Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » PT HSB Bantu Penanganan Karhutla, Pos Damkar Labanan Ungkap Keterbatasan Personel

PT HSB Bantu Penanganan Karhutla, Pos Damkar Labanan Ungkap Keterbatasan Personel

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 144
  • print Cetak

BERAU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca panas dan kering di Kabupaten Berau kembali menyoroti kesiapan personel dan dukungan operasional di lapangan. Di Pos Pemadam Kebakaran Labanan, misalnya, hanya terdapat satu petugas pemerintah daerah yang bertugas. Selebihnya, penanganan kebakaran banyak mengandalkan relawan masyarakat.

Di tengah kondisi itu, PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menyalurkan bantuan personel, bahan bakar minyak, konsumsi, serta kendaraan operasional untuk mendukung penanganan karhutla, Rabu, (12/8).

Komandan Pos Pemadam Kebakaran Labanan, Dwi Susilo, mengatakan dukungan dunia usaha dibutuhkan karena anggaran pemadam kebakaran yang tersedia lebih banyak diperuntukkan bagi penanganan kebakaran permukiman.

“Harapannya ada perusahaan-perusahaan atau dunia usaha lainnya, maupun pemilik lahan, yang bisa memberikan kontribusi. Karena anggaran kami di Damkar ini khusus untuk pemadaman permukiman, bukan untuk kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Dwi mengatakan HSB memberikan satu drum BBM, konsumsi, satu unit kendaraan operasional, serta personel yang dapat diterjunkan bersama petugas ketika terjadi kebakaran.

“HSB ini sudah sangat membantu. Ada bantuan BBM, konsumsi, unit mobil, tim pemadam, dan SDM. Kami sangat berterima kasih karena setiap tahun Hutan Sanggam membantu kami,” katanya.

Menurut dia, persoalan penanganan karhutla bukan hanya menyangkut ketersediaan kendaraan dan logistik. Keterbatasan personel juga menjadi kendala, terutama ketika kebakaran terjadi di wilayah yang cukup jauh atau membutuhkan penanganan dalam waktu lama.

Di Pos Damkar Labanan, Dwi menyebut dirinya menjadi satu-satunya petugas yang berasal dari pemerintah daerah. Personel lainnya merupakan relawan masyarakat yang tidak setiap waktu dapat dikerahkan.

“Petugas asli yang memang dari Pemda saya sendiri. Sisanya relawan masyarakat. Kalau mereka punya waktu longgar, mereka bisa membantu. Tapi kalau ada kebutuhan pekerjaan atau kehidupan mereka, tentu tidak bisa selalu membantu,” ujarnya.

Perwakilan PT Hutan Sanggam Berau, YP Kurniawan, mengatakan dukungan terhadap pengendalian kebakaran hutan telah dilakukan perusahaan secara rutin setiap tahun.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan personel dan logistik dalam rangka penanganan kebakaran. Kita harapkan perusahaan lain juga bisa mengikuti apa yang dilakukan HSB,” ujarnya.

Menurut Kurniawan, meski dukungan tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, pembiayaannya di HSB dialokasikan melalui kegiatan pengamanan dan perlindungan hutan.

“Ini sudah rutin kita adakan setiap tahun untuk membantu pengendalian kebakaran hutan. Ini bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga ekosistem hutan kita,” katanya.

Untuk mendukung operasi lapangan, HSB menyiapkan satu kendaraan pemadaman dan empat personel. Tim tersebut dapat bergerak bersama petugas pemadam ketika ditemukan titik api, terutama di kawasan sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kalau ada titik api, kita lakukan pemadaman. Ada satu unit kendaraan operasional pemadaman yang kita ikutkan untuk membantu pengendalian kebakaran hutan,” jelasnya.

Kurniawan mengatakan jangkauan bantuan untuk sementara masih diprioritaskan di sekitar wilayah perusahaan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangannya.

“Sekitar lingkar perusahaan yang kita utamakan dulu karena anggaran kita juga terbatas. Hutan yang utama kita lakukan pengamanan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan risiko kebakaran meningkat seiring kondisi cuaca yang panas dan kering. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar dinilai dapat memperbesar potensi munculnya kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Kondisi saat ini ekstrem, cuaca sangat panas. Kebakaran sangat mudah terjadi. Kita ingin masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebanyakan api timbul dari pembukaan lahan untuk perkebunan atau ladang,” katanya.

Dukungan HSB diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan satu perusahaan. Dwi mendorong perusahaan lain dan pemilik lahan di sekitar kawasan rawan karhutla ikut menyediakan dukungan operasional maupun personel. Terlebih, keterbatasan tenaga di tingkat pos membuat kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat masih menjadi salah satu penopang utama ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih dari 60 Perempuan Ikut Gowes Berkebaya, Kartini Dirayakan dengan Gaya Berbeda

    Lebih dari 60 Perempuan Ikut Gowes Berkebaya, Kartini Dirayakan dengan Gaya Berbeda

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    BERAU — Suasana Minggu sore (19/4) di Berau tampak berbeda. Puluhan perempuan terlihat mengayuh sepeda sambil mengenakan kebaya, memadukan semangat olahraga dengan nuansa budaya dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan bertajuk Gowes WACANA (Wanita Cantik Mempesona) ini digelar oleh komunitas Abissia Bike. Selain bersepeda bersama, acara juga diisi dengan sesi berbagi bersama pegiat literasi Berau, […]

  • Kampung-kampung Maju, Berau Semakin Cantik: Komitmen Sri Juniarsih di Pilkada 2024

    Kampung-kampung Maju, Berau Semakin Cantik: Komitmen Sri Juniarsih di Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 892
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Berau Nomor Urut 2, Sri Juniarsih Mas – Gamalis (SraGam), kembali melanjutkan kampanye mereka dengan menyapa warga di sejumlah titik di Kecamatan Gunung Tabur pada Minggu (6/20/24). Kampanye tersebut mencakup beberapa desa, antara lain Kampung Sambakungan, Melati Jaya, Merancang Ulu, Merancang Ilir, dan Maluang. Di […]

  • DPRD Berau Dukung Pembatasan Medsos Bagi Anak

    DPRD Berau Dukung Pembatasan Medsos Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 932
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah berencana menerapkan kebijakan penonaktifan akun media sosial bagi pengguna yang belum berusia 16 tahun mulai 28 Maret 2026. Ketentuan ini akan berlaku pada sejumlah platform digital populer yang banyak digunakan masyarakat, di antaranya YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, hingga gim daring Roblox. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi […]

  • Berau Raih Realisasi Tertinggi Bankeu Se-Kaltim, Capai 87,79% di Triwulan II

    Berau Raih Realisasi Tertinggi Bankeu Se-Kaltim, Capai 87,79% di Triwulan II

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dari hasil Rapat Tim Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) Bankeu Kabupaten/kota triwulan II tahun 2024, Berau menjadi kabupaten dengan realisasi paling tinggi se-Kaltim. Hingga saat ini, realisasi bantuan di Kabupaten Berau menunjukkan kemajuan signifikan dengan 80% pencapaian fisik dan 87,79% pencapaian keuangan. Rapat yang dilaksanakan pada Kamis (29/8/2024) lalu itu, dihadiri BAPPEDA, BPKAD, […]

  • Kolaborasi dengan Swasta Jadi Jalan Tengah Diskoperindag untuk UMKM

    Kolaborasi dengan Swasta Jadi Jalan Tengah Diskoperindag untuk UMKM

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Keterbatasan anggaran membuat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau harus melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan program kerja, khususnya yang berkaitan dengan pelatihan dan pendampingan pelaku usaha.   Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yuanita, mengatakan bahwa sebagian besar tugas Diskoperindag berfokus pada pembinaan, pendampingan, pelatihan, serta pengawasan di lapangan, termasuk pengawasan distribusi LPG […]

  • Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

    Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau kian sering berhadapan dengan buaya yang muncul di tengah permukiman warga. Reptil besar itu dinilai membahayakan, namun setiap ekor yang berhasil diamankan tak boleh dimusnahkan. Statusnya sebagai satwa dilindungi membuat buaya-buaya tersebut wajib dikembalikan ke habitat alaminya, sejauh mungkin dari aktivitas manusia. Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi […]

expand_less