Pulau Maratua Kembali Jadi Panggung Jazz Internasional pada 2026
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- visibility 44
- print Cetak

SAMARINDA – Pulau Maratua, salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur, kembali bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Maratua Jazz 2026. Festival yang akan digelar pada Juni 2026 tersebut dirancang tidak hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai sarana promosi pariwisata berbasis konservasi dan budaya lokal.
Dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan Indonesia, Pulau Maratua akan menjadi lokasi utama penyelenggaraan festival yang memadukan pertunjukan musik jazz dengan pengalaman menikmati keindahan alam dan ekosistem laut yang masih terjaga.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Saridewi, mengatakan Maratua Jazz 2026 mengusung konsep yang lebih luas dibanding sekadar konser musik. Festival tersebut mengintegrasikan sejumlah unsur penting yang menjadi kekuatan utama pariwisata Kalimantan Timur.
Menurut dia, penyelenggaraan festival akan berfokus pada empat pilar utama, yakni konservasi lingkungan, pemberdayaan komunitas dan budaya lokal, pengembangan kuliner atau gastronomi, serta kolaborasi antara konser musik dan aktivitas wisata selam.
Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Maratua sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap optimistis terhadap potensi kunjungan wisatawan ke Maratua.
“Di tengah fluktuatifnya nilai rupiah terhadap dolar dan perubahan ekonomi global yang cukup dinamis, kita tetap berharap jumlah kunjungan wisatawan asing dan lokal tetap tinggi,” ujar Ririn.
Ia menilai keberhasilan Maratua Jazz tidak hanya ditentukan oleh kualitas pertunjukan musik, tetapi juga kemampuan penyelenggara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung dan mempromosikan acara secara efektif.
Menurut Ririn, promosi yang menarik dan pelayanan pariwisata yang prima menjadi faktor penting untuk memperluas segmen pasar wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Timur.
“Panitia dan penyelenggara harus mengemas promosi festival jazz ini sebaik mungkin dan menerapkan hospitality pariwisata yang prima kepada pengunjung. Dengan pendekatan ini, diharapkan segmentasi pasar akan naik dan bertambah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perputaran ekonomi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau,” pungkasnya.
Pemerintah berharap Maratua Jazz 2026 tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat promosi pariwisata Berau dan Kalimantan Timur, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut. (kaltimprov.go.id/tnr)
- Penulis: admin
