Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

Belajar Mandiri di Alam Terbuka, 90 Siswa Baru SMPN 3 Tanjung Redeb Ikuti Perkemahan Pembentukan Karakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 311
  • print Cetak

BERAU – Upacara Pembukaan Perkemahan Orientasi diikuti oleh 700 peserta yang terdiri dari Siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, pada Jumat (7/8/2026) Perkemahan Orientasi Gugus Depan (Gudep) Mulawarman yang berlangsung selama dua hari satu malam.

Kegiatan yang dikenal dengan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) tersebut menjadi agenda tahunan sekolah untuk menyambut anggota baru ekstrakurikuler Pramuka.

Melalui kegiatan di alam terbuka, peserta tidak hanya diperkenalkan pada dunia kepramukaan, tetapi juga dibekali pengalaman yang bertujuan membentuk karakter, melatih kemandirian, hingga kemampuan berpikir kritis.

Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Muhammad Sair Abdullah, mengatakan orientasi tersebut hanya diikuti peserta didik yang memilih bergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka.

“Jumlah peserta yang mengikuti orientasi tahun ini sekitar 90 orang. Karena yang diikutkan hanya siswa-siswi yang bergabung di ekstrakurikuler Pramuka, bukan seluruh siswa baru,” ujarnya, Jumat (07/08/2026).

Menurutnya, sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka, Pramuka tidak lagi menjadi kegiatan wajib sehingga jumlah peserta yang mengikuti orientasi setiap tahun cenderung stabil sesuai minat siswa.

“Dulu saat masih Kurikulum 2013, Pramuka wajib diikuti seluruh siswa. Setelah Kurikulum Merdeka berjalan sekitar tiga tahun, Pramuka menjadi pilihan, sehingga yang bergabung memang mereka yang benar-benar memiliki minat,” jelasnya.

Sair menuturkan, nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut adalah disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, dan kemandirian.

“Yang pertama tentu karakter, terutama disiplin dan tanggung jawab. Kemudian kami ingin mereka menjadi pribadi yang kreatif, mampu berkolaborasi dalam regu maupun kelompok yang lebih besar, serta memiliki jiwa sosial yang baik,” ungkapnya.

Selama mengikuti perkemahan, peserta menjalani berbagai aktivitas yang menuntut mereka lebih mandiri. Mulai dari mendirikan tenda, mengatur perlengkapan, memasak makanan, hingga mengelola waktu tanpa bergantung kepada orang tua.

“Biasanya mereka tidur di kamar dengan AC atau kipas angin, malam ini mereka tidur di tenda. Biasanya makan sudah disiapkan orang tua, sekarang mereka harus memasak sendiri. Kalau tidak memasak, ya tidak makan. Dari situ rasa tanggung jawab, gotong royong, dan kemandirian mereka akan terbentuk,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai tantangan yang muncul selama kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana melatih kemampuan berpikir kritis peserta.

“Misalnya saat memasak, ternyata gas habis atau kayu bakarnya basah karena hujan. Mereka harus berpikir bagaimana tetap bisa memasak. Hal-hal sederhana seperti itu melatih kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi,” jelasnya.

Perkemahan diawali dengan upacara pembukaan di lapangan sekolah yang diikuti seluruh peserta dan pembina. Selama dua hari pelaksanaan, siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, pemasangan tenda, pengenalan Gugus Depan Mulawarman, permainan edukatif, materi kepramukaan, pentas seni, diskusi kelompok, belajar di alam terbuka, senam pagi, Operasi Semut, hingga upacara penutupan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tradisi api unggun tidak dilaksanakan. Keputusan itu diambil karena sekolah tengah mengikuti penilaian Adiwiyata Nasional yang mendorong pengurangan aktivitas pembakaran terbuka.

“Api unggun akhirnya tidak dilaksanakan. Sebagai gantinya, panitia menyiapkan kegiatan lain berupa diskusi kelompok. Peserta diajak membahas berbagai persoalan dan mencari solusi bersama,” kata Sair.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari alumni Pramuka SMP Negeri 3 Tanjung Redeb yang pernah aktif mengikuti berbagai perlombaan. Meski telah lulus dan sebagian sudah bekerja, mereka tetap meluangkan waktu untuk membantu jalannya perkemahan.

“Mereka sudah lulus bahkan sudah bekerja, tetapi masih meluangkan waktu untuk membantu kegiatan ini. Itu menunjukkan bahwa jiwa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap Pramuka masih tertanam,” ujarnya.

Sebagai Ketua Mabigus sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Sair menegaskan sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, baik dari sisi kebijakan maupun pendanaan melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau pimpinan sekolah tidak mendukung, mungkin kegiatan seperti ini dianggap hanya membuang waktu. Padahal manfaatnya sangat besar untuk pembentukan karakter. Karena itu sekolah memberikan izin penuh dan membantu pendanaan melalui anggaran BOS sesuai ketentuan yang berlaku. Jika masih ada kebutuhan lain yang belum terakomodasi, kami juga berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin,” katanya.

Untuk mendukung proses pembelajaran kemandirian, sekolah bersama para pembina juga membatasi akses orang tua ke area perkemahan. Orang tua hanya diperbolehkan mengantar hingga di luar lokasi kegiatan.

“Orang tua tetap boleh datang, tetapi hanya sampai di luar area perkemahan. Kami ingin anak-anak benar-benar belajar mandiri selama mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Melalui Perkemahan Orientasi Gudep tersebut, pihak sekolah berharap para peserta tidak hanya mengenal kepramukaan, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang membentuk karakter positif sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, selama dua hari mereka mengisi waktu dengan kegiatan positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Yang paling penting, karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan berpikir kritis mulai terbentuk. Selain itu, mereka tetap dibimbing menjalankan ibadah, karena tujuan utama pendidikan adalah membentuk iman dan takwa,” tutup Muhammad Sair Abdullah. (*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPID Kaltim Soroti Pergub 49 Tahun 2024: “Jangan Sampai Matikan Media Baru”

    KPID Kaltim Soroti Pergub 49 Tahun 2024: “Jangan Sampai Matikan Media Baru”

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 1.832
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur, Irwansyah, angkat suara terkait Peraturan Gubernur Nomor 49 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Media Massa di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim. Aturan ini menuai reaksi dari sejumlah media lokal, terutama soal syarat berbadan hukum minimal dua tahun untuk bisa menjalin kontrak kerja sama informasi. Dalam Pergub tersebut, […]

  • Fasilitas di Tepian Teratai Bakal Diperbaiki, Pemerintah Minta Warga Ikut Merawat

    Fasilitas di Tepian Teratai Bakal Diperbaiki, Pemerintah Minta Warga Ikut Merawat

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 671
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Perbaikan turap di Tepian Teratai akan segera dilakukan, pekerjaan itu akan dimulai bulan ini atau selambat-lambatnya bulan depan. ‎Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Fendra Firnawan menuebut, anggaran masih menunggu melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahun ini ‎“Waktu dekat ini, mungkin bulan ini atau bulan depan kita mulai perbaikan. Jadi […]

  • Bupati Sri Juniarsih Dorong Warga Manfaatkan Diskon PBB Sebelum September Berakhir

    Bupati Sri Juniarsih Dorong Warga Manfaatkan Diskon PBB Sebelum September Berakhir

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 752
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kebijakan diskon Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Berau terbukti efektif mendorong kesadaran masyarakat untuk melunasi kewajibannya. Hingga 8 September 2025, realisasi penerimaan PBB-P2 tercatat Rp2,76 miliar atau 50,2 persen dari target Rp5,5 miliar. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, mengatakan tren penerimaan pajak meningkat tajam […]

  • ‎Inovasi Digital di Berau: QR Code dan Gelang Tangan Jadi Alat Baru Pantau Wisatawan

    ‎Inovasi Digital di Berau: QR Code dan Gelang Tangan Jadi Alat Baru Pantau Wisatawan

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 869
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Penerapan teknologi kini mulai merambah dunia pariwisata Berau. Melalui sistem QR Code dan gelang tangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau memperkenalkan cara baru mencatat jumlah pengunjung secara akurat di setiap kegiatan musik dan budaya. ‎Langkah ini pertama kali diuji coba dalam ajang Maratua Musik Festival (MMF), yang digelar di salah […]

  • Prof. Zamroni Dianugerahi “Pemimpin Inspiratif” oleh PERMAPENDIS di Forum Internasional UNUJA

    Prof. Zamroni Dianugerahi “Pemimpin Inspiratif” oleh PERMAPENDIS di Forum Internasional UNUJA

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.325
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, – Di tengah forum akademik bergengsi International Conference “The Future is Now: Reimagining Knowledge, Power, and Justice in A Changing World” yang digelar di Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo, Sabtu (18/10/2025), Prof. Dr. Zamroni, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, menerima penghargaan “Pemimpin Inspiratif” […]

  • Lima Bangunan Usaha di Atas Aset Pemkot Samarinda Diratakan Satpol PP

    Lima Bangunan Usaha di Atas Aset Pemkot Samarinda Diratakan Satpol PP

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Lima bangunan liar yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Samarinda di Jalan Kapten Soedjono RT 12, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, akhirnya dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda, Selasa, 12 Mei 2026. Penertiban dilakukan setelah berbagai upaya persuasif dan surat peringatan yang dilayangkan pemerintah tak kunjung diindahkan para […]

expand_less