Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 344
  • print Cetak

BERAU – Upacara Pembukaan Perkemahan Orientasi diikuti oleh 700 peserta yang terdiri dari Siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, pada Jumat (7/8/2026) Perkemahan Orientasi Gugus Depan (Gudep) Mulawarman yang berlangsung selama dua hari satu malam.

Kegiatan yang dikenal dengan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) tersebut menjadi agenda tahunan sekolah untuk menyambut anggota baru ekstrakurikuler Pramuka.

Melalui kegiatan di alam terbuka, peserta tidak hanya diperkenalkan pada dunia kepramukaan, tetapi juga dibekali pengalaman yang bertujuan membentuk karakter, melatih kemandirian, hingga kemampuan berpikir kritis.

Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Muhammad Sair Abdullah, mengatakan orientasi tersebut hanya diikuti peserta didik yang memilih bergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka.

“Jumlah peserta yang mengikuti orientasi tahun ini sekitar 90 orang. Karena yang diikutkan hanya siswa-siswi yang bergabung di ekstrakurikuler Pramuka, bukan seluruh siswa baru,” ujarnya, Jumat (07/08/2026).

Menurutnya, sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka, Pramuka tidak lagi menjadi kegiatan wajib sehingga jumlah peserta yang mengikuti orientasi setiap tahun cenderung stabil sesuai minat siswa.

“Dulu saat masih Kurikulum 2013, Pramuka wajib diikuti seluruh siswa. Setelah Kurikulum Merdeka berjalan sekitar tiga tahun, Pramuka menjadi pilihan, sehingga yang bergabung memang mereka yang benar-benar memiliki minat,” jelasnya.

Sair menuturkan, nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut adalah disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, dan kemandirian.

“Yang pertama tentu karakter, terutama disiplin dan tanggung jawab. Kemudian kami ingin mereka menjadi pribadi yang kreatif, mampu berkolaborasi dalam regu maupun kelompok yang lebih besar, serta memiliki jiwa sosial yang baik,” ungkapnya.

Selama mengikuti perkemahan, peserta menjalani berbagai aktivitas yang menuntut mereka lebih mandiri. Mulai dari mendirikan tenda, mengatur perlengkapan, memasak makanan, hingga mengelola waktu tanpa bergantung kepada orang tua.

“Biasanya mereka tidur di kamar dengan AC atau kipas angin, malam ini mereka tidur di tenda. Biasanya makan sudah disiapkan orang tua, sekarang mereka harus memasak sendiri. Kalau tidak memasak, ya tidak makan. Dari situ rasa tanggung jawab, gotong royong, dan kemandirian mereka akan terbentuk,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai tantangan yang muncul selama kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana melatih kemampuan berpikir kritis peserta.

“Misalnya saat memasak, ternyata gas habis atau kayu bakarnya basah karena hujan. Mereka harus berpikir bagaimana tetap bisa memasak. Hal-hal sederhana seperti itu melatih kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi,” jelasnya.

Perkemahan diawali dengan upacara pembukaan di lapangan sekolah yang diikuti seluruh peserta dan pembina. Selama dua hari pelaksanaan, siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, pemasangan tenda, pengenalan Gugus Depan Mulawarman, permainan edukatif, materi kepramukaan, pentas seni, diskusi kelompok, belajar di alam terbuka, senam pagi, Operasi Semut, hingga upacara penutupan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tradisi api unggun tidak dilaksanakan. Keputusan itu diambil karena sekolah tengah mengikuti penilaian Adiwiyata Nasional yang mendorong pengurangan aktivitas pembakaran terbuka.

“Api unggun akhirnya tidak dilaksanakan. Sebagai gantinya, panitia menyiapkan kegiatan lain berupa diskusi kelompok. Peserta diajak membahas berbagai persoalan dan mencari solusi bersama,” kata Sair.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari alumni Pramuka SMP Negeri 3 Tanjung Redeb yang pernah aktif mengikuti berbagai perlombaan. Meski telah lulus dan sebagian sudah bekerja, mereka tetap meluangkan waktu untuk membantu jalannya perkemahan.

“Mereka sudah lulus bahkan sudah bekerja, tetapi masih meluangkan waktu untuk membantu kegiatan ini. Itu menunjukkan bahwa jiwa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap Pramuka masih tertanam,” ujarnya.

Sebagai Ketua Mabigus sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Sair menegaskan sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, baik dari sisi kebijakan maupun pendanaan melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau pimpinan sekolah tidak mendukung, mungkin kegiatan seperti ini dianggap hanya membuang waktu. Padahal manfaatnya sangat besar untuk pembentukan karakter. Karena itu sekolah memberikan izin penuh dan membantu pendanaan melalui anggaran BOS sesuai ketentuan yang berlaku. Jika masih ada kebutuhan lain yang belum terakomodasi, kami juga berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin,” katanya.

Untuk mendukung proses pembelajaran kemandirian, sekolah bersama para pembina juga membatasi akses orang tua ke area perkemahan. Orang tua hanya diperbolehkan mengantar hingga di luar lokasi kegiatan.

“Orang tua tetap boleh datang, tetapi hanya sampai di luar area perkemahan. Kami ingin anak-anak benar-benar belajar mandiri selama mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Melalui Perkemahan Orientasi Gudep tersebut, pihak sekolah berharap para peserta tidak hanya mengenal kepramukaan, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang membentuk karakter positif sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, selama dua hari mereka mengisi waktu dengan kegiatan positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Yang paling penting, karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan berpikir kritis mulai terbentuk. Selain itu, mereka tetap dibimbing menjalankan ibadah, karena tujuan utama pendidikan adalah membentuk iman dan takwa,” tutup Muhammad Sair Abdullah. (*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • SIGAP dari Berau hingga Bulungan, Model Baru Pembangunan Hijau Berbasis Desa

    SIGAP dari Berau hingga Bulungan, Model Baru Pembangunan Hijau Berbasis Desa

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Di saat tekanan terhadap hutan dan krisis lingkungan kian menguat di berbagai daerah, sejumlah kampung di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memilih jalur berbeda: membangun dari desa dengan menaruh pengelolaan sumber daya alam dan partisipasi warga sebagai titik tumpu. Pengalaman itu dipaparkan dalam Ekspos Program SIGAP bertajuk “Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah […]

  • Bukan Hanya Infrastruktur, Rudi Mangunsong: Wisata Berau Butuh Konten Kuat Berbasis Budaya dan Alam

    Bukan Hanya Infrastruktur, Rudi Mangunsong: Wisata Berau Butuh Konten Kuat Berbasis Budaya dan Alam

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 912
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, mendorong pengelola destinasi wisata di Kabupaten Berau untuk tidak hanya mengandalkan keindahan alam, melainkan juga memperkaya pengalaman wisatawan melalui atraksi dan kegiatan tambahan yang kreatif dan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, potensi wisata Berau yang luar biasa selama ini belum dimaksimalkan sepenuhnya. Keindahan pantai, laut, […]

  • Pernyataan Gubernur Kaltim Dipersoalkan, Nilai Tak Tepat Bandingkan Relasi Presiden

    Pernyataan Gubernur Kaltim Dipersoalkan, Nilai Tak Tepat Bandingkan Relasi Presiden

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur yang membandingkan relasi keluarga Hasyim Djojohadikusumo dengan Presiden Prabowo Subianto menuai kritik dari kalangan legislatif daerah. Pernyataan itu dinilai tidak tepat dan berpotensi menyesatkan dalam menjawab sorotan publik terkait dugaan nepotisme di lingkungan pemerintahan daerah. Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Partai Gerindra, Andi Muh. Atif Rayhan Harun, menyampaikan protes […]

  • Libur Sekolah Dimanfaatkan BAZNAS Berau Gelar Khitan Massal bagi 350 Anak

    Libur Sekolah Dimanfaatkan BAZNAS Berau Gelar Khitan Massal bagi 350 Anak

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    BERAU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Berau menggelar khitan massal gratis bagi 350 anak dari keluarga kurang mampu dalam rangka menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah dan masa libur sekolah. Kegiatan dipusatkan di Rumah Sehat BAZNAS, Ahad, 5 Juli 2026. Program tersebut merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah di sektor kesehatan. […]

  • 54 Ribu Ton Sampah per Tahun, Bupati Berau Ajak Warga Mulai Pilah dari Rumah

    54 Ribu Ton Sampah per Tahun, Bupati Berau Ajak Warga Mulai Pilah dari Rumah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Suasana malam di Hotel Mercure Berau, Senin (28/7/2025), terasa berbeda dari biasanya. Lampu-lampu ballroom yang biasanya gemerlap untuk acara formal, malam itu menyinari peringatan yang lebih mendalam. Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dengan tema “Hentikan Polusi Plastik,” kegiatan ini tak hanya menjadi seremoni tahunan, tapi juga panggilan darurat bagi warga Berau. Bupati Berau, […]

  • Pemkab Berau Komitmen Perluas Akses Internet, Ajukan 41 BTS Tahun Ini

    Pemkab Berau Komitmen Perluas Akses Internet, Ajukan 41 BTS Tahun Ini

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 808
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan besar bagi sejumlah kampung di Kabupaten Berau. Jangkauan jaringan yang terbatas dan kualitas sinyal yang lemah berdampak pada berbagai sektor, mulai dari layanan publik hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk mengatasi persoalan ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau kembali mengusulkan pembangunan 41 menara Base Transceiver Station (BTS) […]

expand_less