Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Warga Balikukup Pasang Garis Tegas: Kompresor Jangan Masuk Karang Dangalahan

Warga Balikukup Pasang Garis Tegas: Kompresor Jangan Masuk Karang Dangalahan

  • account_circle admin
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 7
  • print Cetak

BERAU – Perairan Karang Dangalahan menjadi perhatian warga Balikukup setelah muncul laporan mengenai nelayan dari luar daerah yang diduga menggunakan kompresor untuk mengambil hasil laut. Warga khawatir aktivitas tersebut tidak hanya menguras sumber daya laut, tetapi juga mengancam terumbu karang yang menjadi tumpuan nelayan tradisional setempat.

Persoalan ini mencuat sejak awal Juli 2026. Seorang nelayan lokal disebut sempat melaporkan keberadaan kapal nelayan asal Sulawesi yang masuk ke kawasan Karang Dangalahan.

Laporan itu diterima pada Jumat, 3 Juli 2026, melalui pesan WhatsApp. Namun informasi awal belum dapat ditindaklanjuti lebih jauh karena bukti yang dikirim dinilai belum cukup lengkap.

Foto dan rekaman video memang tersedia, tetapi laporan tersebut tidak disertai titik koordinat, waktu, dan tanggal kejadian yang terperinci.

“Laporan tersebut saat itu kami tampung terlebih dahulu karena kami anggap belum akurat. Kami membutuhkan bukti yang valid seperti titik koordinat serta keterangan waktu yang jelas agar penanganan di lapangan dapat berjalan tepat sasaran,” ujar salah satu warga Balikukup, Selasa (11/8/2026).

Persoalan kemudian kembali mencuat pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 08.00 WITA.

Seorang nelayan asal Sulawesi mendatangi POKMASWAS Lestari Balikukup. Nelayan tersebut disebut meminta izin untuk beroperasi sementara di kawasan itu karena terkendala angin kencang saat hendak menuju Pulau Miang.

Dalam pertemuan itu, Suriyadi mempertanyakan alat tangkap serta jenis hasil laut yang hendak diambil.

Nelayan tersebut kemudian menyampaikan bahwa mereka ingin mencari teripang dengan bantuan kompresor untuk penyelaman.

“Langsung saya jawab, mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat, kompresor itu dilarang. Sesuai Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, setiap orang dilarang memiliki, menguasai, membawa, atau menggunakan alat bantu penangkapan ikan yang merusak keberlanjutan sumber daya ikan,” tegas warga Balikukup tersebut.

Bagi warga Balikukup, persoalan kompresor tidak berhenti pada alat yang digunakan untuk menyelam. Kekhawatiran mereka terletak pada aktivitas pengambilan hasil laut yang dinilai dapat berlangsung lebih intensif dan menjangkau area yang selama ini menjadi ruang hidup nelayan tradisional.

Warga juga menolak anggapan bahwa penggunaan kompresor dapat dibenarkan sebagai bagian dari kebiasaan atau kearifan lokal.

Menurut mereka, metode tersebut berbeda dengan pola penangkapan tradisional yang selama ini dilakukan masyarakat Balikukup.

Kekhawatiran paling besar tertuju pada Karang Dangalahan. Kawasan tersebut dinilai memiliki arti penting bagi kehidupan nelayan lokal karena keberadaan terumbu karang menjadi habitat berbagai biota laut sekaligus menopang sumber tangkapan masyarakat.

Salah seorang warga Balikukup berinisial DI mengatakan keberadaan nelayan luar yang menggunakan kompresor perlu mendapat perhatian serius.

“Kami warga lokal sangat mendukung sikap tegas POKMASWAS. Perairan Karang Dangalahan adalah ruang hidup nelayan tradisional jika terumbu karangnya rusak akibat pengoperasian kompresor, mata pencaharian masyarakat dalam jangka panjang yang akan hancur,” pungkas DI.

Kasus ini sekaligus menunjukkan persoalan lain dalam pengawasan laut: laporan masyarakat membutuhkan bukti lapangan yang cukup agar dapat ditindaklanjuti.

Foto atau video tanpa koordinat dan waktu kejadian dapat menyulitkan petugas menentukan lokasi maupun memastikan aktivitas yang dilaporkan.

Karena itu, warga Balikukup kini bukan hanya meminta aktivitas yang diduga merusak diawasi lebih ketat. Mereka juga ingin Karang Dangalahan tidak menjadi ruang bebas bagi praktik penangkapan yang berpotensi mengorbankan ekosistem dan penghidupan nelayan lokal dalam jangka panjang. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilu 2024: Semua Pihak Berkomitmen untuk Mewujudkan Demokrasi yang Jujur

    Pemilu 2024: Semua Pihak Berkomitmen untuk Mewujudkan Demokrasi yang Jujur

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Deklarasi Pemilu Damai yang digelar di Tanjung Redeb pada Senin (23/09/2023), menjadi langkah penting untuk memastikan Pemilu yang aman dan kondusif di Kabupaten Berau. Deklarasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau, Budi Harianto, dan diikuti oleh para calon Bupati dan Wakil Bupati, termasuk pasangan MP-AW dan SRAGAM. […]

  • Teknologi, Pelatihan, dan Benih Unggul: Pemerintah Mantapkan Lompatan Pertanian Berau Menuju Masa Depan Mandiri

    Teknologi, Pelatihan, dan Benih Unggul: Pemerintah Mantapkan Lompatan Pertanian Berau Menuju Masa Depan Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Masa depan pertanian Berau bergerak ke arah yang lebih modern.Tidak lagi bertumpu pada cara tradisional, sektor pangan kini perlahan bertransformasi melalui dukungan teknologi dan peningkatan kapasitas petani. Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), menegaskan komitmennya untuk mendorong petani naik kelas—lebih cepat, lebih efisien, dan lebih produktif. Deretan […]

  • DPRD Berau Ingatkan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

    DPRD Berau Ingatkan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 339
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Sektor kuliner di Kabupaten Berau semakin berwarna dengan resmi beroperasinya gerai Mie Gacoan di Tanjung Redeb. Kehadiran investasi baru ini diharapkan tidak hanya sekadar menambah pilihan gaya hidup masyarakat, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal. Langkah ini menyusul sorotan dari Komisi II DPRD Berau […]

  • Data Terintegrasi, Disnaker Berau Siap Atur Penyaluran Tenaga Kerja Lokal

    Data Terintegrasi, Disnaker Berau Siap Atur Penyaluran Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.133
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Berau meminta seluruh perusahaan di wilayahnya untuk melaporkan kebutuhan tenaga kerja secara langsung kepada instansi terkait. Langkah ini disebut penting agar data ketenagakerjaan lebih terintegrasi sekaligus mempermudah penyaluran tenaga kerja lokal. “Jika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, laporkan ke Disnaker. Kami yang akan mencarikan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan,” […]

  • Dukung Pemilu Damai dan Berkualitas, SMSI Kaltim Gelar Rakorwil di Berau

    Dukung Pemilu Damai dan Berkualitas, SMSI Kaltim Gelar Rakorwil di Berau

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 2.485
    • 0Komentar

    Beraunews.id,Tanjung Redeb — 2024 menjadi tahun paling sibuk bagi republik ini. Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar, selama 12 bulan ke depan Indonesia akan melangsungkan suksesi kepemimpinan secara serentak dan berjenjang. Pemilihan legislatif digelar bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan kepala daerah yang digelar September mendatang. Pers sebagai pilar demokrasi […]

  • Fleksibilitas Lebih Tinggi, RSUD Talisayan Siap Menjadi BLUD

    Fleksibilitas Lebih Tinggi, RSUD Talisayan Siap Menjadi BLUD

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah pesisir. Salah satu langkah signifikan adalah advokasi untuk perubahan status RSUD Talisayan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Upaya ini melibatkan beberapa dinas terkait untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan di daerah tersebut. Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, […]

expand_less