Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Tuntas Krisis Air di Tembudan, Pemkab Berau Tambah Jaringan SPAM

Tuntas Krisis Air di Tembudan, Pemkab Berau Tambah Jaringan SPAM

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
  • visibility 553
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, termasuk penyediaan air bersih yang layak di seluruh wilayah Kabupaten Berau.

Untuk itu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Pemkab menganggarkan Rp 13,9 miliar untuk memperluas jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPR, Decty Toge Maduli, membeberkan proyek perluasan SPAM ini dianggarkan melalui APBD 2025, demi meningkatkan pelayanan air bersih di Kampung Tembudan dan sekitarnya.

Diungkapkan Decty, jangkauan SPAM di Kampung Tembudan memang masih terbatas, sehingga perluasan jaringan ini menjadi prioritas yang sangat dinantikan masyarakat setempat, demi memenuhi kebutuhan dasar, yaitu air minum.

“Perluasan jaringan SPAM ini kami harapkan bisa membantu masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan air minum yang layak dengan lebih mudah,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Selain kebutuhan dasar masyarakat, proyek ini juga menjadi bukti komitmen Pemkab Berau dalam memenuhi janjinya untuk menghadirkan 25 ribu sambungan rumah (SR) di tahun ini.

Decty berharap proyek ini dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan agar masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Semoga bisa berjalan lancar dan sesuai target yang kita harapkan,” tandasnya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti SPAM merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah terpencil. Ia menyebut bahwa ketersediaan air bersih adalah kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi negara, tak terkecuali di kampung-kampung.

“Kami ingin memastikan bahwa tak ada satu pun warga yang tertinggal dalam pelayanan dasar. Masyarakat di Tembudan dan wilayah lain di Batu Putih berhak mendapatkan akses air bersih yang layak, sama seperti warga di pusat kota,” ujar Sri Juniarsih beberapa waktu lalu. (Yf/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM Berkembang Pesat Selama 3 Tahun Terakhir

    UMKM Berkembang Pesat Selama 3 Tahun Terakhir

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB -Hingga kini, UMKM Berau terus menunjukkan perkembangannya. Produk-produk lokal UMKM bahkan sudah mulai menunjukkan eksistensinya di pasar internasional. Hal ini tak terlepas dari sinergi semua pihak mulai dari pemerintah daerah, OPD hingga masyarakat dan pelaku UMKM itu sendiri. Gelontoran dana bantuan untuk UMKM hingga pelatihan-pelatihan bagi para pelaku UMKM pun, tak henti diberikan […]

  • Masa Depan Pertanian Ada di Kampung: Mina Tani Jadi Alternatif Ketahanan Pangan

    Masa Depan Pertanian Ada di Kampung: Mina Tani Jadi Alternatif Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Di banyak tempat, air bisa menjadi sahabat yang menumbuhkan hasil panen, tetapi juga bisa berubah menjadi masalah ketika genangan datang tanpa kendali. Di Berau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah bekerja agar air tetap berada di sisi yang benar—mengalir ke sawah saat dibutuhkan, dan jauh dari permukiman ketika hujan turun. […]

  • Harga TBS Mulai Turun, FPKS Kaltim Soroti Dampak Kebijakan Ekspor Sawit

    Harga TBS Mulai Turun, FPKS Kaltim Soroti Dampak Kebijakan Ekspor Sawit

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Forum Petani Kelapa Sawit Kalimantan Timur meminta pemerintah pusat menerapkan kebijakan tata niaga ekspor sawit secara hati-hati dan bertahap. Hal itu disampaikan menyusul kebijakan pemerintah terkait penguatan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam, termasuk crude palm oil (CPO). Ketua FPKS Kaltim, Asbudi, menilai Indonesia memang memiliki posisi strategis sebagai produsen sawit terbesar […]

  • Berau Perkuat Daya Tahan Petani Kakao dengan Kebun Percontohan 4 Hektare

    Berau Perkuat Daya Tahan Petani Kakao dengan Kebun Percontohan 4 Hektare

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 567
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan terus mendorong ketahanan komoditas kakao dengan memberikan dukungan langsung kepada petani. Di tengah tekanan harga dan tantangan iklim. ‎Kadisbun Berau, Lita Handini, menegaskan bahwa pihaknya kini lebih fokus pada peningkatan kemampuan dan kepercayaan petani dalam mengelola kebun. ‎Ia menambahkan hama, perawatan intensif, hingga ancaman banjir menjadi tantangan tersendiri yangmembuat sebagian […]

  • Bupati Berau Lantik Dua Pejabat Kepala Kampung, Diminta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

    Bupati Berau Lantik Dua Pejabat Kepala Kampung, Diminta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Bupati Berau Sri Juniarsih melantik Edwin Sofyan dan Jaidi sebagai pejabat kepala kampung di Balai Mufakat, Senin, 6 April 2026. Keduanya diminta segera menjalankan tugas dengan fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan kampung dan pelayanan kepada masyarakat. Edwin Sofyan ditunjuk sebagai Pejabat Kepala Kampung Suaran hingga Desember 2027. Adapun Jaidi menjabat Pejabat […]

  • Di Balik Antrean SPBU: Solar Subsidi Mengalir ke Tambang Batu Bara Ilegal?

    Di Balik Antrean SPBU: Solar Subsidi Mengalir ke Tambang Batu Bara Ilegal?

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Aktivitas penambangan tanpa izin (Peti) di Kabupaten Berau, masih menjadi sorotan. Dalam menjalankan operasionalnya, para pelaku penambangan ilegal ini diketahui menggunakan alat berat seperti ekskavator dan truk besar untuk mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke jetty. Diduga, untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, para penambang memilih untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) […]

expand_less