Berau Genjot Pembangunan Jalan Wisata, PUPR Kantongi Hampir Rp1 Triliun
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau bersiap menggeber pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata andalan pada tahun anggaran 2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ditugasi menjadikan konektivitas ke destinasi wisata sebagai salah satu program utama.
Dorongan ini muncul setelah lonjakan kunjungan wisatawan ke pesisir Berau dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menilai, geliat pariwisata di sepanjang garis pantai daerah itu tak bisa lagi ditopang oleh akses jalan yang apa adanya. Keamanan dan kenyamanan perjalanan wisata disebut menjadi pertimbangan utama.
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto, menjelaskan bahwa meskipun terjadi penyesuaian dalam struktur anggaran daerah, belanja infrastruktur tetap berada di baris terdepan prioritas.
“Tahun ini kegiatan pembangunan cukup banyak. Infrastruktur tetap menjadi fokus utama dan PUPR mendapat alokasi anggaran hampir Rp1 triliun,” ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah daerah menggarap sektor ini.
Bambang menyebut, perhatian besar diarahkan ke kawasan wisata pesisir yang kini menjadi magnet wisatawan saat libur panjang maupun hari besar keagamaan. Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk, hingga Tabalar masuk dalam daftar wilayah yang konektivitas jalannya akan dibenahi.
“Peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah pesisir sangat signifikan. Karena itu akses jalan harus benar-benar diperhatikan agar perjalanan wisata lebih aman dan nyaman,” jelasnya.
Sejumlah proyek strategis pun disiapkan untuk menghubungkan titik-titik wisata tersebut. Di Kecamatan Biduk-Biduk, pemerintah akan membangun jalan jalur dua yang menghubungkan RT 1 hingga RT 6 sepanjang 2,2 kilometer. Nilai proyek itu mencapai Rp19,2 miliar.
Di Pulau Maratua, pembangunan lanjutan jalan jalur utara juga kembali digarap. Panjang ruas yang dikerjakan mencapai 1,1 kilometer dengan alokasi anggaran yang sama, yakni Rp19,2 miliar.
Kecamatan Tabalar tak luput dari rencana penguatan akses. Di wilayah ini, pemerintah menggarap proyek jalan Tabalar Muara sepanjang 2,1 kilometer dengan nilai pekerjaan sekitar Rp28 miliar.
Pembangunan tidak hanya menyasar kawasan pesisir. Wilayah pedalaman juga kebagian program peningkatan akses. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp9,4 miliar untuk peningkatan jalan Simpang Merabu–Punaan. Selain itu, ada paket pekerjaan di kawasan Kelay dan Muara Lesan dengan total dana lebih dari Rp19 miliar.
Menurut Bambang, rangkaian proyek tersebut dirancang bukan semata untuk memperlancar arus wisatawan. Ia menekankan, perbaikan jaringan jalan akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal, mulai dari pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga usaha penunjang pariwisata.
Di luar pembangunan ruas baru, Pemkab Berau juga mengagendakan revitalisasi dan pemeliharaan rutin untuk beberapa jalan strategis. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ruas Simpang Lenggo–Biduk-Biduk yang berstatus jalan kabupaten.
“Ruas Simpang Lenggo menuju Biduk-Biduk menjadi perhatian utama kami. Jalan itu akses vital menuju kawasan wisata pesisir, sehingga harus terus dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan, percepatan pembangunan infrastruktur ini akan mengokohkan pariwisata sebagai salah satu motor utama penggerak ekonomi daerah. Dengan akses jalan yang makin baik, arus wisatawan diyakini akan terus tumbuh dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, baik di kawasan pesisir maupun di pedalaman.
Pemerintah juga berharap, jaringan jalan yang lebih memadai bukan hanya memperlancar mobilitas wisatawan, tetapi sekaligus mempercepat distribusi barang dan jasa serta menekan kesenjangan pembangunan antarkawasan di Kabupaten Berau. (tnr)
- Penulis: admin
