Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Tragis, Pelajar di Samarinda Meninggal Setelah Pakai Sepatu Sempit Bertahun-tahun

Tragis, Pelajar di Samarinda Meninggal Setelah Pakai Sepatu Sempit Bertahun-tahun

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 286
  • print Cetak

SAMARINDA — Seorang pelajar SMK di Samarinda, Mandala (16), meninggal dunia setelah mengalami sakit yang diduga berawal dari penggunaan sepatu sekolah yang tidak sesuai ukuran. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi sorotan terkait kondisi ekonomi keluarga dan akses terhadap kebutuhan dasar.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengungkapkan pihaknya menerima laporan pada 25 April 2026 mengenai seorang pelajar yang meninggal dunia dan sempat disalatkan di sekolah. Tim kemudian mendatangi rumah duka untuk memastikan kondisi keluarga.

Dari hasil penelusuran, diketahui Mandala merupakan anak yatim yang tinggal bersama satu kakak dan tiga adiknya. Ibunya bekerja sebagai penjual risoles keliling dengan penghasilan terbatas.

Rina menjelaskan, sejak kelas 1 SMK, Mandala menggunakan sepatu ukuran 43. Namun seiring pertumbuhan, ukuran kakinya bertambah menjadi 45. Karena keterbatasan ekonomi, sepatu lama tetap digunakan dengan cara dimodifikasi menggunakan busa agar terasa lebih longgar.

“Sepatu itu tetap dipakai setiap hari. Bahkan diganjal dengan foam agar tidak terlalu keras, tapi justru menyebabkan kakinya bengkak,” ujar Rina.

Kondisi tersebut diperparah saat Mandala menjalani kegiatan magang di pusat perbelanjaan yang mengharuskannya berdiri dalam waktu lama. Selama sekitar satu bulan, keluhan nyeri di kaki semakin memburuk dan menjalar hingga ke pinggang dan kepala.

Ibu korban, Ratnasari, menuturkan bahwa awalnya anaknya hanya mengeluhkan sakit ringan. Namun, dalam waktu sekitar tiga minggu, pembengkakan mulai terlihat dan rasa sakit semakin intens.

“Kurang lebih dua minggu pertama belum ada bengkak. Setelah sekitar 20 hari, bagian atas kaki mulai membesar,” katanya, Kamis (30/4/2026).

Meski sakit, Mandala tetap menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk magang. Ia lebih banyak berdiri dan hanya duduk saat waktu istirahat. Keluhan biasanya disampaikan setelah pulang ke rumah.

Sehari sebelum meninggal dunia, kondisi Mandala semakin memburuk. Pembengkakan di kaki terlihat parah. Ia sempat mendapatkan penanganan berupa suntikan di sekitar lingkungan tempat tinggal.

“Setelah disuntik, dia bilang sudah tidak terlalu sakit. Kami kira membaik,” ujar Ratnasari.

Namun, pada Jumat (24/4/2026), Mandala meninggal dunia. Menurut keterangan keluarga, malam sebelum wafat, ia sempat menyampaikan keinginan terakhir untuk memiliki sepatu baru. Permintaan itu belum dapat dipenuhi.

“Dia bilang ingin sepatu untuk terakhir kalinya. Tapi saya tidak bisa membelikan,” tutur Ratnasari.

Meski menghadapi keterbatasan, proses pemulasaran hingga pemakaman disebut mendapat bantuan dari pihak sekolah, termasuk fasilitas ambulans.

Peristiwa ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk TRC PPA Kaltim, yang menilai kasus tersebut mencerminkan masih adanya kerentanan sosial di masyarakat, khususnya terkait akses terhadap kebutuhan dasar dan layanan kesehatan.

Keluarga berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu, agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kompak dan Solid, Matador's Perjuangan Siap Gerakkan Seluruh Anggota Menangkan SraGam

    Kompak dan Solid, Matador’s Perjuangan Siap Gerakkan Seluruh Anggota Menangkan SraGam

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 785
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 2, Sri Juniarsih Mas dan Gamalis (SraGam), semakin kuat menjelang Pilkada Berau 2024. Kali ini, dukungan datang dari Organisasi Masyarakat Matador’s Perjuangan yang secara resmi mendeklarasikan diri mendukung pemenangan pasangan SraGam pada Minggu, 10 November 2024, di sekretariat bersama (Sekber) pemenangan […]

  • Dorong Gerai UMKM Jadi Standar Wajib Hotel di Berau untuk Perkuat Ekonomi Warga

    Dorong Gerai UMKM Jadi Standar Wajib Hotel di Berau untuk Perkuat Ekonomi Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.433
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Upaya memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Berau dinilai tidak cukup hanya dengan pembangunan destinasi dan peningkatan fasilitas akomodasi. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai langkah terpenting saat ini adalah memastikan bahwa setiap pertumbuhan industri wisata memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM lokal. ‎Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan dengan sektor […]

  • Dedy Okto Berpeluang Jadi Ketua DPRD Berau, Nasdem Perkuat Dukungan

    Perbaikan Sekolah di Pulau Maratua Harus Jadi Prioritas Tahun Ini

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Sektor pendidikan menjadi salah satu yang krusial di Kabupaten Berau. Untuk itu, sudah seharusnya sarpras pendidikan mendapatkan perhatian dari Pemkab Berau. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Berau untuk serius menangani perbaikan SDN 001 Teluk Harapan dan SDN 001 Payung-payung, di Kecamatan Maratua yang sempat rusak akibat angin […]

  • DPRD Berau Apresiasi Ketegasan Sekda: ASN Main TikTok saat Jam Kerja Wajib Ditindak Tegas

    DPRD Berau Apresiasi Ketegasan Sekda: ASN Main TikTok saat Jam Kerja Wajib Ditindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, memberikan dukungan penuh terhadap sikap tegas yang diambil oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, terkait peneguran keras terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan bermain TikTok hingga melakukan siaran langsung (live) pada jam kerja. Dedy menilai, tindakan ASN tersebut sangat tidak pantas dan mencerminkan ketidakdisiplinan […]

  • 50 KK Terdampak Karhutla di Kampung Merasa Terima Bantuan Rp500 Juta

    50 KK Terdampak Karhutla di Kampung Merasa Terima Bantuan Rp500 Juta

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KELAY – Sebanyak 50 kepala keluarga terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, menerima bantuan senilai Rp500 juta, Rabu (9/9/2026). Penyaluran bantuan tersebut disaksikan Wakil Bupati Berau Gamalis. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung karhutla, terutama petani yang mengalami kerugian terhadap aset produktif dan sumber penghasilan. Bantuan tersebut merupakan […]

  • Di Balik Maraknya Miras Ilegal di Berau, Satpol PP Ungkap Keterbatasan yang Tak Terlihat

    Di Balik Maraknya Miras Ilegal di Berau, Satpol PP Ungkap Keterbatasan yang Tak Terlihat

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    BERAU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Berau mengakui upaya penertiban peredaran minuman keras ilegal dan tempat hiburan malam yang beroperasi tanpa izin masih menghadapi berbagai kendala. Selain keterbatasan anggaran, penegakan aturan juga dihadapkan pada persoalan regulasi serta minimnya sumber daya manusia. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP […]

expand_less