Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Karhutla Tak Kunjung Usai, Swasta Ikut Kerahkan Puluhan Personel di Berau

Karhutla Tak Kunjung Usai, Swasta Ikut Kerahkan Puluhan Personel di Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 187
  • print Cetak

BERAU – Sejumlah perusahaan swasta bersama TNI, Polri dan tim pemadam kebakaran berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang muncul di sejumlah titik di Kabupaten Berau sepanjang akhir Agustus 2026.

PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam sejumlah operasi pemadaman bersama perusahaan lain, aparat keamanan hingga petugas pemadam. Puluhan personel, armada tangki air, pompa dan kendaraan pendukung dikerahkan untuk mencegah api meluas.

Direktur Operasional PT Hutan Sanggam Berau, Wawan, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan respons cepat serta koordinasi antarpihak, terutama ketika titik panas terdeteksi di kawasan yang sulit dijangkau.

Menurut dia, keterlibatan perusahaan bukan hanya untuk melindungi areal kerja, tetapi juga membantu pengendalian kebakaran agar tidak berkembang dan berdampak terhadap kawasan maupun masyarakat di sekitarnya.

“Penanganan di lapangan dilakukan bersama-sama. Personel perusahaan, perusahaan sekitar, TNI, Polri dan unsur pemadam saling mendukung sesuai kemampuan dan peralatan yang tersedia,” kata Wawan.

Berdasarkan laporan kegiatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan atau Dalkarhutla, salah satu operasi dilakukan pada 25 Agustus 2026 setelah tim patroli menemukan titik api dari hasil ground check terhadap satu hotspot.

Sebanyak 33 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari PT HSB, PT Inhutani I Labanan, PT Hamparan, PT Berau Coal, TNI, Polri serta Posko Terpadu Labanan.

Tim membawa dua unit water tank dengan kapasitas total sekitar 35 ribu liter, satu mobil pendukung mini tangki, tiga pompa jinjing, puluhan rol selang, nozzle, perangkat komunikasi radio, kendaraan double cabin hingga sepeda motor.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 18.25 Wita. Luasan areal yang terbakar diperkirakan sekitar 2,5 hektare dengan vegetasi berupa semak belukar serta lahan bekas tebasan.

Operasi berikutnya kembali dilakukan di kawasan Batu Rajang pada 27 Agustus 2026. Ground check dilakukan setelah ditemukan hotspot yang sebelumnya tercatat dalam sistem SiPongi.

Kali ini kekuatan personel yang diterjunkan lebih besar. Sebanyak 40 orang berasal dari PT HSB, PT Inhutani I, PT Berau Coal, PT HAA, Damkar Segah, PT MBJ, PT HPU, Babinsa serta Polres.

Mereka menggunakan dua unit water tank, empat mobil pendukung dan tiga unit pompa untuk melakukan pemadaman.

Areal terbakar diperkirakan sekitar 3,5 hektare. Lokasi tersebut merupakan kawasan yang sebelumnya juga pernah terbakar pada 24 Agustus. Vegetasi didominasi semak serta sejumlah pohon berdiameter sekitar 10 hingga 20 sentimeter.

Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Namun, ancaman karhutla di Batu Rajang belum selesai. Pada 29 Agustus 2026, hotspot kembali terdeteksi pada koordinat 2.0544 N dan 117.1428 E.

Sebanyak 32 personel gabungan dari PT HSB, PT HAA, PT Berau Coal, PT HPU, PT MBJ, TNI, Polres dan Polsek diterjunkan.

Dalam operasi tersebut, tim membawa dua unit water tank, tiga mobil pendukung, satu ambulans, tiga mesin alkon, dua pompa punggung dan dua mini tangki.

Luas areal yang terbakar pada kejadian tersebut diperkirakan sekitar 4,5 hektare, dengan vegetasi berupa semak dan pohon berdiameter 10 hingga 20 sentimeter. Api kemudian berhasil dipadamkan.

Perusahaan Ikut Menjadi Kekuatan Pemadaman

Manager Pengamanan Hutan PT HSB, Anwar, mengatakan pola penanganan karhutla di lapangan tidak dapat mengandalkan satu institusi.

Ketersediaan personel, sumber air, kendaraan hingga pompa menjadi faktor penting. Karena itu, perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran ikut mengerahkan sumber daya mereka ketika dibutuhkan.

Selain di Batu Rajang, tim PT HSB juga terlibat membantu penanganan kebakaran di Labanan Makmur pada 27 Agustus 2026.

Kebakaran tersebut diketahui setelah ground check terhadap hotspot yang terpantau pada 26 Agustus. Sedikitnya sembilan personel dari PT HSB dan Damkar diterjunkan ke lokasi.

Tim menggunakan pompa milik Damkar dan PT HSB, satu unit water tank Damkar serta dua kendaraan Triton PT HSB.

Sekitar satu hektare areal berupa belukar dan bekas tebasan dilaporkan terbakar sebelum api berhasil dipadamkan.

Anwar mengatakan kerja bersama menjadi penting karena kondisi kebakaran dapat berubah dengan cepat, terutama ketika cuaca kering, vegetasi mudah terbakar dan titik api berada jauh dari sumber air.

“Begitu ada informasi hotspot, yang paling penting adalah memastikan kondisi sebenarnya melalui ground check. Setelah ditemukan api, personel dan peralatan yang tersedia segera digerakkan bersama,” ujarnya.

Menurut Anwar, patroli dan pengecekan lapangan tetap diperlukan meskipun api sudah dinyatakan padam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa.

Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan penanganan karhutla di Berau kini melibatkan kekuatan lintas sektor. Perusahaan swasta menyediakan personel dan peralatan, sementara TNI, Polri, pemadam kebakaran serta unsur pemerintah memperkuat operasi di lapangan.

Kolaborasi itu menjadi penting di tengah munculnya titik-titik panas berulang selama musim kering, ketika kebakaran pada satu kawasan dapat kembali muncul bahkan setelah pemadaman sebelumnya dinyatakan selesai.(*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Tawar-Menawar Ikan hingga UMKM Olahan Laut, Bupati Berau Pantau Pasar Murah di Sambaliung

    Dari Tawar-Menawar Ikan hingga UMKM Olahan Laut, Bupati Berau Pantau Pasar Murah di Sambaliung

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    BERAU – Pagi Sabtu, 16 Mei 2026, kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambaliung berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga berdesakan menuju lapak-lapak ikan segar dalam gelaran Gerakan Pasar Ikan Murah yang diadakan Pemerintah Kabupaten Berau. Arus kendaraan menuju lokasi pun sempat tersendat sejak awal kegiatan karena padatnya pengunjung. Di antara antrean warga yang menenteng kantong […]

  • Imbauan Sakirman: Jaga Stabilitas untuk Keamanan Bumi Batiwakkal

    Imbauan Sakirman: Jaga Stabilitas untuk Keamanan Bumi Batiwakkal

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada 20 Oktober mendatang, sejumlah daerah terus menjaga stabilitas dan kondusivitas di masyarakat. Tak terkecuali di Kabupaten Berau. Anggota DPRD Berau, Sakirman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Bumi Batiwakkal agar tetap kondusif selama pelantikan. […]

  • Diskominfo Berau Dorong Website Kampung Aktif, Transparansi & Layanan Publik Masuk Era Baru Digital

    Diskominfo Berau Dorong Website Kampung Aktif, Transparansi & Layanan Publik Masuk Era Baru Digital

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Di era ketika informasi bergerak lebih cepat dari kendaraan apa pun di jalan raya, kampung-kampung di Berau kini ikut melaju dalam arus digitalisasi. Tidak lagi hanya dikenal lewat cerita mulut ke mulut, setiap kampung kini memiliki rumah informasi baru: website resmi. Dari Tanjung Redeb hingga kampung-kampung jauh di pedalaman, semua tersambung dalam […]

  • Milenial Turun ke Lahan: Strategi Berau Menjaga Masa Depan Pangan dan Ekonomi Daerah

    Milenial Turun ke Lahan: Strategi Berau Menjaga Masa Depan Pangan dan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di tengah derasnya laju digitalisasi, tak banyak anak muda yang bermimpi menjadi petani. Sebagian memilih bekerja di kota, membangun karier di bidang teknologi, atau berkecimpung dalam industri kreatif. Namun di Berau, harapan baru sedang tumbuh—pelan, tapi pasti. Pemerintah lewat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) ingin membuka jalan agar generasi milenial […]

  • Dinas Perikanan Buka Ruang Investasi Warga, Budidaya Lele dan Ikan Tawar Mulai Didukung Skala Besar

    Dinas Perikanan Buka Ruang Investasi Warga, Budidaya Lele dan Ikan Tawar Mulai Didukung Skala Besar

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.365
    • 0Komentar

    BERAU – Budidaya ikan air tawar di Kabupaten Berau hingga kini masih belum banyak digarap serius oleh masyarakat. Padahal, sektor ini memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan maupun usaha utama. Namun kenyataannya, konsumsi masyarakat Berau masih didominasi ikan laut sehingga pasar ikan air tawar belum tumbuh secara signifikan. Sekretaris Dinas Perikanan […]

  • Meski Laris, Mie Gacoan Berau Belum Sumbang Pajak Daerah

    Meski Laris, Mie Gacoan Berau Belum Sumbang Pajak Daerah

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 3.026
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meski telah beroperasi beberapa bulan dan menjadi salah satu tempat kuliner favorit warga Kabupaten Berau, rumah makan Mie Gacoan diketahui belum menyetorkan pajak daerah, termasuk pajak parkir. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, membenarkan bahwa hingga kini belum ada setoran pajak dari franchise nasional tersebut. Namun, pihak Mie Gacoan disebut […]

expand_less