Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026
- account_circle admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tanjung Redeb – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Berau belum dapat direalisasikan pada 2026 akibat belum tuntasnya persiapan lahan. Proyek yang bersumber dari dana pemerintah pusat itu mensyaratkan lahan siap bangun dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, mengatakan kendala utama terletak pada proses pembersihan lahan (land clearing) yang belum selesai karena keterbatasan anggaran.
“Lahan sudah tersedia, tetapi belum siap bangun. Karena itu, alokasi pembangunan tahun ini dialihkan ke daerah lain yang sudah siap,” ujarnya, Kamis, 8 April 2026.
Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat tahun ini difokuskan di Samarinda, Bontang, dan Penajam Paser Utara.
Sebagai alternatif, Pemerintah Kabupaten Berau mengirim anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah di fasilitas milik pemerintah provinsi di Samarinda. Hingga saat ini, tercatat sekitar 18 siswa asal Berau mengikuti program tersebut dengan sistem asrama.
Menurut Iswahyudi, seluruh biaya pendidikan Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah pusat, sedangkan sekolah provinsi dibiayai melalui anggaran pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten hanya memfasilitasi transportasi siswa.
Program ini ditujukan bagi anak dari keluarga sangat miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya pada desil 1 dan 2.
Ia menambahkan, tantangan lain dalam pelaksanaan program adalah persetujuan orang tua untuk melepas anak tinggal di asrama.
“Tidak semua orang tua bersedia, padahal ini kesempatan bagi anak mendapatkan pendidikan tanpa biaya,” kata dia.
Pemerintah daerah berharap kendala lahan dapat segera diselesaikan agar pembangunan Sekolah Rakyat di Berau dapat direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.(tnr)
- Penulis: admin
