Suhu Berau 36 Derajat, BMKG Minta Kaltim Tak Lengah Hadapi Karhutla
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

SAMARINDA – Kalimantan Timur mulai menunjukkan sejumlah sinyal yang membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan perlu ditingkatkan. Dalam sepuluh hari pertama Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sekitar 4.700 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.
Di Berau, suhu udara bahkan terpantau mencapai 36 derajat Celsius.
Dua kondisi itu menjadi perhatian BMKG di tengah ancaman dampak El Niño dan karhutla yang berpotensi meningkat apabila cuaca kering berlangsung lebih lama.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan kondisi cuaca dan potensi karhutla di Kalimantan Timur perlu mendapat perhatian serius.
Catatan sekitar 4.700 hotspot tersebut berasal dari pemantauan pada dasarian pertama Agustus 2026. Sementara suhu tinggi yang terpantau di Berau dinilai menjadi salah satu peringatan agar pemerintah daerah dan seluruh unsur penanggulangan bencana tidak menunggu api membesar sebelum bertindak.
Kondisi tersebut, menurut Djoko, menjadi peringatan dini atau warning bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan langkah antisipasi sejak awal.
“Mari bersama-sama bergandeng tangan mengantisipasi terjadinya bencana yang tidak diinginkan di Kaltim,” katanya.
BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur membahas situasi itu dalam rapat koordinasi yang digelar secara virtual, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut mengangkat tema penguatan koordinasi BMKG dan BPBD dalam mengantisipasi dampak El Niño sekaligus pencegahan dan penanganan karhutla.
Djoko mengatakan koordinasi menjadi penting agar perubahan kondisi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Apabila situasi berkembang menjadi keadaan darurat, penanganannya diharapkan dapat cepat dinaikkan hingga tingkat nasional melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Sejauh ini, BMKG menilai kondisi Kalimantan Timur secara umum masih terkendali.
Djoko mencontohkan Balikpapan. Setiap titik panas maupun kejadian kebakaran disebut dapat segera ditangani sehingga api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Secara umum wilayah Kalimantan Timur masih tergolong aman, namun kewaspadaan harus terus dijaga dan tidak boleh lengah,” tegasnya.
Peringatan tersebut menjadi penting karena jumlah hotspot tidak selalu identik dengan kejadian kebakaran besar. Namun kemunculan titik panas dalam jumlah banyak, ditambah suhu tinggi dan kondisi cuaca yang mengering, menjadi indikator yang perlu direspons cepat di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Budi Purnomo, mengatakan kerja sama BPBD dan BMKG menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kondisi tersebut, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Informasi cuaca, potensi bencana, dan peringatan dini dari BMKG, kata dia, tidak cukup hanya diterima. Data tersebut harus segera dianalisis dan diterjemahkan menjadi tindakan kesiapsiagaan di lapangan.
“Melalui koordinasi ini, kami berharap dapat memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan kecepatan penyampaian peringatan dini, memperkokoh kolaborasi, serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dalam menghadapi dan menanggapi setiap kejadian bencana yang terjadi,” ujar Buyung.
Menurut Buyung, ketergantungan BPBD terhadap data meteorologi dan klimatologi sangat besar. Informasi BMKG menjadi dasar untuk membaca potensi ancaman sebelum berubah menjadi bencana yang lebih luas.
“Setengah kekuatan badan kami ada pada BMKG. Artinya, tanpa dukungan dan data akurat dari BMKG, kami akan mengalami kesulitan besar dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana,” katanya.
Dengan ribuan hotspot terdeteksi pada awal Agustus dan suhu di Berau mencapai 36 derajat Celsius, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan koordinasi berjalan di atas meja. Kecepatan membaca titik panas, menjangkau lokasi, dan memadamkan api sebelum meluas akan menentukan apakah Kaltim mampu mempertahankan kondisi tetap terkendali sepanjang periode kering ini. (afn)
- Penulis: admin
