Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 596
  • print Cetak

Samarinda — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim), menilai dampak aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Berau telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

 

Ancaman tersebut tidak lagi sebatas pencemaran air, melainkan perubahan bentang alam ekstrem yang berisiko langsung terhadap keselamatan masyarakat.

 

Sorotan publik kemudian menguat, setelah beredar luas di media sosial foto lubang tambang terbuka di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelay yang terlihat lebih dalam dibandingkan badan sungai itu sendiri.

 

Dinamisator JATAM Kaltim, Mustari Sihombing, mengungkapkan bahwa padatnya izin usaha pertambangan (IUP) di Berau telah memicu perubahan lanskap secara masif.

 

Berdasarkan data overlay JATAM, terdapat 94 konsesi tambang di Kabupaten Berau, dengan tujuh konsesi berada di wilayah hulu dan tengah DAS Kelay.

 

“Sungai Kelay merupakan urat nadi masyarakat Berau. Ketika lubang tambang dibuat lebih dalam dari aliran sungai, risiko yang ditanggung sangat besar, mulai dari perubahan aliran air tanah hingga potensi jebolnya struktur tanah saat hujan lebat,” kata Mustari, pada Sabtu (24/1/2025).

 

Temuan tersebut diperkuat hasil investigasi lapangan Jaringan Penulis Alam (JPA) yang menunjukkan jarak antara lubang tambang terbuka (open pit) dengan aliran Sungai Kelay berada pada posisi kritis.

 

Aktivitas pengerukan itu diduga berada dalam konsesi PT Supra Bara Energi (SBE) yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) seluas 2.543 hektare, meliputi wilayah Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur.

 

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Erwanto, menegaskan bahwa meski kewenangan perizinan pertambangan berada di pemerintah pusat.

 

Pemerintah daerah, menurutnya akan tetap memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pengawasan.

 

“Tidak elok jika pemerintah daerah terkesan menutup mata terhadap kondisi yang terjadi di wilayahnya sendiri. Kami akan berkoordinasi dengan Inspektur Pertambangan sebagai perpanjangan tangan Kementerian ESDM,” ujar Bambang.

 

Ia menyampaikan, Dinas ESDM Kaltim berencana memanggil perusahaan terkait untuk memaparkan dokumen perizinan serta metode penggalian yang diterapkan.

 

Setelah itu, Inspektur Tambang akan melakukan pemeriksaan lapangan, termasuk menilai kesesuaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

 

“Fokus pengawasan kami adalah jarak galian yang dinilai terlalu dekat dengan sungai. Jika hal tersebut tercantum dalam Amdal, maka mitigasi geotekniknya akan kami cermati secara serius,” kata Bambang.

 

Namun, bagi JATAM, langkah administratif saja dinilai sangat belum cukup, mengingat bahwa kondisi dampak dan akibat dari kerusakan lingkunganya sangat parah.

 

Mustari bahkan mengingatkan bahwa ancaman di DAS Kelay bukan sekadar potensi, melainkan telah terbukti melalui peristiwa banjir besar pada Mei 2021, ketika luapan Sungai Kelay merusak tanggul tambang dan merendam permukiman warga di Kampung Bena Baru.

 

“Sungai Kelay tidak rusak karena faktor alam semata. Kerusakan ini merupakan hasil dari kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan tambang dibandingkan keselamatan warga,” ujar Mustari.

 

JATAM Kaltim mendesak pemerintah segera melakukan audit lingkungan menyeluruh serta membekukan sementara aktivitas pertambangan di kawasan berisiko hingga proses audit tuntas dilakukan.

 

“Jika dibiarkan, yang sedang dikeruk bukan hanya batu bara, tetapi juga masa depan dan keselamatan masyarakat Berau,” pungkasnya.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Embung Belum Optimal, Warga Maratua Tetap Bergantung pada Air Hujan

    Embung Belum Optimal, Warga Maratua Tetap Bergantung pada Air Hujan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.824
    • 0Komentar

    MARATUA — Upaya penyediaan akses air bersih melalui pembangunan embung berbasis program Corporate Social Responsibility (CSR) di Pulau Maratua rupanya belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat sepenuhnya. ‎Di Kampung Teluk Alulu dan Bohe Silian, warga masih harus mengandalkan air hujan sebagai sumber konsumsi utama dalam kehidupan sehari-hari. ‎Camat Maratua, Ariyanto, mengatakan bahwa fasilitas embung yang dibangun […]

  • Pemangkasan DAK Fisik di Berau: Hanya Sektor Pendidikan yang Dapat Alokasi Rp900 Juta

    Pemangkasan DAK Fisik di Berau: Hanya Sektor Pendidikan yang Dapat Alokasi Rp900 Juta

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 605
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Tahun ini, dampak efisiensi anggaran juga terasa hingga ke daerah. Di Kabupaten Berau, untuk penyaluran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga berkurang. Dari data Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung Redeb, yang paling kelihatan pemangkasannya adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik. “DAK Fisik yang didapat tahun ini hanya untuk sektor pendidikan saja. […]

  • Silaturahmi di Kampung Tunggal Bumi, Sri Juniarsih Gaungkan Komitmen untuk Petani dan Infrastruktur Talisayan

    Silaturahmi di Kampung Tunggal Bumi, Sri Juniarsih Gaungkan Komitmen untuk Petani dan Infrastruktur Talisayan

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.280
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Calon Bupati Berau nomor urut 2 pasangan SraGam, Sri Juniarsih Mas, melaksanakan silahturahmi dengan masyarakat Kampung Tunggal Bumi, Kecamatan Talisayan, pada Jumat (8/11/2024). Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat dan didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan SraGam, Ahmad Najib Fathoni. Dalam kesempatan tersebut, Sri Juniarsih mengenang momen tiga tahun lalu saat pertama […]

  • Kisah Kairul Azam, Bocah Maratua yang Digigit Hiu Saat Temani Ayah Cari Udang

    Kisah Kairul Azam, Bocah Maratua yang Digigit Hiu Saat Temani Ayah Cari Udang

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 632
    • 0Komentar

    MARATUA – Seorang bocah bernama Kairul Azam berusia 11 tahun harus mengalami nasib naas. Niat membantu sang ayah justru membuatnya harus mendapatkan luka cukup serius di bagian lengan tangan dan kaki karena serangan hiu. Hal ini bermula ketika si anak ikut ayahnya ke Pulau Semut di Teluk Alulu Kecamatan Maratua untuk mencari Udang, pada Minggu […]

  • APBD Turun, Pembangunan Kelay Terancam—Sekda Minta Semua Pihak Bergerak Cepat

    APBD Turun, Pembangunan Kelay Terancam—Sekda Minta Semua Pihak Bergerak Cepat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    BERAU — Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyoroti belum seimbangnya potensi sumber daya di Kecamatan Kelay dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan berkelanjutan di Kelay, Selasa, 14 April 2026. Menurut Said, wilayah dengan potensi besar seharusnya mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih cepat. Namun, hal itu tidak […]

  • Koperasi Berau Didorong Beradaptasi dengan Ekonomi Digital

    Koperasi Berau Didorong Beradaptasi dengan Ekonomi Digital

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau memberikan penghargaan kepada sejumlah koperasi berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pembangunan ekonomi lokal. Penghargaan tersebut mencakup berbagai jenis koperasi, mulai dari koperasi konsumen, produsen, jasa, hingga koperasi pegawai negeri sipil. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menilai keberadaan koperasi masih relevan dan memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian […]

expand_less