Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » Kerusakan Baterai Jadi Penyebab Utama Padamnya PJUTS di Berau

Kerusakan Baterai Jadi Penyebab Utama Padamnya PJUTS di Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 194
  • print Cetak

BERAU – Persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang kerap padam di sejumlah wilayah Kabupaten Berau masih menjadi keluhan masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan, terutama di ruas jalan yang minim penerangan.

Salah seorang warga Sambaliung, RY, mengaku sering menjumpai lampu jalan yang tidak berfungsi, terutama di kawasan jembatan penghubung Tanjung Redeb–Sambaliung.

“Yang paling sering itu di jumbatan, belum lagi sama lubang bulangnya, yang di takutkan itu klo motor yg lampunya rusak kan susah liatnya,” jelas RY.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Aidil, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan. Namun, menurut dia, penanganan belum dapat dilakukan secara maksimal karena berbagai kendala teknis dan keterbatasan anggaran.

“Kalau kita lihat dari tahun 2023 sampai 2025 ini memang sudah menyebar, namun ada saja titik-titik yang belum terpasang. Untuk memenuhi Kabupaten Berau yang tersebar ini, memang belum sepenuhnya terpenuhi,” ujar Aidil saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Menurut Aidil, sebagian besar gangguan pada Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) disebabkan oleh kerusakan komponen baterai. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan dan koordinasi dengan pihak penyedia, kerusakan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan lampu tidak berfungsi.

Ia menjelaskan, proses perbaikan juga kerap terkendala ketersediaan suku cadang. Salah satu penyedia, PT Sepen, misalnya, sempat mengalami keterbatasan komponen saat melakukan perbaikan di lapangan.

Menurut Aidil, laporan masyarakat yang masuk melalui dokumentasi foto berbasis GPS awalnya mencatat lebih dari seratus titik lampu yang mengalami kerusakan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan langsung, jumlah lampu yang padam ternyata lebih banyak dibandingkan data awal sehingga penyedia harus kembali mengajukan pengiriman suku cadang tambahan dari kantor pusat.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemeliharaan fasilitas penerangan jalan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Berau.

Di sisi lain, alokasi anggaran pemeliharaan yang tersedia pada tahun ini dinilai masih terbatas. Dishub Berau hanya memperoleh anggaran pemeliharaan sekitar Rp700 juta hingga Rp800 juta.

Menurut Aidil, kebutuhan anggaran sebenarnya jauh lebih besar mengingat harga komponen PJUTS relatif tinggi dan jenis suku cadang yang digunakan berbeda-beda karena melibatkan tiga penyedia lampu yang berbeda.

“Harapan kami, pemerintah daerah dapat memberikan mungkin sekitar kurang lebih Rp3 miliar untuk menyeluruh. Mengingat suku cadang dari PJUTS sendiri itu sangat mahal dan jenisnya macam-macam karena ada tiga supplier yang ikut,” tegas Aidil.

Ia juga mengakui kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional berpotensi memengaruhi upaya pemeliharaan dan perbaikan lampu jalan di daerah.

Meski demikian, Dishub Berau tetap merencanakan penambahan titik lampu baru di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Talisayan dan kawasan Kota Tanjung Redeb. Namun, menurut Aidil, perbaikan secara menyeluruh akan sulit dilakukan apabila anggaran pemeliharaan tidak mengalami peningkatan pada tahun-tahun mendatang. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Samarinda — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim), menilai dampak aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Berau telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.   Ancaman tersebut tidak lagi sebatas pencemaran air, melainkan perubahan bentang alam ekstrem yang berisiko langsung terhadap keselamatan masyarakat.   Sorotan publik kemudian menguat, setelah beredar luas di media sosial foto lubang […]

  • Proyek SUTT Talisayan–Maloy Capai 90%, Ditarget Rampung 2025

    Proyek SUTT Talisayan–Maloy Capai 90%, Ditarget Rampung 2025

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Balikpapan – Proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Talisayan–Maloy yang dikerjakan oleh PT PLN (Persero) kini memasuki tahap akhir. Proyek yang menghubungkan Kabupaten Berau dan Kutai Timur itu telah mencapai kemajuan fisik sebesar 90 persen. Meski sempat menghadapi masa libur Idul Adha 1446 Hijriah, PT PLN memastikan pekerjaan tetap berjalan lancar […]

  • Anggota TAB Sambakungan Bersatu Deklarasikan Pilkada Damai

    Anggota TAB Sambakungan Bersatu Deklarasikan Pilkada Damai

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dewan Pimpinan Cabang Tameng Adat Borneo (TAB) Pasukan Merah Kampung Sambakungan merayakan Hari Jadi ke-3 mereka dengan menggelar acara syukuran yang berlangsung di Sekretariat DPC-TAB Sambakungan, RT IV Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, Minggu (25/8/2024). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan anggota komunitas, serta diikuti oleh sekitar 90 orang. Hadir […]

  • BPS Catat Penduduk Usia Kerja Berau Terus Meningkat Dua Tahun Terakhir

    BPS Catat Penduduk Usia Kerja Berau Terus Meningkat Dua Tahun Terakhir

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.412
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau mencatat jumlah penduduk usia kerja terus mengalami peningkatan. Pada Agustus 2024, penduduk usia kerja di Berau mencapai 197.180 orang, bertambah 3.534 orang dibanding Agustus 2023, dan bertambah 21.915 orang dibanding Agustus 2022. Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 133.541 orang (67,73 […]

  • FJPI Kaltim Gandeng SMSI Berau, Tekankan Pentingnya Peran Media dalam Perlindungan Korban Kekerasan Seksual

    FJPI Kaltim Gandeng SMSI Berau, Tekankan Pentingnya Peran Media dalam Perlindungan Korban Kekerasan Seksual

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 631
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim menggelar diskusi bertema “Peran Media Informasi dalam Perlindungan Korban Kekerasan Seksual” yang dihadiri oleh sejumlah jurnalis perempuan dari berbagai media online dan cetak, serta mahasiswi dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Berau, Rabu (13/11/2024). Kegiatan ini menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) […]

  • Hujan Mulai Redam Kebakaran di Berau, BPBD Kaltim Minta Warga Tetap Waspada

    Hujan Mulai Redam Kebakaran di Berau, BPBD Kaltim Minta Warga Tetap Waspada

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai mereda pada Oktober 2026. Berkurangnya luas lahan terbakar terjadi seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Berau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mencatat luas kebakaran pada Oktober sekitar 1.223 hektare. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus dan September, ketika luas […]

expand_less