Bupati Berau Dorong Evaluasi 14 SPPG, Kualitas Menu MBG Jadi Perhatian
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

BERAU – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau masih menghadapi sejumlah persoalan. Mulai dari kualitas makanan, kecukupan porsi hingga insiden yang sempat terjadi, menjadi perhatian pemerintah daerah untuk membenahi pelaksanaan program tersebut.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara terbuka mengakui bahwa penyelenggaraan MBG di wilayahnya belum sepenuhnya bisa dinyatakan aman. Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui, Rabu (4/11/2026), ketika dimintai tanggapan terkait pelaksanaan program MBG di Berau.
“Kalau dibilang aman, tidak juga, karena sempat ada insiden kemarin,” ujarnya.
Saat ini, tercatat ada 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Berau. Sebanyak 14 unit telah beroperasi, sementara tiga lainnya belum aktif. Pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan operasional fasilitas tersebut sekaligus memastikan seluruh ketentuan penyelenggaraan dipenuhi.
Ketua Tim Satgas Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Berau, M Said, mengatakan pengawasan terhadap SPPG sebenarnya telah dilakukan sejak satgas dibentuk pada 2025. Namun, menyusul surat edaran Menteri Dalam Negeri, pemerintah daerah kembali menyiapkan evaluasi terhadap 14 SPPG yang sudah beroperasi.
Bagi Sri Juniarsih, evaluasi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga menyangkut kualitas makanan yang diterima para siswa. Kandungan gizi, jumlah porsi hingga variasi menu menjadi sejumlah hal yang menurutnya tidak boleh diabaikan.
Ia menilai, menu makanan yang kurang menarik dan tidak sesuai dengan selera anak-anak berpotensi membuat makanan tidak dihabiskan. Jika kondisi itu terus terjadi, tujuan pemenuhan gizi melalui program MBG justru tidak tercapai karena makanan yang disediakan berakhir terbuang.
“Porsinya jangan terlalu sedikit, kemudian menu-menunya juga harus menarik. Kita mengedepankan kebutuhan anak-anak bangsa, tentu semuanya harus diberikan makanan yang terbaik,” katanya.
Sri juga mengingatkan agar penyelenggaraan program MBG tidak hanya dipandang sebagai peluang bisnis bagi penyedia makanan. Menurutnya, kepentingan dan kebutuhan gizi anak-anak harus tetap menjadi prioritas utama dibandingkan orientasi keuntungan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah tengah menyiapkan pemeriksaan langsung terhadap operasional SPPG. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa inspeksi terhadap 14 unit yang telah beroperasi tersebut sedang direncanakan.
Pemeriksaan nantinya akan menyasar seluruh tahapan pengelolaan makanan. Mulai dari pemilihan bahan pangan, proses penyimpanan, pengolahan hingga pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat.
Di tengah evaluasi tersebut, pengembangan fasilitas MBG di Berau juga masih terus berjalan. Dari target awal pembangunan sebanyak 30 SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat rencana pengembangan yang meningkat hingga 42 unit. Selain itu, terdapat empat calon SPPG lainnya yang masih dalam tahap persiapan.
Rencana penambahan fasilitas tersebut diharapkan sejalan dengan peningkatan kualitas pengawasan. Sebab, bertambahnya jumlah SPPG harus diikuti kesiapan pengelolaan dan standar keamanan pangan agar program pemenuhan gizi benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak di Berau.(afn/adv)
- Penulis: admin

