Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Berau Masih Bergantung Pasokan Pangan dari Luar, Kemarau Panjang Tambah Tekanan

Berau Masih Bergantung Pasokan Pangan dari Luar, Kemarau Panjang Tambah Tekanan

  • account_circle beraunews
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 7
  • print Cetak

BERAU — Musim kemarau yang lebih panjang pada 2026 mulai memberi tekanan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Berau. Persoalannya tak hanya menyangkut berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian, tetapi juga tingginya ketergantungan daerah terhadap pasokan sejumlah komoditas pangan dari luar Berau.

Suwarno, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang, dalam tulisannya berjudul Strategi Menjaga Stabilitas Ketahanan Pangan pada Musim Kemarau dan Kabut Asap di Kabupaten Berau, menyebut produksi pangan lokal dalam kondisi normal pun belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Data yang dirangkum dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Pangan Kabupaten Berau menunjukkan kebutuhan beras mencapai 21.687,05 ton, sedangkan produksi lokal tercatat 9.710 ton. Artinya, masih terdapat selisih besar yang harus dipenuhi dari sumber lain.

Kondisi serupa terlihat pada sejumlah komoditas pangan. Kebutuhan daging ayam ras tercatat 2.637,22 ton dengan produksi lokal 1.798 ton. Kebutuhan telur ayam ras mencapai 2.105 ton, sementara produksinya 1.637 ton.

Ketergantungan lebih tinggi terjadi pada sejumlah sayuran dan buah. Produksi wortel dan sawi putih atau petsai dalam data tersebut tercatat nihil, sementara kebutuhannya masing-masing mencapai 265,05 ton dan 202,68 ton. Produksi jeruk hanya sekitar 5 ton dari kebutuhan 466,45 ton.

Menurut Suwarno, Berau pada umumnya jarang menghadapi kemarau panjang. Namun perubahan iklim global, termasuk fenomena El Niño, dapat mengubah pola tersebut. Dalam tulisannya, ia menyebut musim kemarau pada 2026 berlangsung lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

Dampak yang paling terasa adalah berkurangnya debit dan sumber air yang dibutuhkan sektor pertanian. Kondisi itu berpotensi menekan produksi sayuran sekaligus mendorong kenaikan harga produk pertanian.

Situasi di lapangan menunjukkan dampak kekeringan telah dirasakan petani. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Berau pada Agustus 2026 melaporkan sejumlah sentra produksi mengalami gagal panen atau puso akibat minimnya pasokan air, antara lain di Buyung-Buyung, Semurut, Merancang, dan Melati Jaya.

Persoalan menjadi lebih kompleks ketika kemarau panjang dibarengi kebakaran hutan dan lahan. Suwarno menilai kabut asap dari kebakaran bukan hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu jalur transportasi darat, laut, maupun udara.

Gangguan transportasi tersebut berisiko menghambat masuknya pasokan pangan ke Berau. Kondisi ini menjadi penting karena sebagian kebutuhan pangan masyarakat masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas sebelumnya juga mengatakan perubahan iklim mulai memberikan tekanan terhadap sektor pertanian. Ia menilai kemarau menjadi gambaran betapa produksi pangan masih sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Pernyataan tersebut dimuat Swara Kaltim pada 1 September 2026.

Pemerintah Kabupaten Berau juga mencatat risiko kebakaran meningkat selama kemarau. Dalam peringatan Hari Jadi Berau pada September lalu, pemerintah menyebut jumlah hotspot sempat mencapai 779 titik per 29 Agustus 2026 sebelum turun menjadi 50 titik pada periode 9 September.

Suwarno menawarkan sejumlah strategi untuk memperkuat ketahanan pangan menghadapi situasi tersebut. Salah satunya mengoptimalkan pemanfaatan air melalui jaringan irigasi di wilayah yang memiliki waduk atau bendungan serta memperkuat program pompanisasi di kawasan yang masih memiliki sumber air.

Penggunaan irigasi tetes, pengembangan hidroponik, pembangunan embung, hingga pemberian prioritas air bagi tanaman pangan utama juga dinilai perlu diperluas.

Strategi lain adalah menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi kemarau. Jagung, ubi jalar, singkong, kacang-kacangan, serta varietas padi tahan kekeringan disebut dapat menjadi pilihan. Jadwal tanam juga perlu disesuaikan agar masa panen tidak bertepatan dengan puncak musim kemarau.

Diversifikasi pangan, menurut dia, penting agar ketahanan pangan daerah tidak bergantung pada satu komoditas.

Upaya tersebut perlu dibarengi dengan konservasi tanah dan air, penggunaan bahan organik dan mulsa untuk mempertahankan kelembapan tanah, serta penyampaian informasi perubahan iklim kepada masyarakat secara lebih luas.

Suwarno juga menekankan pentingnya cadangan pangan, baik di tingkat masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat dapat menyimpan bahan pangan strategis untuk mengantisipasi gangguan distribusi, sementara pemerintah melalui Perum Bulog perlu memastikan ketersediaan stok ketika kemarau berkepanjangan terjadi.

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi bagian lain dari strategi tersebut. Sebab, semakin luas kebakaran dan kabut asap, semakin besar pula risiko gangguan terhadap distribusi dan stabilitas pangan di Berau.

Dengan produksi lokal yang masih terbatas, kemarau panjang bukan semata persoalan cuaca bagi Berau. Gangguan pada produksi, sumber air, hingga jalur distribusi dapat bertemu pada satu persoalan yang sama: ketersediaan pangan dan harga yang harus ditanggung masyarakat.(*afn)

  • Penulis: beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK Terbit, Dinkes Berau Jamin Pembayaran Gaji Nakes yang Sempat Tersendat

    SK Terbit, Dinkes Berau Jamin Pembayaran Gaji Nakes yang Sempat Tersendat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau memastikan gaji puluhan tenaga kesehatan honorer di RS Talisayan yang sempat tertunda akan segera dibayarkan. Kepastian ini menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) penugasan khusus daerah pada April 2026. Koordinator Penyusunan Program Dinkes Berau, Ratna Latif, mengatakan SK tersebut telah disahkan dan berlaku surut sejak Januari 2026. Dengan demikian, proses […]

  • Dugaan Korupsi Tambang Diselidiki, Kantor ESDM Kaltim Digeledah

    Dugaan Korupsi Tambang Diselidiki, Kantor ESDM Kaltim Digeledah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menggeledah kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim di Jalan MT Haryono, Samarinda, dalam penyidikan dugaan korupsi sektor pertambangan. Penggeledahan dilakukan pada pertengahan Maret 2026 oleh tim Pidana Khusus. Dalam kegiatan tersebut, penyidik memeriksa sejumlah ruangan kerja dan tempat penyimpanan dokumen. Sejumlah berkas serta perangkat elektronik diamankan […]

  • Tarif Air Masih Mengacu 2011, Perumda Batiwakkal Tetap Berkontribusi untuk PAD

    Tarif Air Masih Mengacu 2011, Perumda Batiwakkal Tetap Berkontribusi untuk PAD

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Perumda Air Minum Batiwakkal Berau menyerahkan dividen tahun buku 2025 senilai Rp429.364.100 kepada Pemerintah Kabupaten Berau, Selasa, 28 Juli 2026. Setoran tersebut menjadi kontribusi perusahaan daerah itu terhadap Pendapatan Asli Daerah atau PAD Berau. Penyerahan dividen tersebut juga menjadi bentuk pertanggungjawaban Perumda Batiwakkal sebagai badan usaha milik daerah. Perusahaan tetap berupaya memberi […]

  • Lahan TPA Berau Jadi Sentra Sayuran, Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

    Lahan TPA Berau Jadi Sentra Sayuran, Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 850
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Upaya mengatasi inflasi di Kabupaten Berau semakin serius dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan mengembangkan komoditi lokal yang selama ini menjadi penyumbang inflasi, seperti sayuran dan cabai. Rencana tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) seluas lebih dari 1 hektare yang terletak di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb, […]

  • Sri Juniarsih Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah

    Sri Juniarsih Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi volume sampah sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Menurut Sri Juniarsih, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang […]

  • Kemenkes Turun Langsung, RSD Soemarno Diuji Naik ke Tipe B

    Kemenkes Turun Langsung, RSD Soemarno Diuji Naik ke Tipe B

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 716
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Upaya Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, untuk naik kelas dari rumah sakit Tipe C ke Tipe B memasuki tahap krusial. Tim gabungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan visitasi lapangan guna memastikan kesiapan rumah sakit tersebut. Visitasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi […]

expand_less