Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Abrasi Telan 1 Kilometer Daratan Pulau Maratua, Air Bersih Terancam!

Abrasi Telan 1 Kilometer Daratan Pulau Maratua, Air Bersih Terancam!

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
  • visibility 1.482
  • print Cetak

Beraunews.id, Maratua — Pulau Maratua, surga tersembunyi di Kalimantan Timur, terancam abrasi yang kian mengganas. Bibir pantai di Kampung Teluk Harapan kini telah terkikis sejauh 1 kilometer, menelan daratan seluas 30 meter.

Abrasi ini bukan hanya merenggut keindahan pulau, tetapi juga mengancam sumber air bersih bagi masyarakat. Kampung Teluk Harapan selama ini menjadi tumpuan bagi warga sekitar untuk mendapatkan air tawar.

“Kalau abrasi terus-menerus, ke mana kami akan mengambil air bersih?” keluh Imarsyah, Ketua RT 12 Kampung Teluk Harapan, kepada Beraunews.id. “Masyarakat yang mampu mungkin bisa membeli air, tapi bagaimana dengan yang tidak mampu?”

Imarsyah mengungkapkan kekhawatirannya yang telah berlarut-larut sejak tahun 1970-an. Abrasi di pulau ini terus terjadi, mengikis daratan beberapa sentimeter hingga 1 meter setiap tahunnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menahan laju abrasi, termasuk usulan pembangunan penahan gelombang dengan anggaran Rp 40 miliar. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.

Di tengah kekhawatiran ini, secercah harapan muncul dari rencana pembangunan embung air baku di Pulau Maratua. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menjanjikan pembangunan embung ini akan dimulai pada Juli 2024 dengan anggaran Rp 14 miliar.

Embung yang akan dibangun di Kampung Payung-Payung ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi empat kampung di Pulau Maratua, sekaligus menjadi fasilitas bagi wisatawan.

“Air bersih menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat, apalagi di Maratua yang merupakan destinasi wisata unggulan,” jelas Sri Juniarsih. “Embung ini diharapkan dapat membantu dan membuat wisatawan semakin nyaman.”

Embung ini akan mengandalkan air hujan dan air tanah, dengan bentuk yang beragam, seperti bunker, bak terbuka, atau reservoir.

Pembangunan embung ini juga diproyeksikan sebagai antisipasi lonjakan wisatawan di Maratua setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Ketersediaan air bersih yang lancar menjadi kunci kelancaran pariwisata di pulau ini.

Namun, embung ini hanyalah solusi jangka pendek. Upaya jangka panjang untuk mengatasi abrasi di Pulau Maratua masih diperlukan, seperti penanaman pohon bakau dan pembangunan pemecah gelombang.

Masa depan Pulau Maratua kini berada di persimpangan jalan. Akankah abrasi terus merenggut keindahannya, atau akankah upaya pelestarian berhasil menyelamatkannya?. (yf/marta)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Berau 2025 Tembus Rp8,76 Triliun, Hampir Dua Kali Lipat dari Target

    Investasi Berau 2025 Tembus Rp8,76 Triliun, Hampir Dua Kali Lipat dari Target

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Realisasi investasi Kabupaten Berau sepanjang 2025 mencapai Rp8,76 triliun, jauh melampaui target pemerintah daerah sebesar Rp4,5 triliun. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan realisasi tersebut setara dengan 194,71 persen dari target investasi yang ditetapkan. “Pada 2026 target investasi Berau sebesar Rp8 triliun,” kata Sri Juniarsih dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau memperingati […]

  • Tetapkan UMK 2023 Berau Jadi Rp 3,6 juta

    Tetapkan UMK 2023 Berau Jadi Rp 3,6 juta

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dewan Pengupahan Kabupaten Berau, menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau 2023 naik sebesar 6,76 persen menjadi Rp.3.675.887. Kenaikan ini diyakini sebagai salah satu yang terbesar di Kaltim. Besaran upah ini ditetapkan bersama oleh dewan pengupahan yang beranggotakan perwakilan pekerja, pengusaha, pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik Berau dan akademisi, mengacu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan […]

  • PT SBB Group Hadirkan Munsyid Internasional dalam Perayaan Maulid 1446 Hijriah

    PT SBB Group Hadirkan Munsyid Internasional dalam Perayaan Maulid 1446 Hijriah

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 970
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – PT Sungai Berlian Bakti (SBB Group) kembali menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah dengan penuh khidmat di Lapangan Mini Soccer 99, Jalan Raja Alam 1 (Kilo 5), Kabupaten Berau, pada Jumat (21/9). Meskipun cuaca diguyur hujan deras, acara tetap berlangsung meriah dan dihadiri ratusan warga. Acara ini menjadi spesial karena […]

  • Pemkab Berau Siapkan Pariwisata sebagai Penopang Ekonomi Pascaketergantungan SDA

    Pemkab Berau Siapkan Pariwisata sebagai Penopang Ekonomi Pascaketergantungan SDA

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 56
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengarahkan pembangunan ekonomi daerah ke sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru di tengah upaya mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan penguatan pariwisata akan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah setelah Kabupaten Berau memasuki usia ke-73 tahun. “Kita akan beralih dari […]

  • AirAsia Aktif Lagi di Bandara Kalimarau, Rute Surabaya–Balikpapan–Berau Dibuka Kembali

    AirAsia Aktif Lagi di Bandara Kalimarau, Rute Surabaya–Balikpapan–Berau Dibuka Kembali

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Maskapai AirAsia dipastikan kembali melayani penerbangan menuju Kabupaten Berau setelah menghentikan operasionalnya selama dua bulan. Layanan penerbangan rute Surabaya–Balikpapan–Berau dijadwalkan kembali beroperasi mulai 2 Juli 2026. Kepastian tersebut disampaikan Kepala BLU UPBU Kelas I Bandara Kalimarau, Patah Atabri, pada Senin (29/6/2026). Menurutnya, manajemen AirAsia telah memberikan persetujuan untuk kembali mengoperasikan rute Surabaya […]

  • Usulan Pertalite Berau 83.201 Kiloliter, BPH Migas Hanya Setujui 47.312 Kiloliter

    Usulan Pertalite Berau 83.201 Kiloliter, BPH Migas Hanya Setujui 47.312 Kiloliter

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BERAU– Kuota Pertalite untuk Kabupaten Berau pada 2026 disebut jauh di bawah jumlah yang diajukan Pemerintah Kabupaten Berau. Dari usulan sebesar 83.201 kiloliter, BPH Migas hanya menyetujui 47.312 kiloliter. Artinya, terdapat selisih 35.889 kiloliter antara jumlah yang diminta pemerintah daerah dan kuota yang disetujui. Persoalan tersebut mencuat dalam mediasi aksi Gerakan Masyarakat Sipil (GMS) Berau […]

expand_less