Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Abrasi Telan 1 Kilometer Daratan Pulau Maratua, Air Bersih Terancam!

Abrasi Telan 1 Kilometer Daratan Pulau Maratua, Air Bersih Terancam!

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
  • visibility 1.331
  • print Cetak

Beraunews.id, Maratua — Pulau Maratua, surga tersembunyi di Kalimantan Timur, terancam abrasi yang kian mengganas. Bibir pantai di Kampung Teluk Harapan kini telah terkikis sejauh 1 kilometer, menelan daratan seluas 30 meter.

Abrasi ini bukan hanya merenggut keindahan pulau, tetapi juga mengancam sumber air bersih bagi masyarakat. Kampung Teluk Harapan selama ini menjadi tumpuan bagi warga sekitar untuk mendapatkan air tawar.

“Kalau abrasi terus-menerus, ke mana kami akan mengambil air bersih?” keluh Imarsyah, Ketua RT 12 Kampung Teluk Harapan, kepada Beraunews.id. “Masyarakat yang mampu mungkin bisa membeli air, tapi bagaimana dengan yang tidak mampu?”

Imarsyah mengungkapkan kekhawatirannya yang telah berlarut-larut sejak tahun 1970-an. Abrasi di pulau ini terus terjadi, mengikis daratan beberapa sentimeter hingga 1 meter setiap tahunnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menahan laju abrasi, termasuk usulan pembangunan penahan gelombang dengan anggaran Rp 40 miliar. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.

Di tengah kekhawatiran ini, secercah harapan muncul dari rencana pembangunan embung air baku di Pulau Maratua. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menjanjikan pembangunan embung ini akan dimulai pada Juli 2024 dengan anggaran Rp 14 miliar.

Embung yang akan dibangun di Kampung Payung-Payung ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi empat kampung di Pulau Maratua, sekaligus menjadi fasilitas bagi wisatawan.

“Air bersih menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat, apalagi di Maratua yang merupakan destinasi wisata unggulan,” jelas Sri Juniarsih. “Embung ini diharapkan dapat membantu dan membuat wisatawan semakin nyaman.”

Embung ini akan mengandalkan air hujan dan air tanah, dengan bentuk yang beragam, seperti bunker, bak terbuka, atau reservoir.

Pembangunan embung ini juga diproyeksikan sebagai antisipasi lonjakan wisatawan di Maratua setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Ketersediaan air bersih yang lancar menjadi kunci kelancaran pariwisata di pulau ini.

Namun, embung ini hanyalah solusi jangka pendek. Upaya jangka panjang untuk mengatasi abrasi di Pulau Maratua masih diperlukan, seperti penanaman pohon bakau dan pembangunan pemecah gelombang.

Masa depan Pulau Maratua kini berada di persimpangan jalan. Akankah abrasi terus merenggut keindahannya, atau akankah upaya pelestarian berhasil menyelamatkannya?. (yf/marta)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Derawan Sedang Godok Perkam Pengendalian Harga Kuliner di Daerah Wisata

    Kampung Derawan Sedang Godok Perkam Pengendalian Harga Kuliner di Daerah Wisata

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.185
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Kepala Kampung Derawan, Indra Mahardika, membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada Peraturan Kampung terkait pengendalian harga kuliner di kawasan wisata Pulau Derawan. Namun, ia mengungkapkan bahwa pemerintah kampung sedang merancang peraturan semacam itu. “Saat ini kami sedang dalam tahap rancangan pembuatan Perkam sekaligus sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (21/1/2025). Ia juga menegaskan […]

  • Pentingnya Penataan Ruang Kota Seiring Peningkatan Drainase

    Pentingnya Penataan Ruang Kota Seiring Peningkatan Drainase

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 635
    • 0Komentar

    (10/10/2023)  Beraunews.id, Tanjung Redeb — Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman, menekankan pentingnya penataan ruang kota dengan berwawasan lingkungan untuk memastikan pemanfaatan ruang yang optimal. Dirinya menggarisbawahi bahwa pembangunan drainase, khususnya di permukiman yang sering tergenang air saat musim hujan, tidak hanya berperan sebagai sistem irigasi tetapi juga harus memperhatikan aspek keindahan kota. Proses pembangunan […]

  • ‎RLH Jadi Harapan Baru, Langkah Atasi Kemiskinan dari Akar Permasalahan

    ‎RLH Jadi Harapan Baru, Langkah Atasi Kemiskinan dari Akar Permasalahan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 771
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Tinggal di rumah yang layak masih jadi mimpi bagi banyak warga Berau. Data terbaru mencatat lebih dari 4.200 keluarga masih menunggu giliran mendapatkan bantuan rumah layak huni dari pemerintah. ‎Sayangnya, kuota pembangunan rumah tahun ini justru mengalami penurunan. Kalau tahun lalu pemerintah berhasil membangun 345 unit rumah, tahun ini hanya 45 unit […]

  • Harga Ikan Cuma Rp30 Ribu, Gerakan Ikan Murah Berau Terus Digelar Bergilir di 13 Kecamatan

    Harga Ikan Cuma Rp30 Ribu, Gerakan Ikan Murah Berau Terus Digelar Bergilir di 13 Kecamatan

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BERAU – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Gamalis meninjau pelaksanaan Gerakan Ikan Murah dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Kamis (23/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan program yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan ikan dengan harga lebih terjangkau. […]

  • DPRD Berau Berpeluang Tambah Kursi, KPU Ingatkan Acuannya UU Pemilu

    DPRD Berau Berpeluang Tambah Kursi, KPU Ingatkan Acuannya UU Pemilu

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.053
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, Budi Harianto, menegaskan penambahan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ditentukan berdasarkan jumlah penduduk. Hal ini sekaligus menjawab wacana perubahan daerah pemilihan (dapil) pasca pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut Budi, mekanisme penentuan kursi DPRD sudah diatur secara rinci: hingga 100 ribu jiwa mendapat 20 kursi, […]

  • Festival Kuliner Jadul, Jalan Baru Merawat Warisan Rasa dan Menggerakkan UMKM Berau

    Festival Kuliner Jadul, Jalan Baru Merawat Warisan Rasa dan Menggerakkan UMKM Berau

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di antara ramainya tren kuliner kekinian, Berau masih memiliki sesuatu yang lebih dalam dan lebih hangat untuk ditawarkan: jajanan tempo dulu. Kue yang pernah memenuhi meja kayu nenek, manisnya yang sederhana, hingga aroma masa kecil yang tiba-tiba kembali. Dan bagi Elita Herlina, Anggota Komisi II DPRD Berau, warisan rasa itu tak boleh […]

expand_less