Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Suhu Berau 36 Derajat, BMKG Minta Kaltim Tak Lengah Hadapi Karhutla

Suhu Berau 36 Derajat, BMKG Minta Kaltim Tak Lengah Hadapi Karhutla

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 91
  • print Cetak

SAMARINDA – Kalimantan Timur mulai menunjukkan sejumlah sinyal yang membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan perlu ditingkatkan. Dalam sepuluh hari pertama Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sekitar 4.700 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.

Di Berau, suhu udara bahkan terpantau mencapai 36 derajat Celsius.

Dua kondisi itu menjadi perhatian BMKG di tengah ancaman dampak El Niño dan karhutla yang berpotensi meningkat apabila cuaca kering berlangsung lebih lama.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan kondisi cuaca dan potensi karhutla di Kalimantan Timur perlu mendapat perhatian serius.

Catatan sekitar 4.700 hotspot tersebut berasal dari pemantauan pada dasarian pertama Agustus 2026. Sementara suhu tinggi yang terpantau di Berau dinilai menjadi salah satu peringatan agar pemerintah daerah dan seluruh unsur penanggulangan bencana tidak menunggu api membesar sebelum bertindak.

Kondisi tersebut, menurut Djoko, menjadi peringatan dini atau warning bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan langkah antisipasi sejak awal.

“Mari bersama-sama bergandeng tangan mengantisipasi terjadinya bencana yang tidak diinginkan di Kaltim,” katanya.

BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur membahas situasi itu dalam rapat koordinasi yang digelar secara virtual, Kamis, 13 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut mengangkat tema penguatan koordinasi BMKG dan BPBD dalam mengantisipasi dampak El Niño sekaligus pencegahan dan penanganan karhutla.

Djoko mengatakan koordinasi menjadi penting agar perubahan kondisi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Apabila situasi berkembang menjadi keadaan darurat, penanganannya diharapkan dapat cepat dinaikkan hingga tingkat nasional melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sejauh ini, BMKG menilai kondisi Kalimantan Timur secara umum masih terkendali.

Djoko mencontohkan Balikpapan. Setiap titik panas maupun kejadian kebakaran disebut dapat segera ditangani sehingga api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

“Secara umum wilayah Kalimantan Timur masih tergolong aman, namun kewaspadaan harus terus dijaga dan tidak boleh lengah,” tegasnya.

Peringatan tersebut menjadi penting karena jumlah hotspot tidak selalu identik dengan kejadian kebakaran besar. Namun kemunculan titik panas dalam jumlah banyak, ditambah suhu tinggi dan kondisi cuaca yang mengering, menjadi indikator yang perlu direspons cepat di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Budi Purnomo, mengatakan kerja sama BPBD dan BMKG menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kondisi tersebut, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Informasi cuaca, potensi bencana, dan peringatan dini dari BMKG, kata dia, tidak cukup hanya diterima. Data tersebut harus segera dianalisis dan diterjemahkan menjadi tindakan kesiapsiagaan di lapangan.

“Melalui koordinasi ini, kami berharap dapat memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan kecepatan penyampaian peringatan dini, memperkokoh kolaborasi, serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dalam menghadapi dan menanggapi setiap kejadian bencana yang terjadi,” ujar Buyung.

Menurut Buyung, ketergantungan BPBD terhadap data meteorologi dan klimatologi sangat besar. Informasi BMKG menjadi dasar untuk membaca potensi ancaman sebelum berubah menjadi bencana yang lebih luas.

“Setengah kekuatan badan kami ada pada BMKG. Artinya, tanpa dukungan dan data akurat dari BMKG, kami akan mengalami kesulitan besar dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana,” katanya.

Dengan ribuan hotspot terdeteksi pada awal Agustus dan suhu di Berau mencapai 36 derajat Celsius, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan koordinasi berjalan di atas meja. Kecepatan membaca titik panas, menjangkau lokasi, dan memadamkan api sebelum meluas akan menentukan apakah Kaltim mampu mempertahankan kondisi tetap terkendali sepanjang periode kering ini. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Rip Current di Pantai Berau

    Waspada Rip Current di Pantai Berau

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 968
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pulau Derawan yang eksotis, Maratua dengan lagunanya yang menawan, hingga pantai-pantai di Biduk-Biduk—semua menjadi surga bagi wisatawan. Namun, di balik keindahan itu, tersimpan ancaman tersembunyi. Rip current atau arus balik. Fenomena alam ini bisa dengan cepat menyeret perenang ke tengah laut tanpa mereka sadari. Nofian Hidayat, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, […]

  • Bangunan Sekolah Hangus, Siswa SMPN 1 Segah Tetap Belajar 

    Bangunan Sekolah Hangus, Siswa SMPN 1 Segah Tetap Belajar 

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.930
    • 0Komentar

    SEGAH — Pasca kebakaran yang melanda SMP Negeri 1 Segah dan menghanguskan delapan ruang kelas, ratusan siswa kini terpaksa belajar lesehan di ruang sementara. Sebanyak 575 siswa terdampak, namun kegiatan belajar mengajar tetap dilanjutkan dengan dukungan berbagai pihak. Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau langsung lokasi sekolah yang terbakar pada Senin (14/10). Dalam kunjungannya, ia menyampaikan […]

  • Berau Belum Punya Cold Storage

    Berau Belum Punya Cold Storage

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau hingga pertengahan 2026 masih belum memiliki fasilitas gudang pendingin (cold storage) maupun pabrik es yang dapat digunakan secara mandiri untuk mendukung aktivitas nelayan. Kondisi tersebut diakui menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sektor perikanan daerah. Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda, mengatakan program yang dijalankan instansinya saat ini masih berfokus pada […]

  • Dinkes Berau Wajibkan Penjamah Makanan Ikut Pelatihan Khusus

    Dinkes Berau Wajibkan Penjamah Makanan Ikut Pelatihan Khusus

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 838
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memperketat pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah insiden keracunan yang menimpa sejumlah siswa. Dua instansi, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pangan, kini mengambil langkah tegas dengan menekankan standar ketat bagi penyedia makanan. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menuturkan setiap Satuan Penyedia Program Gizi (SPPG) diwajibkan […]

  • Prabowo Soroti Digitalisasi Bansos, Proses Kelayakan dari 200 Hari Kini Diklaim Hitungan Menit

    Prabowo Soroti Digitalisasi Bansos, Proses Kelayakan dari 200 Hari Kini Diklaim Hitungan Menit

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti digitalisasi perlindungan sosial sebagai salah satu bentuk transformasi pelayanan pemerintah. Sistem baru ini disebut mampu memangkas proses pendaftaran hingga pemeriksaan kelayakan penerima bantuan sosial yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan menjadi hanya hitungan menit. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI […]

  • Target Administrasi Tercapai, 65 Ribu Anak Berau Kini Punya Identitas

    Target Administrasi Tercapai, 65 Ribu Anak Berau Kini Punya Identitas

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau meluncurkan inovasi layanan baru untuk mempercepat penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Program yang diberi nama Si Lacak Cepat atau Layanan Kolektif Cetak Dokumen Selesai di Tempat ini dirancang dengan pendekatan jemput bola langsung ke sekolah-sekolah. Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, menjelaskan layanan tersebut berbasis […]

expand_less