Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Abrasi Telan 1 Kilometer Daratan Pulau Maratua, Air Bersih Terancam!

Abrasi Telan 1 Kilometer Daratan Pulau Maratua, Air Bersih Terancam!

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
  • visibility 1.470
  • print Cetak

Beraunews.id, Maratua — Pulau Maratua, surga tersembunyi di Kalimantan Timur, terancam abrasi yang kian mengganas. Bibir pantai di Kampung Teluk Harapan kini telah terkikis sejauh 1 kilometer, menelan daratan seluas 30 meter.

Abrasi ini bukan hanya merenggut keindahan pulau, tetapi juga mengancam sumber air bersih bagi masyarakat. Kampung Teluk Harapan selama ini menjadi tumpuan bagi warga sekitar untuk mendapatkan air tawar.

“Kalau abrasi terus-menerus, ke mana kami akan mengambil air bersih?” keluh Imarsyah, Ketua RT 12 Kampung Teluk Harapan, kepada Beraunews.id. “Masyarakat yang mampu mungkin bisa membeli air, tapi bagaimana dengan yang tidak mampu?”

Imarsyah mengungkapkan kekhawatirannya yang telah berlarut-larut sejak tahun 1970-an. Abrasi di pulau ini terus terjadi, mengikis daratan beberapa sentimeter hingga 1 meter setiap tahunnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menahan laju abrasi, termasuk usulan pembangunan penahan gelombang dengan anggaran Rp 40 miliar. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.

Di tengah kekhawatiran ini, secercah harapan muncul dari rencana pembangunan embung air baku di Pulau Maratua. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menjanjikan pembangunan embung ini akan dimulai pada Juli 2024 dengan anggaran Rp 14 miliar.

Embung yang akan dibangun di Kampung Payung-Payung ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi empat kampung di Pulau Maratua, sekaligus menjadi fasilitas bagi wisatawan.

“Air bersih menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat, apalagi di Maratua yang merupakan destinasi wisata unggulan,” jelas Sri Juniarsih. “Embung ini diharapkan dapat membantu dan membuat wisatawan semakin nyaman.”

Embung ini akan mengandalkan air hujan dan air tanah, dengan bentuk yang beragam, seperti bunker, bak terbuka, atau reservoir.

Pembangunan embung ini juga diproyeksikan sebagai antisipasi lonjakan wisatawan di Maratua setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Ketersediaan air bersih yang lancar menjadi kunci kelancaran pariwisata di pulau ini.

Namun, embung ini hanyalah solusi jangka pendek. Upaya jangka panjang untuk mengatasi abrasi di Pulau Maratua masih diperlukan, seperti penanaman pohon bakau dan pembangunan pemecah gelombang.

Masa depan Pulau Maratua kini berada di persimpangan jalan. Akankah abrasi terus merenggut keindahannya, atau akankah upaya pelestarian berhasil menyelamatkannya?. (yf/marta)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Kaltim Kucurkan Rp25 Miliar untuk Renovasi Rumah Jabatan, Klaim Transparan dan Sesuai Aturan

    Pemprov Kaltim Kucurkan Rp25 Miliar untuk Renovasi Rumah Jabatan, Klaim Transparan dan Sesuai Aturan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur. Kebijakan ini menuai perhatian publik karena nilainya yang dinilai cukup besar. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengatakan renovasi dilakukan karena kondisi bangunan yang sudah lama tidak ditempati dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. “Rumah jabatan ini sudah puluhan […]

  • DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti masalah yang cukup signifikan terkait banyaknya warga pendatang yang telah lama menetap dan bekerja di Berau, namun belum memiliki KTP Kalimantan Timur (Kaltim). Fenomena ini terjadi khususnya di kawasan pesisir, yang mayoritas dihuni oleh warga yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagai Sekretaris Komisi I DPRD […]

  • Berau Masuk Daerah dengan Tekanan Inflasi Tertinggi di Kaltim, Ini Pemicunya

    Berau Masuk Daerah dengan Tekanan Inflasi Tertinggi di Kaltim, Ini Pemicunya

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Bank Indonesia mencatat inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada Agustus 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. Tekanan inflasi pada periode tersebut juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi Kalimantan Timur tercatat sebesar 3,83 persen secara year-on-year (yoy). Sementara inflasi sepanjang tahun berjalan mencapai 2,64 persen secara year-to-date (ytd). Kepala Perwakilan Bank Indonesia […]

  • Anggaran Tertekan, DPRD Minta Pemkab Berau Perketat Belanja Sejak Dini

    Anggaran Tertekan, DPRD Minta Pemkab Berau Perketat Belanja Sejak Dini

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    BERAU — Proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau pada 2027 menjadi perhatian DPRD. Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai, meminta pemerintah daerah mulai melakukan langkah efisiensi, terutama pada pos belanja pegawai. Hal itu disampaikan Rifai dalam rapat koordinasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia menilai penurunan kapasitas fiskal […]

  • Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026

    Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

      Tanjung Redeb – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Berau belum dapat direalisasikan pada 2026 akibat belum tuntasnya persiapan lahan. Proyek yang bersumber dari dana pemerintah pusat itu mensyaratkan lahan siap bangun dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, mengatakan kendala utama terletak pada proses pembersihan lahan (land clearing) yang belum selesai karena […]

  • Korsleting KWh Picu Kebakaran di Tanjung Redeb

    Korsleting KWh Picu Kebakaran di Tanjung Redeb

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    BERAU — Kebakaran melanda satu unit rumah warga di Jalan Merah Delima, Kecamatan Tanjung Redeb, Minggu (3/5/2026) Pagi. Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik pada KWh meter (token) yang berada di samping rumah. Rumah milik Elias Beda Keraf (72), seorang petani, mengalami kerusakan pada bagian depan bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun […]

expand_less