Antisipasi Lonjakan Harga, Sri Juniarsih Dorong Warga Berau Mandiri Tanam Cabai di Pekarangan
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mengklaim tekanan inflasi di wilayahnya hingga Mei 2026 masih dalam batas aman, terutama untuk kelompok pangan. Meski begitu, berbagai langkah antisipasi tetap digelar, mulai dari pengamanan stok bahan pokok hingga mendorong produksi pertanian warga.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menuturkan, posisi inflasi di daerahnya relatif lebih terkendali jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten dan kota lain. Namun ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah.
“Jadi Berau itu selalu berada di tengah-tengah. Ya, tapi kita tetap harus waspada untuk mengurangi inflasi,” ujarnya pada Kamis (14/05/2026).
Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah menjaga ketersediaan beras. Cadangan beras di gudang Bulog disebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Sri Juniarsih, stok yang tersimpan tahun ini mencapai sekitar 100 ton.
“Ini beras yang tersedia di Bulog itu ada sekitar 100 ton untuk tahun ini,” katanya.
Sejalan dengan pengamanan stok, Pemkab Berau juga menggeber penguatan sektor hulu melalui program tanam di berbagai wilayah. Untuk periode Mei hingga Juli 2026, lahan yang disiapkan untuk ditanami diperkirakan mencapai 2.000 hektare.
“Untuk bulan Mei dan bulan Juli 2026 itu sekitar 2.000 hektare,” jelasnya.
Tak hanya beras, komoditas jagung ikut dipastikan aman. Pemerintah menyebut ketersediaan jagung saat ini berada di kisaran 1.000 ton. Di sisi lain, dukungan dari pemerintah pusat juga mengalir untuk komoditas hortikultura, terutama cabai.
“Kemudian untuk jagung sendiri, kita sudah standby di sini 1.000 ton. Kemudian untuk bantuan dari Kementerian Pertanian kepada Berau itu ada sekitar 5 hektare cabai,” ungkap Sri Juniarsih.
Ia menambahkan, pengembangan tanaman cabai juga dilakukan di wilayah Talisayan. Pemerintah daerah mendorong pola kemandirian pangan rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai, melalui koordinasi kecamatan, kepala kampung, dan dinas terkait.
“Tentu juga, kami juga menyarankan mungkin bisa lewat kecamatan dan kepala kampung, dinas yang terkait untuk mandiri menanam cabai di rumah. Karena paling tidak itu untuk kebutuhan rumah tangga,” tutupnya. (tnr/adv)
- Penulis: admin

