Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Produksi Metanol Dalam Negeri Belum Memadai, KMI Dorong Investasi untuk Mendukung B50 dan B60

Produksi Metanol Dalam Negeri Belum Memadai, KMI Dorong Investasi untuk Mendukung B50 dan B60

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 16
  • print Cetak

Samarinda — Rencana penerapan biodiesel B50 dan pengembangan B60 pada 2027 dinilai membutuhkan kesiapan industri yang lebih kuat. Selain kapasitas produksi biodiesel, ketersediaan metanol dan infrastruktur distribusi menjadi tantangan yang perlu diantisipasi agar peningkatan campuran bahan bakar tidak memicu kesenjangan pasokan maupun kenaikan biaya produksi.

Associate Director/Corporate Services General Manager PT Kaltim Methanol Industri (KMI), Digna Jatiningsih, menilai keberhasilan program biodiesel tidak hanya bergantung pada kebijakan peningkatan persentase campuran, tetapi juga kesiapan rantai pasok bahan baku dari hulu hingga hilir.

Digna menjelaskan, kapasitas produksi metanol PT KMI mencapai 660.000 ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan metanol nasional untuk mendukung B50 diperkirakan mencapai 2,5 juta ton per tahun.

Di sisi lain, sekitar 80 persen kebutuhan metanol Indonesia masih dipenuhi melalui impor.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara kebutuhan nasional dan kapasitas produksi dalam negeri yang perlu diperhitungkan seiring pengembangan program biodiesel.

Menurut Digna, peningkatan campuran biodiesel perlu diikuti kesiapan pasokan bahan baku, kapasitas produksi, serta fasilitas penyimpanan dan distribusi agar kebutuhan industri dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Peningkatan campuran biodiesel perlu diimbangi kesiapan seluruh rantai pasok, mulai dari ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi hingga infrastruktur penyimpanan dan distribusi,” demikian inti pandangan Digna mengenai kesiapan industri menghadapi pengembangan B50 dan B60.

Kebutuhan Metanol Meningkat, Investasi Industri Diperlukan

Kebutuhan metanol untuk mendukung program biodiesel menjadi salah satu aspek penting yang perlu diantisipasi. Jika permintaan meningkat tanpa diikuti penambahan kapasitas produksi domestik, ketergantungan terhadap impor berpotensi tetap tinggi.

Digna menilai pembangunan pabrik metanol baru dan penguatan investasi perlu menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang industri nasional.

Selain memperbesar kapasitas produksi, pengembangan fasilitas penyimpanan dan distribusi juga diperlukan untuk memastikan pasokan bahan baku tersedia sesuai kebutuhan.

“Penambahan kapasitas produksi perlu disertai fasilitas penyimpanan dan distribusi yang memadai agar ketersediaan bahan baku dapat terjaga secara berkelanjutan,” menjadi salah satu poin penting dalam pandangan KMI terkait penguatan rantai pasok metanol.

Kesiapan tersebut dinilai penting agar peningkatan kebutuhan bahan baku tidak berujung pada tekanan biaya produksi maupun gangguan pasokan bagi industri biodiesel.

Produksi FAME Juga Harus Disiapkan

Selain metanol, kesiapan produksi FAME (fatty acid methyl ester) sebagai komponen biodiesel juga menjadi perhatian.

Digna menyampaikan bahwa pembangunan pabrik biodiesel baru perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, kebutuhan di setiap wilayah, lokasi fasilitas, serta kelayakan usaha.

Perencanaan tersebut dibutuhkan agar kapasitas produksi sesuai dengan kebutuhan pasar dan didukung sistem distribusi yang memadai.

Dengan demikian, pengembangan biodiesel tidak hanya berfokus pada peningkatan persentase campuran, tetapi juga pada kemampuan industri dalam memenuhi kebutuhan secara konsisten.

Berpotensi Menekan Impor Solar

Di sisi lain, peningkatan penggunaan biodiesel berpotensi mengurangi impor solar sekaligus meningkatkan penyerapan minyak sawit di dalam negeri.

Namun, meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk pasar domestik juga berpotensi mengurangi ketersediaan komoditas tersebut untuk ekspor.

Kondisi itu perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi penerimaan ekspor dan pembiayaan insentif program biodiesel.

Digna menilai keseimbangan antara kebutuhan energi domestik, kepentingan ekspor, dan keberlanjutan pembiayaan perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan tahapan peningkatan campuran biodiesel.

KMI Tekankan Koordinasi Lintas Sektor

Digna juga menekankan pentingnya koordinasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, BPH Migas, Pertamina, produsen FAME, pemasok metanol, serta pelaku industri terkait.

Koordinasi diperlukan untuk menyelaraskan kapasitas produksi, kebutuhan bahan baku, harga, kuota, hingga distribusi.

Pemetaan kebutuhan metanol nasional juga dinilai penting untuk mengetahui kesenjangan antara pasokan dan permintaan, sekaligus menentukan kebutuhan investasi yang diperlukan.

Dengan perencanaan yang terukur dan kesiapan industri hulu hingga hilir, pengembangan B50 dan rencana B60 diharapkan dapat mendukung pengurangan ketergantungan impor serta memperkuat ketahanan energi nasional.(afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Karya Berau di Panggung INACRAFT 2025

    Jejak Karya Berau di Panggung INACRAFT 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.617
    • 0Komentar

    JAKARTA- Sorotan lampu-lampu pameran memantulkan kilau keemasan dari anyaman rotan yang tersusun rapi di salah satu stan di Jakarta Convention Center (JCC). Di balik meja pajangan, Sri Aslinda Gamalis, Ketua Dekranasda Kabupaten Berau, menyapa pengunjung dengan senyum hangat. Hari itu, Berau hadir dalam perhelatan akbar industri kerajinan, INACRAFT 2025, dengan harapan besar, membawa warisan budaya […]

  • Pemkab Berau Pisahkan Damkar dari BPBD, Layanan Pemadaman Difokuskan

    Pemkab Berau Pisahkan Damkar dari BPBD, Layanan Pemadaman Difokuskan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau resmi memisahkan fungsi pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pemisahan ini dilakukan melalui terbitnya Peraturan Bupati tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja yang menandai berdirinya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) sebagai perangkat daerah tersendiri. Nofian Hidayat, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, […]

  • Pemprov Kaltim Sebar Bantuan BBM Alsintan ke Kelompok Tani di 10 Kabupaten dan Kota

    Pemprov Kaltim Sebar Bantuan BBM Alsintan ke Kelompok Tani di 10 Kabupaten dan Kota

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) kepada kelompok tani yang menggunakan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Bantuan tersebut ditujukan untuk memastikan operasional peralatan pertanian tetap berjalan, terutama saat petani menghadapi musim kemarau. Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengatakan bantuan BBM diberikan untuk […]

  • Dedy Okto Berpeluang Jadi Ketua DPRD Berau, Nasdem Perkuat Dukungan

    Dedy Okto Berpeluang Jadi Ketua DPRD Berau, DPP Nasdem Perkuat Dukungan

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Baru-baru ini beredar kabar bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem mendorong Dedy Okto Nooryanto sebagai Ketua DPRD Berau periode 2024-2029. Hal itu menjadi kabar hangat yang sekaligus menyimpan spekulasi terkait dengan posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem, Liliansyah yang saat ini tengah duduk sebagai Ketua DPRD Berau sementara. Saat […]

  • 325 Visa Petugas Haji 2026 Tertahan, Menteri Ungkap Kendala Teknis

    325 Visa Petugas Haji 2026 Tertahan, Menteri Ungkap Kendala Teknis

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebanyak 325 petugas haji dilaporkan belum menerima visa keberangkatan untuk musim haji 2026. Kondisi ini membuat sebagian dari mereka terancam batal berangkat menjelang jadwal akhir April. Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyebut keterlambatan tersebut disebabkan oleh kendala teknis dalam proses pengajuan visa. Ia mengatakan, pemerintah saat ini tengah melakukan penelusuran dan […]

  • M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

    M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Maratua — Dentuman musik tak selalu hanya menghadirkan hiburan. Di Pulau Maratua, alunan nada justru menjadi pengingat bahwa alam adalah panggung utama yang harus dijaga bersama. Melalui Maratua Music Festival (M2F) 2026, Event Organizer Mata Sanggam Production menghadirkan wajah festival yang berbeda. Selain menyuguhkan hiburan, budaya lokal, dan promosi pariwisata, M2F juga mengajak seluruh peserta, […]

expand_less