Bupati Berau Ingatkan Kepala Kampung Jangan Ambil Keputusan Tanpa Koordinasi
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 33
- print Cetak

TANJUNG REDEB – Bupati Berau melantik dan mengambil sumpah jabatan empat kepala kampung hasil Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) Serentak serta Kepala Kampung Pengganti Antar Waktu (PAW) di Balai Mufakat, Selasa, 9 Juni 2026.
Empat kepala kampung yang dilantik yakni Mudassir T. sebagai Kepala Kampung Biduk-Biduk, Kecamatan Biduk-Biduk; Sopiyadi M. sebagai Kepala Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung; Jaja Miharja sebagai Kepala Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur; serta Muclistriyadi sebagai Kepala Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung.
Pelantikan tersebut mencakup kepala kampung terpilih hasil Pilkakam Serentak di Kampung Biduk-Biduk, Suaran, dan Sei Bebanir Bangun, serta Kepala Kampung PAW Kampung Tasuk untuk sisa masa jabatan 2019–2027 dan 2021–2029.
Dalam sambutannya, Bupati Berau meminta para kepala kampung yang baru dilantik menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kepala kampung memiliki peran penting tidak hanya dalam penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga dalam pembinaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga.
Ia menegaskan para kepala kampung harus segera bergerak menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Di tengah tantangan fiskal yang terus berkembang, pemerintah kampung dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber pendapatan.
“Tidak bisa lagi hanya bergantung pada dana yang ada. Kepala kampung harus mampu melihat peluang dan potensi yang dimiliki kampungnya masing-masing untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan kampung,” ujarnya.
Bupati juga mendorong penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian kampung. Menurut dia, pengelolaan yang baik serta komunikasi yang efektif antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pengembangan BUMK.
Selain itu, pembinaan sumber daya manusia dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki masing-masing kampung harus terus dilakukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia meminta seluruh aparatur kampung memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kolaborasi yang baik, respons yang cepat, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, kata dia, harus benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Dalam pengelolaan administrasi dan keuangan kampung, Bupati mengingatkan pentingnya koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK). Ia menekankan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan administrasi maupun penggunaan anggaran kampung.
“Kepala kampung harus banyak belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan aktif berkonsultasi dengan camat. Jangan mengambil keputusan sendiri tanpa koordinasi. Camat adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah yang harus menjadi tempat berkoordinasi dalam setiap kebijakan di tingkat kampung,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai seluruh kampung di Kabupaten Berau memiliki potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor ekonomi, pertanian, perikanan hingga pariwisata. Khusus Kampung Biduk-Biduk, ia berharap potensi wisata yang dimiliki dapat terus ditata dan dikembangkan sebagai salah satu gerbang destinasi unggulan Kabupaten Berau.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak kepala kampung, lembaga kemasyarakatan, dan Tim Penggerak PKK kampung untuk memperkuat sinergi dalam membangun kampung yang maju, mandiri, dan sejahtera, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal dari pemerintah kampung. (tnr/adv)
- Penulis: admin

