Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » BMKG Ungkap Penyebab Berau Jadi Wilayah Terpanas Indonesia Selama Dua Hari Berturut-turut

BMKG Ungkap Penyebab Berau Jadi Wilayah Terpanas Indonesia Selama Dua Hari Berturut-turut

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 712
  • print Cetak

Tanjung Redeb — Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tercatat sebagai wilayah dengan suhu maksimum tertinggi di Indonesia selama dua hari berturut-turut berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Dalam rilis suhu maksimum harian, Stasiun Meteorologi Kalimarau di Kabupaten Berau mencatat suhu tertinggi nasional pada periode 27–28 Maret 2026 dengan suhu mencapai 35,9 derajat Celsius. Sehari berikutnya, pada periode 28–29 Maret 2026, wilayah yang sama kembali menempati posisi teratas dengan suhu maksimum 36,2 derajat Celsius.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, membenarkan bahwa Berau kembali mencatat suhu tertinggi secara nasional dalam dua hari terakhir.

“Berau kembali memiliki suhu maksimum tertinggi lagi,” kata Ade saat dikonfirmasi.

“Dari datanya terakhir seperti itu,” ujarnya.

Menurut data BMKG, dominasi suhu tinggi di Berau terjadi seiring kondisi cuaca cerah dan minim tutupan awan yang memungkinkan radiasi matahari mencapai permukaan secara maksimal. Kondisi tersebut umum terjadi pada periode peralihan musim di sejumlah wilayah Indonesia.

Selain Berau, sejumlah daerah lain di Kalimantan dan wilayah timur Indonesia juga mencatat suhu maksimum tinggi, meski masih berada di bawah catatan Berau.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak suhu panas, seperti dehidrasi dan kelelahan akibat paparan panas berlebih. Warga disarankan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi aktivitas berat pada siang hari.

Fenomena suhu maksimum tertinggi yang terjadi di Berau dalam beberapa hari terakhir juga dipengaruhi oleh berkurangnya tutupan awan serta posisi semu matahari yang berada di sekitar garis ekuator, sehingga penyinaran matahari ke wilayah Indonesia, termasuk Berau, berlangsung lebih maksimal pada siang hari.(*/tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Deteksi 87 Titik Panas di Kaltim

    BMKG Deteksi 87 Titik Panas di Kaltim

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Kabupaten Berau mencatat jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Timur. Berdasarkan data terbaru BMKG Kalimantan Timur, terdapat 47 titik panas di wilayah Berau dari total 87 titik panas yang terdeteksi di provinsi ini. Sebaran titik panas terbanyak berada di Kecamatan Pulau Derawan, yakni mencapai 29 titik. Titik panas lainnya tersebar di Kecamatan […]

  • Musim Mudik, Ketua DPRD Berau Minta Kolaborasi Masyarakat dan Petugas Keamanan

    Musim Mudik, Ketua DPRD Berau Minta Kolaborasi Masyarakat dan Petugas Keamanan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 818
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Menjelang musim mudik, masyarakat Kabupaten Berau diingatkan untuk lebih memperhatikan keamanan rumah yang ditinggalkan. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengimbau warga agar memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum bepergian dalam waktu lama. Menurut Dedy, tradisi mudik yang biasanya meningkat menjelang hari besar kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak […]

  • Penanganan Stunting Dimaksimalkan

    Penanganan Stunting Dimaksimalkan

    • calendar_month Kamis, 23 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    (23/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Wakil Ketua I DPRD Berau, Sarifatul Syadiah, menyatakan keprihatinannya atas tingginya kasus stunting di Berau, meskipun APBD daerah tersebut cukup besar. Meskipun demikian, ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan pihak ketiga yang telah berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut. Meski telah ada instruksi dari bupati […]

  • Komisi II DPRD Berau Soroti Masalah Lahan dan Harga TBS Sawit dalam Rapat Evaluasi

    Komisi II DPRD Berau Soroti Masalah Lahan dan Harga TBS Sawit dalam Rapat Evaluasi

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 922
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Komisi II DPRD Kabupaten Berau menggelar rapat evaluasi dengan Dinas Perkebunan (Disbun) untuk membahas sejumlah permasalahan yang hingga kini belum menemukan solusi konkret dalam dunia pertanian di Kabupaten Berau. Rapat yang digelar pada Rabu (8/1/2025), ini berfokus pada kondisi objektif di lapangan terkait beberapa sektor perkebunan, termasuk masalah lahan pertanian, distribusi pupuk, harga […]

  • Kerusakan Baterai Jadi Penyebab Utama Padamnya PJUTS di Berau

    Kerusakan Baterai Jadi Penyebab Utama Padamnya PJUTS di Berau

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    BERAU – Persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang kerap padam di sejumlah wilayah Kabupaten Berau masih menjadi keluhan masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan, terutama di ruas jalan yang minim penerangan. Salah seorang warga Sambaliung, RY, mengaku sering menjumpai lampu jalan yang tidak berfungsi, terutama […]

  • Jepang Lirik Kakao Berau hingga 500 Ton per Tahun, Produksi Jadi Tantangan

    Jepang Lirik Kakao Berau hingga 500 Ton per Tahun, Produksi Jadi Tantangan

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Peluang pasar ekspor kakao Kabupaten Berau semakin terbuka. Setelah menembus Prancis, Swiss, Belanda dan Amerika Serikat, permintaan kini juga disebut datang dari Jepang dengan kebutuhan yang dapat mencapai 500 ton biji kakao fermentasi per tahun. Peluang tersebut jauh lebih besar dibandingkan volume ekspor kakao Berau saat ini. Pada 2026, total ekspor kakao […]

expand_less