belajar mandiri selama mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Melalui Perkemahan Orientasi Gudep tersebut, pihak sekolah berharap para peserta tidak hanya mengenal kepramukaan, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang membentuk karakter positif sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, selama dua hari mereka mengisi waktu dengan kegiatan positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Yang paling penting, karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan berpikir kritis mulai terbentuk. Selain itu, mereka tetap dibimbing menjalankan ibadah, karena tujuan utama pendidikan adalah membentuk iman dan takwa,” tutup Muhammad Sair Abdullah. (*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berau Terapkan Skema 80-20, Tambak Udang Windu Ramah Lingkungan di Pegat Betumbuk

    Berau Terapkan Skema 80-20, Tambak Udang Windu Ramah Lingkungan di Pegat Betumbuk

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.226
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, konsep budidaya udang windu ramah lingkungankini tengah digagas di Kampung Pegat Betumbuk, Kecamatan Pulau Derawan. Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Berau, Maulidiyah, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang dengan mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan. Dalam […]

  • Berau Targetkan Tambahan 2.000 Hektare Sawah, Lahan Baku Saat Ini 2.365 Hektare

    Berau Targetkan Tambahan 2.000 Hektare Sawah, Lahan Baku Saat Ini 2.365 Hektare

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    GUNUNG TABUR – Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan penambahan areal persawahan melalui Program Cetak Sawah seluas 2.000 hektare pada 2026. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperbesar luas lahan baku sawah sekaligus meningkatkan produksi padi di daerah. Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, luas lahan baku sawah di Kabupaten Berau saat ini mencapai 2.365 hektare. Dengan tambahan program cetak […]

  • Sujarwo: UMKM Kampung Dinilai Mampu Perluas Kesempatan Kerja di Berau

    Sujarwo: UMKM Kampung Dinilai Mampu Perluas Kesempatan Kerja di Berau

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 327
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat kampung dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat di Kabupaten Berau. Pengembangan usaha berbasis masyarakat tersebut juga diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah. Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo, mengatakan pemerintah kampung memiliki peran […]

  • Penyakit Asma dan Maag Sebabkan Beberapa Peserta Jumbara Perlu Perawatan

    Penyakit Asma dan Maag Sebabkan Beberapa Peserta Jumbara Perlu Perawatan

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ketua PMI Berau, Fitrial Noor membantah maraknya informasi yang beredar, bahwa telah terjadi keracunan makanan terhadap sejumlah peserta kemah Jumbara yang ada di Stadion Mini Teluk Bayur. Fitrial Noor menjelaskan, sekira pukul 20.00 WITA malam tadi, hujan deras disertai angin kencang melanda bumi perkemahan. Tak ayal, membuat tenda-tenda peserta yang terpasang porak […]

  • Kendala Bertumpuk di Damkar Berau, dari Gangguan Layanan Darurat hingga Minim Pelatihan Personel

    Kendala Bertumpuk di Damkar Berau, dari Gangguan Layanan Darurat hingga Minim Pelatihan Personel

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring bertambahnya tugas pelayanan kepada masyarakat. Selain menangani kebakaran, petugas kini juga kerap menjalankan operasi penyelamatan non-kebakaran, mulai dari evakuasi ular hingga penanganan buaya yang masuk ke kawasan permukiman. Di tengah meningkatnya tuntutan tersebut, Disdamkarmat Berau masih dihadapkan pada sejumlah kendala […]

  • Penumpang Bandara Sepinggan Merosot, Tiket Balikpapan-Jakarta Tembus Rp2 Juta

    Penumpang Bandara Sepinggan Merosot, Tiket Balikpapan-Jakarta Tembus Rp2 Juta

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Pergerakan penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan sepanjang 2026. Jika sebelumnya jumlah penumpang harian mencapai 14.000 hingga 15.000 orang, kini berada pada kisaran 9.000 hingga 11.000 penumpang per hari. General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan salah satu penyebab utama penurunan tersebut adalah […]

expand_less