Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Karhutla Tak Kunjung Usai, Swasta Ikut Kerahkan Puluhan Personel di Berau

Karhutla Tak Kunjung Usai, Swasta Ikut Kerahkan Puluhan Personel di Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

BERAU – Sejumlah perusahaan swasta bersama TNI, Polri dan tim pemadam kebakaran berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang muncul di sejumlah titik di Kabupaten Berau sepanjang akhir Agustus 2026.

PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam sejumlah operasi pemadaman bersama perusahaan lain, aparat keamanan hingga petugas pemadam. Puluhan personel, armada tangki air, pompa dan kendaraan pendukung dikerahkan untuk mencegah api meluas.

Direktur Operasional PT Hutan Sanggam Berau, Wawan, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan respons cepat serta koordinasi antarpihak, terutama ketika titik panas terdeteksi di kawasan yang sulit dijangkau.

Menurut dia, keterlibatan perusahaan bukan hanya untuk melindungi areal kerja, tetapi juga membantu pengendalian kebakaran agar tidak berkembang dan berdampak terhadap kawasan maupun masyarakat di sekitarnya.

“Penanganan di lapangan dilakukan bersama-sama. Personel perusahaan, perusahaan sekitar, TNI, Polri dan unsur pemadam saling mendukung sesuai kemampuan dan peralatan yang tersedia,” kata Wawan.

Berdasarkan laporan kegiatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan atau Dalkarhutla, salah satu operasi dilakukan pada 25 Agustus 2026 setelah tim patroli menemukan titik api dari hasil ground check terhadap satu hotspot.

Sebanyak 33 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari PT HSB, PT Inhutani I Labanan, PT Hamparan, PT Berau Coal, TNI, Polri serta Posko Terpadu Labanan.

Tim membawa dua unit water tank dengan kapasitas total sekitar 35 ribu liter, satu mobil pendukung mini tangki, tiga pompa jinjing, puluhan rol selang, nozzle, perangkat komunikasi radio, kendaraan double cabin hingga sepeda motor.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 18.25 Wita. Luasan areal yang terbakar diperkirakan sekitar 2,5 hektare dengan vegetasi berupa semak belukar serta lahan bekas tebasan.

Operasi berikutnya kembali dilakukan di kawasan Batu Rajang pada 27 Agustus 2026. Ground check dilakukan setelah ditemukan hotspot yang sebelumnya tercatat dalam sistem SiPongi.

Kali ini kekuatan personel yang diterjunkan lebih besar. Sebanyak 40 orang berasal dari PT HSB, PT Inhutani I, PT Berau Coal, PT HAA, Damkar Segah, PT MBJ, PT HPU, Babinsa serta Polres.

Mereka menggunakan dua unit water tank, empat mobil pendukung dan tiga unit pompa untuk melakukan pemadaman.

Areal terbakar diperkirakan sekitar 3,5 hektare. Lokasi tersebut merupakan kawasan yang sebelumnya juga pernah terbakar pada 24 Agustus. Vegetasi didominasi semak serta sejumlah pohon berdiameter sekitar 10 hingga 20 sentimeter.

Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Namun, ancaman karhutla di Batu Rajang belum selesai. Pada 29 Agustus 2026, hotspot kembali terdeteksi pada koordinat 2.0544 N dan 117.1428 E.

Sebanyak 32 personel gabungan dari PT HSB, PT HAA, PT Berau Coal, PT HPU, PT MBJ, TNI, Polres dan Polsek diterjunkan.

Dalam operasi tersebut, tim membawa dua unit water tank, tiga mobil pendukung, satu ambulans, tiga mesin alkon, dua pompa punggung dan dua mini tangki.

Luas areal yang terbakar pada kejadian tersebut diperkirakan sekitar 4,5 hektare, dengan vegetasi berupa semak dan pohon berdiameter 10 hingga 20 sentimeter. Api kemudian berhasil dipadamkan.

Perusahaan Ikut Menjadi Kekuatan Pemadaman

Manager Pengamanan Hutan PT HSB, Anwar, mengatakan pola penanganan karhutla di lapangan tidak dapat mengandalkan satu institusi.

Ketersediaan personel, sumber air, kendaraan hingga pompa menjadi faktor penting. Karena itu, perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran ikut mengerahkan sumber daya mereka ketika dibutuhkan.

Selain di Batu Rajang, tim PT HSB juga terlibat membantu penanganan kebakaran di Labanan Makmur pada 27 Agustus 2026.

Kebakaran tersebut diketahui setelah ground check terhadap hotspot yang terpantau pada 26 Agustus. Sedikitnya sembilan personel dari PT HSB dan Damkar diterjunkan ke lokasi.

Tim menggunakan pompa milik Damkar dan PT HSB, satu unit water tank Damkar serta dua kendaraan Triton PT HSB.

Sekitar satu hektare areal berupa belukar dan bekas tebasan dilaporkan terbakar sebelum api berhasil dipadamkan.

Anwar mengatakan kerja bersama menjadi penting karena kondisi kebakaran dapat berubah dengan cepat, terutama ketika cuaca kering, vegetasi mudah terbakar dan titik api berada jauh dari sumber air.

“Begitu ada informasi hotspot, yang paling penting adalah memastikan kondisi sebenarnya melalui ground check. Setelah ditemukan api, personel dan peralatan yang tersedia segera digerakkan bersama,” ujarnya.

Menurut Anwar, patroli dan pengecekan lapangan tetap diperlukan meskipun api sudah dinyatakan padam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa.

Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan penanganan karhutla di Berau kini melibatkan kekuatan lintas sektor. Perusahaan swasta menyediakan personel dan peralatan, sementara TNI, Polri, pemadam kebakaran serta unsur pemerintah memperkuat operasi di lapangan.

Kolaborasi itu menjadi penting di tengah munculnya titik-titik panas berulang selama musim kering, ketika kebakaran pada satu kawasan dapat kembali muncul bahkan setelah pemadaman sebelumnya dinyatakan selesai.(*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Lama Berpotensi Salah Arah Kiblat, Kemenag Berau Siap Kalibrasi

    Masjid Lama Berpotensi Salah Arah Kiblat, Kemenag Berau Siap Kalibrasi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kementerian Agama Kabupaten Berau membuka layanan kalibrasi arah kiblat bagi masjid dan musala yang diduga belum presisi menghadap ke arah Ka’bah. Layanan ini disediakan sebagai respons atas temuan masyarakat yang kerap melihat perbedaan arah kiblat melalui aplikasi penunjuk arah di telepon genggam. Kepala Kemenag Berau Kabul Budiono mengatakan perbedaan arah kiblat pada […]

  • Penjualan Miras di Hotel Bintang Tiga Berau Belum Berizin, DPMPTSP Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin

    Penjualan Miras di Hotel Bintang Tiga Berau Belum Berizin, DPMPTSP Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Berau memastikan penjualan minuman beralkohol (miras) di salah satu hotel bintang tiga di Berau belum mengantongi izin resmi. Fungsional Penata Perizinan DPMPTSP Berau, Dody, mengatakan hingga saat ini tidak ada pengajuan maupun penerbitan izin penjualan miras melalui sistem perizinan yang berlaku. “Kewenangan perizinan […]

  • Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 677
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Salah satu kasus di Kabupaten Berau yang saat ini ramai menjadi perbincangan adalah persetubuhan seorang ayah kandung kepada anaknya sendiri, yang terjadi di Trans Sambaliung. Mirisnya, hal itu dilakukan karena si ayah mengaku mencintai anaknya itu. Bukan cinta wajar bapak kepada anak, namun “cinta terlarang” yang sudah mengarah ke obsesi. Sehingga membuat […]

  • Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

    Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ratusan juta rupiah kerugian dialami para nelayan budidaya di Maratua setelah ribuan ikan mati mendadak dalam sebulan terakhir. Menanggapi kondisi ini, Dinas Perikanan Kabupaten Berau menilai faktor teknis budidaya menjadi penyebab utama, namun tetap berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk pendalaman kasus. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Yunda Zuliarsih, menyebut sebagian besar ikan […]

  • Rp 20 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Kampung Buyung-Buyung

    Rp 20 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Kampung Buyung-Buyung

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau kembali mengalokasikan anggaran signifikan untuk pembangunan infrastruktur desa. Pada tahun anggaran 2025, dana sebesar Rp20 miliar digelontorkan untuk memperbaiki jalan sepanjang 2,4 kilometer dari depan gapura menuju Kampung Buyung-Buyung. Proyek ini tidak berhenti di sana. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan bahwa pembangunan jalan akan berlanjut hingga 2026, dengan tambahan anggaran sekitar […]

  • Cuma 13 Orang, Penghulu di Berau Harus “Lari” dari Satu Akad ke Akad Lain

    Cuma 13 Orang, Penghulu di Berau Harus “Lari” dari Satu Akad ke Akad Lain

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 747
    • 0Komentar

    BERAU — Ketersediaan penghulu di Kabupaten Berau menjadi sorotan. Hingga 2026, jumlah penghulu tercatat belum bertambah, tetap 13 orang—setara dengan jumlah kecamatan yang ada. Kondisi ini membuat setiap kecamatan hanya memiliki satu penghulu. Beban kerja pun dinilai cukup tinggi, terutama di wilayah dengan volume pernikahan yang padat. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Kabul Budiono, mengatakan […]

expand_less