Bahaya untuk Balita! Lonjakan Interaksi Saat Lebaran Picu Risiko Penularan Campak
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Samarinda — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Momentum Lebaran yang identik dengan silaturahmi dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fit Nawat, mengatakan penanganan masalah kesehatan memerlukan peran bersama, tidak hanya dari institusi kesehatan tetapi juga masyarakat melalui peningkatan kesadaran dan edukasi.
“Permasalahan kesehatan ini adalah tanggung jawab bersama. Perlu keterlibatan semua pihak,” ujarnya dikutip dari kaltimprov.go.id
Menurut dia, peningkatan mobilitas dan interaksi masyarakat saat Lebaran perlu diantisipasi, terutama oleh orang tua yang memiliki bayi dan balita. Mereka diminta membatasi kontak anak dengan banyak orang untuk mengurangi risiko penularan.
Selain itu, masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi makanan bergizi, serta memastikan waktu istirahat yang cukup guna menjaga daya tahan tubuh.
“Dengan daya tahan tubuh yang baik, risiko infeksi bisa ditekan,” katanya.
Fit juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi tenaga kesehatan apabila menemukan gejala campak, seperti demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam pada kulit. Penanganan dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi.
Ia menambahkan, virus campak dapat menular bahkan dari orang yang belum menunjukkan gejala. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi bayi di bawah usia sembilan bulan yang belum mendapatkan imunisasi.
Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi dan balita. Masyarakat diharapkan memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal sebagai langkah perlindungan utama.(*/)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar