Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » TBM Enggang Jagad Dorong Literasi Pesisir, Targetkan 100 Tulisan Warga Eka Sapta

TBM Enggang Jagad Dorong Literasi Pesisir, Targetkan 100 Tulisan Warga Eka Sapta

  • account_circle admin
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • visibility 35
  • print Cetak

BERAU – Taman Bacaan Masyarakat atau TBM Enggang Jagad menggelar Lokakarya Pengembangan Budaya Baca dan Tulis di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, pada 1–3 September 2026. Sebanyak 150 peserta dari kalangan remaja, pegiat literasi sekolah hingga kader pemberdayaan masyarakat dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Pembukaan Lokakarya Pesisir Eka Sapta dihadiri Camat Talisayan Mutmainah, perwakilan Balai Bahasa Kalimantan Timur Bidang Literasi Amien Wangsitalaja, serta Kepala Cabang Dinas Wilayah VI Provinsi Kalimantan Timur Ahmadong yang membuka kegiatan secara resmi.

Lokakarya tersebut merupakan bagian dari program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan berupa Fasilitasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026.

Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kegemaran membaca, meningkatkan kemampuan menulis, sekaligus menjadi langkah awal pembentukan komunitas literasi di Kampung Eka Sapta.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan di Gedung Serba Guna Kampung Eka Sapta. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri atas 50 remaja calon pegiat literasi, 50 pegiat literasi sekolah, serta 50 peserta dari TP-PKK, Dasawisma, Posyandu dan perwakilan ibu rumah tangga.

Ketua TBM Enggang Jagad, Karyani Tri Tialani, menjelaskan dalam proposal kegiatan bahwa lokakarya tersebut dilatarbelakangi masih terbatasnya akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan ruang untuk berekspresi, khususnya di wilayah pesisir.

Kampung Eka Sapta dinilai memiliki potensi sumber daya manusia dan kekayaan lokal yang dapat dikembangkan melalui penguatan budaya membaca dan menulis.

TBM Enggang Jagad memandang taman bacaan tidak hanya sebagai tempat menyimpan dan membaca buku. Keberadaan TBM juga diharapkan menjadi ruang publik, pusat kreativitas hingga wadah pembelajaran masyarakat sepanjang hayat.

“Yang kami dapatkan di kampung ini belum ada komunitas literasi,” demikian latar belakang proposal tersebut.

Karena itu, salah satu target kegiatan adalah menginisiasi pembentukan komunitas literasi Kampung Eka Sapta. Komunitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan membaca sekaligus menjalankan gerakan literasi secara mandiri.

Tiga Hari dengan Fokus Berbeda

Lokakarya berlangsung dengan tema dan sasaran berbeda setiap harinya.

Pada Selasa, 1 September 2026, kegiatan difokuskan pada peningkatan kompetensi calon pegiat literasi kampung serta kampanye motivasi pendirian Taman Bacaan Masyarakat.

Peserta mendapat pembekalan mengenai tata kelola TBM, strategi menciptakan aktivitas membaca yang menarik, hingga penyusunan rencana aksi untuk merintis pojok baca maupun taman bacaan secara mandiri.

Kegiatan pada hari pertama juga diarahkan untuk membentuk struktur awal komunitas atau TBM. Peserta diharapkan dapat menyusun rencana konkret, mulai dari penentuan lokasi hingga sistem pengelolaannya.

Pada hari kedua, Rabu, 2 September 2026, kegiatan menyasar pegiat literasi sekolah.

Materi difokuskan pada pemanfaatan teks multimodal untuk memperkuat literasi di lingkungan sekolah dan kampung, serta penyusunan artikel praktik baik menggunakan metode STAR atau Situation, Task, Action dan Reflection.

Peserta diperkenalkan dengan sejumlah bentuk teks multimodal, mulai infografis, video, komik digital, poster hingga presentasi interaktif.

Pengalaman maupun program literasi yang telah dijalankan peserta kemudian diarahkan untuk dituangkan menjadi artikel praktik baik.

Sementara pada hari terakhir, Kamis, 3 September 2026, lokakarya diperuntukkan bagi TP-PKK Kampung Eka Sapta dengan tema “Menulis Racikan Leluhur: Menghidupkan Makanan, Minuman & Obat Tradisional Lewat Cerita”.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong mendokumentasikan makanan, minuman hingga obat tradisional yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat.

Resep dan cerita yang selama ini diwariskan secara lisan diharapkan dapat dituangkan dalam bentuk tulisan sehingga tidak hilang seiring perubahan zaman.

Targetkan Lahir Komunitas Literasi

TBM Enggang Jagad merancang program tersebut tidak berhenti setelah lokakarya tiga hari selesai.

Salah satu target utama adalah terbentuknya komunitas literasi Kampung Eka Sapta dengan struktur kepengurusan yang melibatkan unsur remaja, guru hingga PKK.

Kegiatan ini juga ditargetkan menghasilkan sedikitnya 100 draf tulisan masyarakat yang mengangkat sejarah, tradisi, potensi daerah serta kearifan lokal Kampung Eka Sapta.

Tulisan tersebut nantinya akan melalui proses penyuntingan sebelum dikompilasi menjadi sebuah buku antologi.

Peserta dari kelompok pegiat literasi sekolah juga ditargetkan menghasilkan rancangan teks multimodal serta artikel praktik baik berbasis metode STAR. Sedangkan peserta dari kelompok PKK diarahkan menghasilkan dokumentasi resep tradisional berikut cerita yang melatarbelakanginya.

Untuk memastikan keberlanjutan program, evaluasi direncanakan dilakukan secara berkala pada satu bulan, tiga bulan hingga enam bulan setelah lokakarya berlangsung.

Evaluasi itu menjadi bagian dari upaya memastikan komunitas literasi yang dibentuk tetap berjalan dan tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan berakhir.

Lokakarya Pesisir Eka Sapta berlangsung pada 1–3 September 2026 dengan total anggaran kegiatan yang tercantum dalam proposal sebesar Rp50 juta.

Melalui program tersebut, TBM Enggang Jagad berharap gerakan literasi dapat berkembang tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga masuk ke keluarga dan masyarakat.

Kolaborasi antara remaja, pegiat literasi sekolah dan kelompok PKK diharapkan menjadi fondasi terbentuknya ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kampung Eka Sapta. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penataan DAS Pedalaman & Drainase Dinilai Penting Demi Kota Tangguh dan Siap Menerima Arus Kunjungan

    Penataan DAS Pedalaman & Drainase Dinilai Penting Demi Kota Tangguh dan Siap Menerima Arus Kunjungan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Berau kembali memunculkan genangan di sejumlah kawasan perkotaan. Warga di daerah rawan banjir mengeluhkan kondisi tersebut, dan kini perhatian tertuju pada langkah pemerintah dalam menangani persoalan tahunan ini. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan penanganan banjir tidak boleh lagi bersifat reaktif. Menurutnya, banyak saluran drainase masih […]

  • Dari Tawar-Menawar Ikan hingga UMKM Olahan Laut, Bupati Berau Pantau Pasar Murah di Sambaliung

    Dari Tawar-Menawar Ikan hingga UMKM Olahan Laut, Bupati Berau Pantau Pasar Murah di Sambaliung

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    BERAU – Pagi Sabtu, 16 Mei 2026, kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambaliung berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga berdesakan menuju lapak-lapak ikan segar dalam gelaran Gerakan Pasar Ikan Murah yang diadakan Pemerintah Kabupaten Berau. Arus kendaraan menuju lokasi pun sempat tersendat sejak awal kegiatan karena padatnya pengunjung. Di antara antrean warga yang menenteng kantong […]

  • Warga Gunung Tabur Geger, Sesosok Jenazah Ditemukan di Dalam Rumah

    Warga Gunung Tabur Geger, Sesosok Jenazah Ditemukan di Dalam Rumah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Gunung Tabur — Warga RT 05 Gang Sepakat, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, digegerkan oleh penemuan sesosok jenazah di dalam sebuah rumah pada Selasa malam, 7 April 2026. Jenazah tersebut ditemukan sekitar pukul 20.00 WITA. Hingga pukul 21.16 WITA, proses evakuasi masih berlangsung oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Mewakili Kapolsek Gunung Tabur, Wakapolsek Gunung […]

  • Solidaritas Warga Sambaliung Menguat, Sultan Serukan Dukungan untuk Sragam

    Solidaritas Warga Sambaliung Menguat, Sultan Serukan Dukungan untuk Sragam

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Berau, Sri Juniarsih dan Gamalis (Sragam), mendapatkan dukungan penuh dari Sultan Kesultanan Sambaliung, Raja Muda Perkasa Datu Amir. Dukungan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi yang berlangsung di kediaman Sultan Sambaliung pada Selasa (20/11/2024). Acara tersebut dihadiri oleh relawan, tokoh masyarakat, serta pendukung pasangan nomor urut 2 […]

  • Soal Peredaran Miras, Eva Yunita Minta OPD Teknis Maksimalkan Penindakan

    Soal Peredaran Miras, Eva Yunita Minta OPD Teknis Maksimalkan Penindakan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    BERAU – Larangan peredaran minuman keras di Kabupaten Berau sejatinya sudah diikat aturan tegas melalui Peraturan Daerah. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, Eva Yunita, menegaskan bahwa problem utama saat ini bukan lagi pada ketiadaan regulasi, melainkan pada pelaksanaan di lapangan. Eva menjelaskan, Perda yang mengatur pelarangan peredaran miras di Bumi Batiwakkal […]

  • Derawan Jadi Proyek Percontohan, Sampah Plastik Disulap Jadi Rupiah

    Derawan Jadi Proyek Percontohan, Sampah Plastik Disulap Jadi Rupiah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menggeser cara pandang terhadap sampah plastik di kawasan wisata. Di Pulau Derawan, limbah yang dulu dianggap sekadar masalah kebersihan kini tengah didorong menjadi sumber ekonomi baru melalui sistem pengelolaan berbasis daur ulang. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa Pulau Derawan telah resmi ditetapkan sebagai salah satu pilot project pengelolaan sampah […]

expand_less