Kemiskinan Kaltim Turun Jadi 5,14 Persen pada Maret 2026
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

SAMARINDA — Persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur atau Kaltim turun menjadi 5,14 persen pada Maret 2026. Angka itu berkurang 0,05 poin persentase dibandingkan September 2025 yang mencapai 5,19 persen.
Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2025. Persentase penduduk miskin Kaltim tercatat turun 0,03 poin persentase.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 200,64 ribu orang. Jumlah tersebut berkurang sekitar 1,40 ribu orang dibandingkan September 2025.
“Bila kita lihat perbandingan antarprovinsi terkait angka kemiskinan, terlihat bahwa angka kemiskinan terendah di Indonesia ada di Provinsi Bali dengan persentase sebesar 3,44 persen,” kata Mas’ud dalam keterangan resminya.
Adapun tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2026 tercatat 8,07 persen. Sementara persentase penduduk miskin tertinggi berada di Papua Tengah, yakni 30,41 persen. Dengan angka 5,14 persen, tingkat kemiskinan Kaltim masih berada di bawah rata-rata nasional.
Kemiskinan Perdesaan Kaltim Naik
Mas’ud mengatakan kesenjangan tingkat kemiskinan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Kaltim masih terlihat. Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di perkotaan mencapai 4,15 persen, sedangkan di pedesaan sebesar 7,42 persen.
Jika dibandingkan dengan September 2025, kemiskinan di perkotaan turun 0,16 poin persentase. Sebaliknya, kemiskinan di pedesaan justru meningkat 0,18 poin persentase.
“Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sedikit mengalami penurunan, sedangkan tingkat kemiskinan penduduk di pedesaan sedikit mengalami kenaikan,” jelas Mas’ud.
Di sisi lain, garis kemiskinan Kaltim meningkat seiring dengan perkembangan kebutuhan hidup. Pada periode September 2025 hingga Maret 2026, garis kemiskinan naik 4,22 persen, dari Rp897.759 menjadi Rp935.662 per kapita per bulan.
Komoditas makanan masih menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan. Pada Maret 2026, kontribusinya mencapai 70,26 persen. Sementara komoditas bukan makanan menyumbang 29,74 persen.
Dengan rata-rata rumah tangga miskin di Kaltim beranggotakan 5,12 orang, garis kemiskinan rumah tangga miskin pada Maret 2026 mencapai sekitar Rp4.790.589 per rumah tangga per bulan.
Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan
BPS juga menggunakan indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan untuk melihat kondisi kemiskinan secara lebih menyeluruh.
Indeks kedalaman kemiskinan mengukur rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Indikator tersebut menunjukkan seberapa jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin berada dari garis kemiskinan.
Adapun indeks keparahan kemiskinan menggambarkan tingkat penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.
Kedua indikator tersebut melengkapi gambaran mengenai kondisi kemiskinan, sehingga penilaiannya tidak hanya didasarkan pada jumlah dan persentase penduduk miskin. (AFN)
- Penulis: admin
