Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Buka Lahan dengan Cara Dibakar, Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Karhutla Berau

Buka Lahan dengan Cara Dibakar, Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Karhutla Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 10
  • print Cetak

BERAU – Kepolisian Resor Berau mengungkap motif ekonomi di balik sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sepanjang 2026. Pembakaran diduga menjadi cara untuk memangkas biaya pembukaan lahan. Polisi juga menemukan indikasi perambahan kawasan yang berkaitan dengan praktik jual beli lahan.

Sepanjang tahun ini, Polres Berau menangani sembilan kasus karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 67,88 hektare. Dari jumlah tersebut, delapan perkara melibatkan perorangan dan satu perkara berkaitan dengan korporasi, yakni PT PSR.

Wakil Kepala Polres Berau, Komisaris Polisi Noor Dhianto, mengatakan penyidik telah menetapkan sembilan tersangka dalam delapan perkara perorangan tersebut.

“Motifnya adalah ekonomi dan efisiensi waktu serta biaya. Jika menggunakan alat berat, biayanya jauh lebih besar. Sehingga mereka memanfaatkan momen musim kemarau dan cuaca panas untuk melakukan pembakaran,” ujar Noor Dhianto dalam konferensi pers penegakan hukum karhutla, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut Noor, biaya pembukaan lahan menggunakan alat berat menjadi salah satu alasan pelaku memilih metode pembakaran. Kondisi cuaca panas dan musim kemarau diduga dimanfaatkan untuk mempercepat pembersihan lahan dengan biaya lebih rendah.

Namun, penyelidikan polisi tidak hanya mengarah pada motif penghematan biaya. Penyidik juga menelusuri dugaan praktik perambahan lahan yang berujung pada transaksi jual beli.

Dalam dugaan praktik tersebut, kawasan terlebih dahulu dirambah dengan menebang pepohonan. Lahan kemudian dibakar sebelum diperjualbelikan kepada pihak lain.

Berdasarkan pemetaan kepolisian, sembilan titik kebakaran tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Berau. Tiga titik berada di kawasan PT PSR, satu titik di Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, masing-masing satu titik di Derawan, Tubaan, dan Biatan, serta dua titik di Kecamatan Biduk-Biduk.

Dari seluruh lokasi tersebut, kawasan Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, tercatat mengalami kebakaran dengan luasan terbesar.

Dalam perkembangan penyidikan, tujuh perkara perorangan telah memasuki tahap I atau penyerahan berkas perkara kepada kejaksaan. Adapun perkara yang melibatkan korporasi PT PSR telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rangkaian kasus tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian penyidik adalah dugaan keterlibatan aparatur pemerintah kampung, baik dalam aktivitas pembakaran maupun transaksi jual beli lahan.

“Kami akan dalami dan gali lagi apakah ada keterlibatan aparatur pemerintah kampung, baik yang memberikan kesempatan maupun berkolaborasi. Jika ada bukti kuat, kami tidak ragu untuk memprosesnya secara hukum,” tegas Noor.

Untuk kepentingan penyidikan, polisi telah menyita sejumlah barang bukti berupa korek api, alat pencacah atau penebang, gergaji mesin, serta bahan bakar yang diduga digunakan dalam aktivitas pembakaran.

Polres Berau juga menetapkan status quo terhadap lokasi lahan yang terbakar. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan tersebut selama proses hukum berlangsung guna menjaga kondisi tempat kejadian perkara dan kepentingan penyidikan. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Maratua Kembali Jadi Panggung Jazz Internasional pada 2026

    Pulau Maratua Kembali Jadi Panggung Jazz Internasional pada 2026

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Pulau Maratua, salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur, kembali bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Maratua Jazz 2026. Festival yang akan digelar pada Juni 2026 tersebut dirancang tidak hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai sarana promosi pariwisata berbasis konservasi dan budaya lokal. Dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan Indonesia, Pulau Maratua […]

  • Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Petani kelapa sawit di Kabupaten Berau tidak termasuk dalam daftar penerima pupuk bersubsidi. Hal itu berlaku sejak Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Tahun 2022 diterapkan, yaitu pemerintah hanya memberikan subsidi pupuk untuk sembilan komoditas. Dari yang sebelumnya mencakup 70 komoditas, kini hanya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta beberapa komoditas hortikultura dan […]

  • Calon Wakil Bupati Agus Wahyudi Paparkan 24 Program Unggulan di Sambaliung

    Calon Wakil Bupati Agus Wahyudi Paparkan 24 Program Unggulan di Sambaliung

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 923
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Calon Wakil Bupati Berau nomor urut 1, Agus Wahyudi, melanjutkan kampanye bersama warga Kecamatan Sambaliung, menyapa ratusan masyarakat yang berkumpul untuk mendengarkan visi dan misi pasangan Madri Pani-Agus Wahyudi (MP-AW). Dalam suasana yang penuh antusiasme, Agus menguraikan 24 program unggulan yang telah mereka rumuskan bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Berau. “Melihat […]

  • Dorong Wisata Era Digital, DPRD Ajak Generasi Muda Berau Jadi Motor Promosi Pariwisata

    Dorong Wisata Era Digital, DPRD Ajak Generasi Muda Berau Jadi Motor Promosi Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Di tengah gencarnya digitalisasi pariwisata di berbagai daerah, Berau mulai melihat peluang besar yang datang bukan hanya dari pemerintah atau biro perjalanan—melainkan dari anak muda itu sendiri. Platform seperti TikTok, YouTube, dan Instagram bukan lagi wadah hiburan semata. Ia berkembang menjadi panggung besar yang mampu menampilkan wajah baru destinasi wisata, mengangkat UMKM, […]

  • Transportasi Belum Terintegrasi, Jelajah Wisata Biduk-Biduk Jadi Kurang Efisien

    Transportasi Belum Terintegrasi, Jelajah Wisata Biduk-Biduk Jadi Kurang Efisien

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    BERAU — Keterbatasan transportasi umum antar destinasi wisata di Kecamatan Biduk-Biduk masih menjadi tantangan dalam mendukung mobilitas wisatawan. Hingga kini, pengunjung umumnya mengandalkan kendaraan pribadi atau jasa travel untuk menjangkau berbagai lokasi wisata. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengatakan sebagian besar wisatawan telah menyiapkan akses transportasi secara mandiri sebelum berkunjung. Mereka […]

  • Kasat Lantas: Anggota Terlibat Mobil Bodong Tak Akan Dibiarkan

    Kasat Lantas: Anggota Terlibat Mobil Bodong Tak Akan Dibiarkan

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 829
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dugaan maraknya aktivitas mobil bodong di wilayah Kabupaten Berau mulai mencuat ke permukaan. Banyak kendaraan roda empat diduga beroperasi di jalanan tanpa dilengkapi surat-surat resmi kendaraan. Fenomena ini kian mencurigakan dengan banyaknya mobil yang menggunakan nomor polisi dari luar Berau, bahkan dari luar Kalimantan Timur. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. […]

expand_less