Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kampung Eka Sapta Hidupkan Kembali Mamanda, Libatkan Pelajar dari Lima Sekolah di Berau

Kampung Eka Sapta Hidupkan Kembali Mamanda, Libatkan Pelajar dari Lima Sekolah di Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 26
  • print Cetak

BERAU, Beraunews.id– Upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan tradisional terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda. Salah satunya diwujudkan melalui pergelaran seni Mamanda bertajuk “Percikan Masa Lalu” yang diselenggarakan di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Rabu (4/11/2026).

Pergelaran yang berlangsung di Ruang Serba Guna SMAN 11 Berau tersebut turut dihadiri Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul Arifin, S.H., serta perwakilan Kecamatan Talisayan, Mursit, Amd.Kep., selaku Kasi Pelayanan Umum. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pelestarian seni dan budaya yang melibatkan generasi muda di wilayah pesisir Berau.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Penerima Perorangan Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang diterima oleh Karyani Tri Tialani.

Dalam pelaksanaannya, pergelaran ini melibatkan sejumlah pihak yang berperan dalam proses produksi. Karyani Tri Tialani bertindak sebagai sutradara, Surya Darma sebagai penulis naskah, serta Zaenal Abidin sebagai pimpinan produksi. Kegiatan tersebut juga didukung oleh tim penata musik, penata cahaya, penata rias, penata kostum, penata setting, penata suara, dan tim dokumentasi.

Karyani menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut berawal dari fasilitasi kebudayaan yang diterimanya. Kampung Eka Sapta kemudian dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai membutuhkan ruang lebih luas untuk pengembangan aktivitas kebudayaan.

Menurutnya, terdapat dua agenda utama dalam kegiatan tersebut, yakni lokakarya dan pergelaran seni Mamanda. Melalui kedua agenda itu, pihaknya ingin menghadirkan aktivitas kebudayaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Berkesenian itu bagian dari kebudayaan. Sementara kebudayaan itu sendiri harus dilakukan terus-menerus sampai akhirnya melekat ke dalam diri. Itu yang menjadi tujuan kita,” ungkap Karyani.

Ia mengatakan, pemilihan Mamanda sebagai pertunjukan utama dilatarbelakangi keinginan untuk menjaga kesenian tradisional tersebut agar tidak semakin terlupakan di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi digital.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan pembelajaran muatan lokal di sekolah. Menurutnya, pertunjukan seni dapat menjadi media pembentukan karakter, penanaman nilai moral, penyampaian kritik sosial, sekaligus penguatan literasi dan kreativitas pelajar.

Karyani menilai, melalui kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung kesenian tradisional melalui sebuah pertunjukan.

“Paling tidak, ada pembelajaran bagi pemuda-pemuda ini untuk mengenal warisan budaya Mamanda. Walaupun mungkin belum sepenuhnya, tetapi mereka sudah mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang kesenian tersebut,” jelasnya.

Menariknya, pergelaran ini melibatkan pelajar dari lima sekolah di Kabupaten Berau, yakni SMAN 11 Berau, SMAN 3 Berau, SMAN 14 Berau, SMAN 10 Berau, dan SMAN 13 Berau.

Keterlibatan para pelajar tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara penyelenggara dengan pihak sekolah dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan seni dan kebudayaan.

Karyani juga mengapresiasi respons para kepala sekolah di wilayah pesisir yang dinilai terbuka dan mendukung kolaborasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama serupa dapat terus dilakukan agar semakin banyak pelajar yang terlibat dalam pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Surya Darma selaku penulis naskah menjelaskan, cerita “Percikan Masa Lalu” sebenarnya merupakan karya lama yang telah dibuatnya sejak sekitar 2005 ketika masih bertugas di SMAN 3 Berau.

Naskah tersebut awalnya ditulis dalam bentuk cerita operet berbahasa Indonesia. Namun, untuk kebutuhan pergelaran Mamanda kali ini, ia melakukan sejumlah modifikasi dan penyesuaian, termasuk menambahkan beberapa adegan agar sesuai dengan karakter pertunjukan.

“Jadi sebenarnya naskah-naskah yang kita tampilkan itu sudah lama. Saya semacam membuat ulang atau remake saja, dari naskah operet kemudian disesuaikan menjadi naskah Mamanda,” terang Surya.

Ia menambahkan, penggunaan naskah dalam pertunjukan kali ini juga bertujuan mempermudah para pelajar yang terlibat. Sebab, sebagian besar pemain masih tergolong pemula dan bukan berasal dari lingkungan asli kesenian Mamanda.

Dari sisi cerita, Surya mengangkat persoalan dendam masa lalu yang dapat memengaruhi hubungan persaudaraan ketika seseorang telah dewasa.

Melalui cerita tersebut, ia ingin menyampaikan pesan agar setiap orang mampu melepaskan dendam, memaafkan kesalahan masa lalu, serta tetap menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Pesan yang ingin saya sampaikan sebenarnya tentang masa lalu, yaitu cerita mengenai dendam masa lalu. Kita harus belajar untuk move on, menghindari rasa dendam, kemudian tetap menjalin persaudaraan meskipun pernah ada kesalahan pada masa kecil,” ujarnya.

Menurutnya, kesalahan dan kenakalan yang terjadi ketika masih anak-anak sebaiknya tidak terus dibawa hingga dewasa. Setiap orang diharapkan mampu menerima masa lalu dengan lapang dada dan membangun hubungan yang lebih baik.

Surya juga berharap kesenian Mamanda dapat kembali dikenal dan berkembang di Kabupaten Berau. Ia mengaku sudah cukup lama tidak menyaksikan pertunjukan Mamanda, sehingga kegiatan seperti ini dinilai menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional tersebut.

Ia berharap lembaga pemerintah maupun pihak swasta dapat turut memberikan dukungan melalui penyelenggaraan kompetisi Mamanda antarsekolah secara berjenjang.

“Harapan saya, kebudayaan Mamanda yang menurut saya sudah puluhan tahun tidak pernah saya saksikan lagi ini bisa bangkit kembali. Saya berharap ada pihak pemerintah atau swasta yang bisa membuat semacam kompetisi di tingkat sekolah secara berjenjang,” harapnya.

Melalui pergelaran “Percikan Masa Lalu”, para pelajar tidak hanya mendapatkan pengalaman tampil di atas panggung, tetapi juga belajar mengenai kerja sama tim, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian tampil di depan publik, hingga proses menciptakan sebuah pertunjukan seni.

Di tengah perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya modern, keberadaan kesenian tradisional membutuhkan perhatian serta keterlibatan generasi muda. Sebab, keberlangsungan sebuah warisan budaya tidak hanya bergantung pada keberadaannya, tetapi juga pada kemauan masyarakat untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskannya.

Pergelaran Mamanda “Percikan Masa Lalu” diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan kembali seni tradisional kepada kalangan pelajar sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya daerah.

Melalui panggung seni ini, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup, berkembang, dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.(*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp38 Miliar Digelontorkan ke Derawan-Maratua

    Rp38 Miliar Digelontorkan ke Derawan-Maratua

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau mengalokasikan anggaran lebih dari Rp38 miliar pada 2026 untuk merekonstruksi jalan di dua destinasi wisata unggulan, Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Kebijakan ini tidak sekadar menyasar penguatan sektor pariwisata, tetapi juga memicu harapan masyarakat terhadap dampak langsung bagi aktivitas harian. Rekonstruksi jalan dilakukan secara menyeluruh, tidak lagi bersifat tambal […]

  • Pertalite di Berau Dibatasi 25 Liter untuk Mobil, Bupati Minta Warga Awasi Pembelian Berulang

    Pertalite di Berau Dibatasi 25 Liter untuk Mobil, Bupati Minta Warga Awasi Pembelian Berulang

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau masih menerapkan pembatasan pengisian BBM di tengah kuota yang belum memenuhi kebutuhan daerah. Untuk Pertalite, kendaraan roda empat dibatasi maksimal 25 liter dan kendaraan roda dua maksimal lima liter. Sedangkan untuk Pertamax, pengisian kendaraan roda dua dibatasi senilai Rp50 ribu dan kendaraan roda empat maksimal Rp400 ribu. Pembatasan itu […]

  • BPS Catat Penduduk Usia Kerja Berau Terus Meningkat Dua Tahun Terakhir

    BPS Catat Penduduk Usia Kerja Berau Terus Meningkat Dua Tahun Terakhir

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.420
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau mencatat jumlah penduduk usia kerja terus mengalami peningkatan. Pada Agustus 2024, penduduk usia kerja di Berau mencapai 197.180 orang, bertambah 3.534 orang dibanding Agustus 2023, dan bertambah 21.915 orang dibanding Agustus 2022. Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 133.541 orang (67,73 […]

  • Badai PHK Menghantam, Honorer Berau Justru Dapat Kado Istimewa!

    Badai PHK Menghantam, Honorer Berau Justru Dapat Kado Istimewa!

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau konsisten menutup pintu untuk menambah tenaga honorer atau kontrak  ditahun 2024 ini. Kebijakan ini sejalan dengan aturan pemerintah pusat yang bertujuan untuk menciptakan sistem kepegawaian yang lebih teratur dan profesional. Untuk mengakomodasi ribuan tenaga honorer yang sudah mengabdi, Pemkab Berau membuka peluang bagi mereka untuk mengikuti seleksi Pegawai […]

  • Atlet Olahraga Tradisional Berau Bakal Dapat Bonus, Pemkab Minta Dispora Perkuat Pembinaan

    Atlet Olahraga Tradisional Berau Bakal Dapat Bonus, Pemkab Minta Dispora Perkuat Pembinaan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menyiapkan bonus bagi atlet olahraga tradisional yang berprestasi sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan sekaligus menjaga keberlangsungan permainan rakyat di daerah. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan dukungan terhadap olahraga tradisional tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan lomba. Pemkab Berau juga akan mendorong pembinaan atlet, pemenuhan fasilitas, serta menjadikan Pekan […]

  • Sakirman: Berau Butuh Pemetaan Akurat untuk Pertanian yang Lebih Produktif

    Sakirman: Berau Butuh Pemetaan Akurat untuk Pertanian yang Lebih Produktif

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.349
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Sakirman, menegaskan pentingnya pemetaan area pertanian di Bumi Batiwakkal sebagai langkah strategis dalam mengembangkan sektor pertanian dan memastikan keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, pemetaan ini akan menjadi acuan utama dalam menentukan wilayah dengan potensi pertanian unggulan serta menghindari ketergantungan pada satu komoditas. “Harus ada satu program pemetaan terkait area pertanian […]

expand_less