Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Menuju Destinasi Internasional, Maratua Berbenah dari Kantor hingga Pengelolaan Sampah

Menuju Destinasi Internasional, Maratua Berbenah dari Kantor hingga Pengelolaan Sampah

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua, Rabu malam, 11 Februari 2026, tak sekadar menjadi forum rutin tahunan. Di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, arah pembangunan pulau terluar itu kembali dipertajam: pariwisata harus naik kelas, tapi fondasi dasarnya tak boleh rapuh.

Di satu sisi, Maratua telah menjelma menjadi etalase wisata Berau. Di sisi lain, kebutuhan paling mendasar justru belum seluruhnya tuntas.

Camat Maratua, Ariyanto, memaparkan sejumlah persoalan yang masih membelit wilayahnya. Kantor camat, misalnya, hingga kini belum bisa difungsikan optimal. Bangunan yang direhabilitasi itu baru terpasang atap tanpa plafon. Aparatur kecamatan pun masih menyewa rumah warga untuk menjalankan pelayanan pemerintahan.

“Kami berharap penyelesaian rehabilitasi kantor camat bisa menjadi prioritas,” ujarnya.

Kebutuhan lain tak kalah mendesak: pengadaan lahan untuk pembangunan TK Negeri Maratua dan mobil pengangkut sampah bagi empat kampung. Bagi Ariyanto, persoalan sampah di pulau wisata tak bisa lagi ditangani secara seadanya. Lonjakan kunjungan wisatawan harus diimbangi sistem pengelolaan lingkungan yang memadai.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyadari posisi strategis Maratua. Ia menyebut pulau itu bukan lagi sekadar destinasi kabupaten, melainkan telah masuk peta wisata nasional hingga internasional. Indikasinya jelas: penerbangan langsung ke Maratua mulai tersedia, minat wisatawan terus meningkat.

Namun, Sri mengingatkan, popularitas tanpa tata kelola yang baik justru bisa menjadi beban.

“Potensi wisata harus dikelola optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran,” katanya.

Efisiensi anggaran menjadi konteks penting dalam Musrenbang kali ini. Alokasi Dana Kampung (ADK) disebut terbatas. Artinya, pemerintah kecamatan dan kampung dituntut lebih kreatif. Inovasi menjadi kata kunci—bukan sekadar menunggu gelontoran dana.

Isu sampah mendapat sorotan khusus. Bupati menekankan pentingnya menjaga wajah Maratua sebagai pulau wisata. Ia mendorong kolaborasi dari tingkat kecamatan, kampung, hingga RT. Dukungan dana RT sebesar Rp50 juta diarahkan untuk mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.

“Kita wujudkan Gerakan Indonesia ASRI di Maratua. Sampah bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga punya nilai ekonomis jika dikelola dengan baik,” ujarnya. Ia juga meminta TP PKK turut ambil peran membangun budaya bersih di tengah masyarakat.

Langkah konkret telah disiapkan untuk 2026. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan Tourism Information Center (TIC) dan sarana toilet di Teluk Harapan—dua fasilitas yang kerap menjadi tolok ukur kenyamanan destinasi. Pelatihan bahasa Inggris bagi pelaku wisata juga akan digelar, menyasar kebutuhan pelayanan wisatawan mancanegara.

Tak hanya itu, pusat UMKM dirancang untuk menjadi ruang promosi produk unggulan Maratua. Bupati menilai keberadaan UMKM center penting agar produk lokal tak tercecer dan mampu menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.

Dari sisi infrastruktur dasar, Sri menyebut seluruh jalan di Maratua telah beraspal. Tahap berikutnya adalah penambahan penerangan jalan umum (PJU). Sementara itu, agenda promosi seperti Maratua Jazz dan Maratua Run dipastikan tetap berlanjut untuk menjaga gaung destinasi.

Musrenbang Maratua kali ini memperlihatkan kontras yang nyata: di tengah statusnya sebagai surga wisata, pulau itu masih bergulat dengan ruang kantor, lahan sekolah, dan truk sampah. Tantangannya bukan lagi sekadar membangun, melainkan menata.

Jika pariwisata adalah etalase, maka kebersihan, pelayanan publik, dan kesiapan SDM adalah fondasinya. Maratua kini berada di persimpangan: menjadi destinasi indah yang rapuh, atau pulau wisata yang benar-benar tertata dan berdaya saing.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pjs Bupati Berau Tegaskan Pentingnya Moralitas dan Budaya Malu dalam Pemberantasan Korupsi

    Pjs Bupati Berau Tegaskan Pentingnya Moralitas dan Budaya Malu dalam Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

     Tanjung Redeb – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Inspektorat Daerah menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Road to Harkodia yang telah menyambangi 13 kecamatan di Kabupaten Berau, termasuk tiga kampung yang telah ditetapkan sebagai Kampung Anti Korupsi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen dalam pemberantasan korupsi di berbagai lapisan […]

  • Bayi Laki-laki Dibuang di Depan Praktik Bidan

    Bayi Malang Dibuang di Depan Praktik Bidan, Siapa Pelakunya?

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Selor – Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi mengagetkan di teras rumah praktik bidan Yulianita, Jalan Kemayoran, Tanjung Selor Hilir, pada Selasa malam (30/7). Bayi malang tersebut terbungkus kantong kresek hitam, masih dengan tali pusat yang menempel dan berlumuran darah segar. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar dan viral di media sosial. Diperkirakan, […]

  • Pendatang Tanpa Identitas Jadi Tantangan Sosial di Berau

    Pendatang Tanpa Identitas Jadi Tantangan Sosial di Berau

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 278
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Jumlah pendatang yang masuk ke Kabupaten Berau semakin banyak. Namun, banyak yang ternyata tidak memiliki identitas valid. Masalah ini pun menimbulkan permasalahan baru khususnya dalam hal sosial. “Ini juga jadi pekerjaan rumah bagi Dinas Sosial (Dinsos) Berau. Karena pendatang yang masuk tanpa identitas resmi akhirnya terlantar, akan susah dibantu,” terang Kadinsos Berau, […]

  • Polres Berau Bagikan 350 Porsi Makanan Bergizi untuk Pelajar SDN 021 Tanjung Redeb

    Polres Berau Bagikan 350 Porsi Makanan Bergizi untuk Pelajar SDN 021 Tanjung Redeb

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Menyambut Hari Ulang Tahun Polairud Polri ke-74 dan HUT Humas Polri ke-73, Polres Berau mengambil langkah berbeda dengan berbagi asupan bergizi kepada para pelajar SD Negeri 021 Tanjung Redeb pada Jumat pagi, 1 November 2024. Inisiatif ini bertujuan mendukung program nasional dalam memastikan generasi muda memiliki akses terhadap nutrisi berkualitas, demi masa […]

  • Minim Pembinaan, DPRD Berau Khawatir Generasi Muda Enggan Jadi Petani

    Minim Pembinaan, DPRD Berau Khawatir Generasi Muda Enggan Jadi Petani

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Sakirman, menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Ia menegaskan bahwa selama ini petani masih sangat bergantung pada metode pertanian konvensional tanpa didukung peningkatan kapasitas diri. “Petani kita masih sangat bergantung pada hasil pertanian tanpa […]

  • Dinilai Membebani, Iccang Dorong Komunikasi Intensif Antara Guru dan Wali Murid Soal Kurikulum Merdeka

    Dinilai Membebani, Iccang Dorong Komunikasi Intensif Antara Guru dan Wali Murid Soal Kurikulum Merdeka

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 347
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Kurikulum Merdeka yang diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Berau menuai kritik dari orangtua murid. Banyak orangtua merasa terbebani dengan jumlah tugas yang harus diselesaikan oleh anak-anak mereka, yang membuat mereka juga ikut sibuk dalam mendampingi proses belajar di rumah. Anggota DPRD Berau, Ichsan Rapi mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini. Menurutnya, meskipun kurikulum ini […]

expand_less