Bantuan Sosial Triwulan II Disalurkan, Pemerintah Fokus pada Lansia dan Anak Yatim
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 4 Agt 2025
- visibility 260
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau kembali menyalurkan Bantuan Sosial Individu Semester (Bansis) untuk triwulan kedua di tahun 2025. Bantuan ini menyasar kelompok rentan, terutama lansia tidak mampu serta anak yatim piatu dari keluarga kurang sejahtera, yang tersebar di 10 kelurahan di wilayah perkotaan.
Penyaluran dimulai sejak 24 Juli, diawali dari Kelurahan Gayam, lalu bergilir ke wilayah lain seperti Gunung Panjang dan Bugis. Proses distribusi dijadwalkan berlangsung selama 10 hari agar seluruh kelurahan penerima bisa terlayani dengan tertib.
Menurut Erlina Anida, Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Berau, bantuan yang diberikan senilai Rp 500 ribu per orang setiap bulannya. Jika dikalkulasikan, total anggaran untuk satu triwulan mencapai Rp 1,9 miliar. Dalam setahun, dana yang digelontorkan bisa mencapai Rp 7,6 miliar.
“Jumlah penerima tahun ini tercatat 900 lansia dan 375 anak yatim piatu. Penyalurannya dilakukan langsung di kantor kelurahan. Tapi untuk mereka yang tidak bisa hadir, tetap diberi waktu tambahan atau bisa mengambil langsung ke bank penyalur setelah melapor ke petugas kami,” jelasnya.
Meski jumlahnya tampak besar, Erlina mengungkapkan bahwa bantuan ini belum mencakup seluruh warga yang layak menerima. Banyak lansia dan anak-anak yang masuk kategori miskin atau terlantar, tetapi belum bisa masuk daftar karena keterbatasan anggaran.
“Masih ada daftar tunggu. Jadi kami prioritaskan yang kondisi ekonominya paling mendesak, seperti lansia yang hidup sendiri atau sedang sakit,” ungkapnya.
Proses pengusulan bantuan melibatkan ketua RT sebagai pengusul utama. Setelah itu, data diverifikasi oleh kelurahan sebelum ditetapkan Dinsos Berau. Peran RT dinilai penting karena mereka yang paling memahami kondisi warganya sehari-hari.
Kebijakan penerima pun dapat berubah setiap tahun. Jika ada lansia yang tahun ini belum menerima bantuan tapi tahun depan kondisinya memburuk, maka ia bisa diusulkan kembali.
“Kami tetap mengandalkan rekomendasi dari RT dan kelurahan. Mereka yang menilai siapa saja yang memang paling butuh dibantu,” ujarnya.
Beberapa kelurahan, seperti Teluk Bayur dan Sambaliung, diketahui memiliki jumlah lansia terlantar yang cukup tinggi. Di Teluk Bayur saja, lebih dari 500 lansia terdata, namun hanya sekitar 100 yang akhirnya mendapat bantuan.
Di Tanjung Redeb, bantuan diberikan kepada 96 lansia dan 41 anak yatim piatu. Angka itu masih jauh dari total warga yang sebenarnya memenuhi kriteria, berdasarkan data yang dimiliki Dinsos.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang hidup dalam kondisi sulit, khususnya di wilayah kelurahan. Untuk warga di 100 kampung lainnya, bantuan sosial disalurkan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) dengan nominal yang sama.
“Bansos ini diharapkan bisa membantu kebutuhan sehari-hari para penerima. Kami ingin keberadaan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Sri Juniarsih.
Ia juga meminta agar seluruh pihak, dari dinas sosial, camat, lurah, hingga RT, aktif memperbarui data penerima bantuan, mengingat dinamika sosial masyarakat yang terus berubah.
“Data bisa berubah tiap bulan. Maka penting untuk terus berkoordinasi, terutama dengan RT, agar bantuan ini tetap tepat sasaran,” tutupnya. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar