Seni Mamanda Jadi Ruang Kreativitas dan Kritik Sosial di Eka Sapta
- account_circle admin
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 55
- print Cetak

BERAU – Potensi seni dan budaya masyarakat pesisir di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, terus didorong untuk berkembang melalui kegiatan Workshop dan Pergelaran Seni Mamanda. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan BPK Wilayah XIV Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Tahun 2026.
Workshop Seni Mamanda akan digelar pada 14–15 September 2026 di Gedung Serbaguna Kampung Eka Sapta, Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Desa Abdul Malik, dan dihadiri oleh Ketua RT 01 Anang Santoso. Kegiatan ini mengusung semangat “Belajar, Berkarya, dan Melestarikan Budaya Pesisir”, dengan melibatkan generasi muda serta sejumlah sekolah sebagai mitra kolaborasi.
Seni Mamanda dipilih karena memiliki karakter sebagai teater tradisional yang mengandalkan spontanitas, dialog, humor, serta pesan moral. Selain menjadi sarana hiburan, Mamanda juga dinilai dapat menjadi media untuk menyampaikan kritik sosial sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Surya Darma dipercaya sebagai penulis naskah sekaligus pemateri workshop. Sementara Karyani Tri Tialani tercatat sebagai penerima perorangan bantuan pemerintah dalam program fasilitasi pemajuan kebudayaan tersebut.
Melalui workshop dan pertunjukan, kegiatan ini diarahkan untuk mengintegrasikan literasi dramatik dengan kreativitas lokal serta panggung seni. Harapannya, lahir generasi muda yang mampu menjaga dan mengembangkan budaya lokal tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi.
Selain workshop, Pergelaran Seni Mamanda dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2026 di Kampung Eka Sapta. Pergelaran tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal kembali seni tradisional Mamanda yang sarat dengan nilai pendidikan, moral, dan kebersamaan.
Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah mitra kolaborasi, di antaranya Pemuda Eka Sapta, SMAN 11 Berau, SMAN 3 Berau, SMAN 14 Berau, SMAN 10 Berau, SMAN 13 Berau, serta SMKN 8 Berau.
Melalui kolaborasi tersebut, Seni Mamanda diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang dipertahankan, tetapi juga berkembang menjadi ruang kreativitas yang relevan bagi generasi masa kini. Dari Eka Sapta, seni tradisional diharapkan kembali memancarkan potensinya sebagai bagian dari identitas budaya pesisir Berau. (*afn)
- Penulis: admin
