Cuma Jadi Pajangan, Hydrant Pasar Sanggam Adji Dilayas Ternyata Sudah Lama Rusak
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

BERAU – Kebakaran yang terjadi di kawasan belakang Pasar Sanggam Adji Dilayas, Rabu (4/11/2026) malam, membuka persoalan lain terkait kesiapan fasilitas keselamatan di lingkungan pasar. Hydrant yang semestinya menjadi salah satu penunjang pemadaman kebakaran justru dilaporkan sudah lama tidak berfungsi.
Fasilitas yang terpasang di sejumlah titik kawasan pasar itu selama ini tampak tersedia. Namun, keberadaannya dipertanyakan setelah diketahui tidak dapat digunakan ketika dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Ali, salah seorang pedagang sayur di Pasar Sanggam Adji Dilayas, mengungkapkan bahwa hydrant tersebut sudah bertahun-tahun tidak berfungsi. Menurutnya, fasilitas itu seolah hanya menjadi pelengkap tanpa memberikan manfaat nyata bagi para pedagang.
Ia mengatakan, hydrant tersebut bahkan pernah dicoba untuk digunakan. Namun, air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya.
“Hydrant ada, jelas terlihat, tetapi tidak pernah bisa dipakai. Hanya jadi hiasan supaya terlihat bagus. Pernah kami coba, memang tidak bisa digunakan. Sudah puluhan tahun tidak ada gunanya. Giliran begini, baru ketar-ketir,” ungkap Ali.
Keluhan tersebut turut diperkuat oleh keterangan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau. Sekretaris Disdamkarmat Berau, Hery Irwan, membenarkan bahwa petugas tidak memanfaatkan hydrant pasar selama proses pemadaman kebakaran berlangsung.
“Memang selama proses pemadaman tadi kami tidak ada menggunakan hydrant pasar. Karena informasinya, hydrant tersebut memang sudah lama rusak,” jelas Hery.
Tidak berfungsinya hydrant membuat fasilitas tersebut tidak bisa diandalkan sebagai sumber air tambahan saat petugas berjibaku memadamkan api di kawasan pasar.
Padahal, pasar merupakan salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan kebakaran yang perlu mendapat perhatian serius. Aktivitas perdagangan yang padat, keberadaan barang mudah terbakar, serta bangunan yang saling berdekatan membuat kesiapan sarana pemadam menjadi kebutuhan mendasar.
Kondisi hydrant yang bertahun-tahun rusak pun menjadi pekerjaan rumah bagi pihak terkait. Sebab, keberadaan fasilitas keselamatan tidak cukup hanya terlihat terpasang, tetapi harus dipastikan dapat digunakan sewaktu-waktu.
Evaluasi menyeluruh terhadap kondisi hydrant, termasuk pemeriksaan jaringan air dan pemeliharaan berkala, diperlukan agar fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi pajangan di tengah kawasan perdagangan yang memiliki risiko kebakaran.(afn)
- Penulis: admin
