Ekspor Center Bantu UMKM Berau Tembus Pasar Global, Sri Juniarsih: Ini Langkah Nyata Meningkatkan Daya Saing
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
- visibility 213
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB– Salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau adalah kepercayaan konsumen luar daerah, terutama dalam konteks perdagangan ekspor.
Selama ini, transaksi dengan pembeli dari luar negeri hanya bisa dilakukan secara virtual, tanpa pertemuan tatap muka. Situasi ini kerap memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku UMKM akan keamanan transaksi.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menghadirkan Export Center sebagai bentuk fasilitasi dan pendampingan bagi UMKM yang ingin merambah pasar global. Inisiatif ini menjadi solusi untuk menjamin keamanan transaksi sekaligus memastikan produk UMKM telah melalui proses standarisasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan bahwa kehadiran Export Center membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal. Ia menilai, selama ini pelaku usaha cukup kesulitan karena harus bertransaksi dengan pihak yang hanya dikenal lewat perantara daring.
“Dengan adanya ekspor center ini, pelaku UMKM tak perlu lagi khawatir soal transaksi yang selama ini terasa seperti berjudi dengan yang tak terlihat. Sekarang, semua proses bisa lebih transparan dan terpantau,” ujar Eva, Selasa (5/8/2025).
Menurutnya, produk-produk yang didampingi oleh Export Center akan melalui proses kurasi dan pendampingan ketat, mulai dari peningkatan mutu, desain kemasan, hingga proses pembayaran dan pengiriman.
Program ini sejalan dengan inisiatif nasional bertajuk “UMKM Bisa Ekspor” yang diluncurkan Kementerian Perdagangan RI sejak awal 2025. Melalui program ini, Kementerian tidak hanya menyediakan pendampingan teknis, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam menemukan pasar di luar negeri, termasuk melalui perwakilan dagang di berbagai negara.
“Keunggulan utama dari program ini adalah adanya business matching yang difasilitasi langsung oleh pemerintah. Jadi pelaku UMKM tidak jalan sendiri. Kementerian bahkan membantu menjembatani pertemuan antara UMKM dan calon pembeli luar negeri,” imbuh Eva.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyambut baik hadirnya Export Center sebagai bentuk konkret dukungan terhadap pelaku UMKM di daerah. Ia menilai, upaya ini merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal di level internasional.
“Langkah ini sangat kami apresiasi. Ini bukan hanya membuka akses pasar global, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pelaku UMKM dalam menjalankan transaksi ekspor. Kami optimistis pelaku usaha Berau bisa lebih percaya diri bersaing di pasar dunia,” ujar Sri Juniarsih saat dimintai tanggapan.
Sri menambahkan, pemerintah daerah siap mendukung penguatan ekosistem UMKM ekspor melalui pelatihan, fasilitasi legalitas usaha, hingga kolaborasi lintas sektor. Ia berharap lebih banyak pelaku usaha Berau bisa menjadi bagian dari rantai pasok global.
“Sudah saatnya UMKM Berau naik kelas dan menembus pasar dunia. Dengan dukungan dari pusat dan daerah, kami percaya ini bukan sekadar mimpi,” pungkasnya. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar