Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Abrasi Telan 1 Kilometer Daratan Pulau Maratua, Air Bersih Terancam!

Abrasi Telan 1 Kilometer Daratan Pulau Maratua, Air Bersih Terancam!

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
  • visibility 1.417
  • print Cetak

Beraunews.id, Maratua — Pulau Maratua, surga tersembunyi di Kalimantan Timur, terancam abrasi yang kian mengganas. Bibir pantai di Kampung Teluk Harapan kini telah terkikis sejauh 1 kilometer, menelan daratan seluas 30 meter.

Abrasi ini bukan hanya merenggut keindahan pulau, tetapi juga mengancam sumber air bersih bagi masyarakat. Kampung Teluk Harapan selama ini menjadi tumpuan bagi warga sekitar untuk mendapatkan air tawar.

“Kalau abrasi terus-menerus, ke mana kami akan mengambil air bersih?” keluh Imarsyah, Ketua RT 12 Kampung Teluk Harapan, kepada Beraunews.id. “Masyarakat yang mampu mungkin bisa membeli air, tapi bagaimana dengan yang tidak mampu?”

Imarsyah mengungkapkan kekhawatirannya yang telah berlarut-larut sejak tahun 1970-an. Abrasi di pulau ini terus terjadi, mengikis daratan beberapa sentimeter hingga 1 meter setiap tahunnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menahan laju abrasi, termasuk usulan pembangunan penahan gelombang dengan anggaran Rp 40 miliar. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.

Di tengah kekhawatiran ini, secercah harapan muncul dari rencana pembangunan embung air baku di Pulau Maratua. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menjanjikan pembangunan embung ini akan dimulai pada Juli 2024 dengan anggaran Rp 14 miliar.

Embung yang akan dibangun di Kampung Payung-Payung ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi empat kampung di Pulau Maratua, sekaligus menjadi fasilitas bagi wisatawan.

“Air bersih menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat, apalagi di Maratua yang merupakan destinasi wisata unggulan,” jelas Sri Juniarsih. “Embung ini diharapkan dapat membantu dan membuat wisatawan semakin nyaman.”

Embung ini akan mengandalkan air hujan dan air tanah, dengan bentuk yang beragam, seperti bunker, bak terbuka, atau reservoir.

Pembangunan embung ini juga diproyeksikan sebagai antisipasi lonjakan wisatawan di Maratua setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Ketersediaan air bersih yang lancar menjadi kunci kelancaran pariwisata di pulau ini.

Namun, embung ini hanyalah solusi jangka pendek. Upaya jangka panjang untuk mengatasi abrasi di Pulau Maratua masih diperlukan, seperti penanaman pohon bakau dan pembangunan pemecah gelombang.

Masa depan Pulau Maratua kini berada di persimpangan jalan. Akankah abrasi terus merenggut keindahannya, atau akankah upaya pelestarian berhasil menyelamatkannya?. (yf/marta)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎UMKM Center Jadi “Mesin Pemasaran Baru”, Produk Lokal Berau Siap Bersaing di Pasar Besar

    ‎UMKM Center Jadi “Mesin Pemasaran Baru”, Produk Lokal Berau Siap Bersaing di Pasar Besar

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.776
    • 0Komentar

    ‎TANJUNGREDEB — Upaya memperkuat pemasaran produk lokal dipastikan semakin konkret. Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menegaskan pembangunan UMKM Center akan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2025, sebagai pusat pemasaran sekaligus pembinaan terpadu bagi pelaku UMKM. ‎Bangunan yang akan berlokasi di kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) di atas lahan lebih dari […]

  • Batas Berau-Kutai Timur Belum Disepakati, Dibawa ke Kemendagri

    Batas Berau-Kutai Timur Belum Disepakati, Dibawa ke Kemendagri

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Pemkab Berau dan Pemkab Kutai Timur belum menyepakati batas wilayah. Hasil pertemuan akan ditindaklanjuti Kementerian Dalam Negeri.

  • Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan

    Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Perikanan, untuk bekerja lebih agresif mengejar target produksi ikan 35 ribu ton per tahun. Dorongan itu muncul setelah ia menelaah capaian semester pertama 2025 yang baru menyentuh 13.027,66 ton, atau belum mencapai separuh dari target tahunan. Menurut Nurung, angka tersebut seharusnya […]

  • Berau Targetkan Kemandirian Pangan dengan Sinergi Lintas Sektor

    Berau Targetkan Kemandirian Pangan dengan Sinergi Lintas Sektor

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan. Salah satunya lewat panen padi di Kampung Buyung-Buyung yang berlangsung Agustus 2025 lalu. Panen raya ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan di Bumi Batiwakkal. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyebut kegiatan ini tidak […]

  • Damkar Berau Ingatkan Warga Tanjung Redeb: Instalasi Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran

    Damkar Berau Ingatkan Warga Tanjung Redeb: Instalasi Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau meningkatkan upaya pencegahan kebakaran di wilayah perkotaan Tanjung Redeb. Langkah ini dilakukan menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu serta tingginya aktivitas permukiman di kawasan tersebut. Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Nofian Hidayat, mengatakan kepadatan bangunan di Tanjung Redeb membuat potensi kebakaran perlu diantisipasi sejak dini. […]

  • PPDB Sistem Zonasi Bakal Dihapuskan, Kadisdik Berau: Orangtua dan Murid Jadi Punya Pilihan 

    PPDB Sistem Zonasi Bakal Dihapuskan, Kadisdik Berau: Orangtua dan Murid Jadi Punya Pilihan 

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.191
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Rencana penghapusan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diusulkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, pada 2025 mendatang, disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah. Mardiatul menilai kebijakan ini sebagai langkah positif yang akan memberikan kebebasan lebih besar bagi masyarakat dalam menentukan […]

expand_less