Pemkab Berau Perkuat Dermaga dan Jalur Distribusi demi Tekan Harga Bahan Pokok
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan pengendalian inflasi dan percepatan pembangunan infrastruktur penghubung kampung tetap menjadi fokus utama pada 2026. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat distribusi logistik hingga wilayah pesisir dan pedalaman.
Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Berau, Andi Marewangeng, mengatakan kondisi perekonomian daerah sejauh ini masih bergerak stabil. Aktivitas masyarakat dan roda pemerintahan yang berjalan normal disebut berdampak pada membaiknya sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kita melihat kondisi makro dan mikro kita saat ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau sudah berjalan cukup baik. Salah satu indikatornya bisa kita lihat dari indeks kepuasan masyarakat dan pembangunan manusia kita yang menunjukkan tingkat kemiskinan saat ini sudah mulai menurun,” ujar Andi Marewangeng saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, pemerintah daerah tetap mewaspadai sejumlah sektor yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi, terutama terkait distribusi bahan pokok dan konektivitas antarwilayah. Karena itu, pembangunan sarana dan prasarana transportasi masih menjadi instrumen utama untuk menopang pertumbuhan ekonomi di tingkat kampung maupun pedalaman.
Andi menyebut kapasitas fiskal daerah memiliki hubungan erat dengan percepatan pembangunan fisik. Pada 2025 lalu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan APBD Berau disebut sempat mencapai sekitar Rp5 triliun. Sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan, sarana publik, hingga gedung pelayanan masyarakat.
Kabupaten Berau sendiri memiliki wilayah yang cukup luas dan tersebar, terdiri dari 13 kecamatan, 100 kampung, dan 10 kelurahan dengan karakteristik pesisir, perkotaan, hingga pedalaman.
“Kabupaten Berau ini kan terdiri dari wilayah pesisir, perkotaan, hingga pedalaman. Nah, untuk mengomunikasikan pergerakan bahan pokok dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah ini, kuncinya ada pada ketersediaan infrastruktur dan moda transportasi yang memadai,” katanya.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat pembangunan dermaga pengumpan lokal di sejumlah kawasan, seperti Biduk-Biduk, Tanjung Batu, Derawan, Maratua, Batu Putih, hingga Talisayan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memangkas jalur distribusi logistik dan menekan biaya transportasi.
“Dengan terbangunnya dermaga-dermaga pengumpan lokal kita ini, jarak angkut logistik otomatis menjadi lebih pendek dan waktu tempuh terpotong. Dampak langsungnya, biaya transportasi bisa ditekan dan harga barang pokok menjadi jauh lebih terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Berau mencatat angka inflasi daerah masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional, yakni di kisaran aman bawah 2,5 persen. Kondisi itu diperkirakan tetap terjaga hingga triwulan kedua 2026.
Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, mengatakan pemerintah daerah akan terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga wilayah terpencil. Menurut dia, konektivitas antarwilayah menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga dirasakan masyarakat di kampung-kampung dan wilayah pesisir. Infrastruktur yang baik akan memperlancar distribusi barang, menekan biaya logistik, dan berdampak langsung terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok,” ujar Sri Juniarsih.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha agar lonjakan harga tetap terkendali.
“Stabilitas inflasi harus terus dijaga karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. Pemerintah daerah akan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman dan distribusinya berjalan lancar,” katanya. (tnr/adv)
- Penulis: admin

