Soroti Ketimpangan Pendidikan, Komisi III DPRD Berau Desak Pemerataan Layanan Sekolah di Desa
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

Soroti Ketimpangan Pendidikan, Komisi III DPRD Berau Desak Pemerataan Layanan Sekolah di Desa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Oktavia, kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap sektor pendidikan di Bumi Batiwakkal. Oktavia menyoroti kondisi pendidikan di wilayah perkampungan yang masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah, baik dari segi fasilitas bangunan maupun pengadaan sumber daya manusia (SDM).
Oktavia menyampaikan, meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah, masih banyak sekolah di wilayah perkampungan yang kondisinya jauh dari layak. Ia menegaskan, banyak sekolah yang masih menggunakan bangunan yang rusak, fasilitas yang terbatas, dan kekurangan tenaga pengajar yang berkualitas.
“Sebagian besar sekolah di wilayah perkampungan masih jauh tertinggal dibandingkan dengan sekolah di pusat kota. Kondisi bangunan yang tidak memadai, fasilitas yang terbatas, serta kekurangan guru yang profesional menjadi tantangan besar bagi pendidikan anak-anak di sana,” katanya.
Menurutnya, hal ini sangat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diterima oleh para siswa. Ia juga menyebutkan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah daerah mengutamakan pembangunan dan pembenahan sekolah-sekolah di wilayah perkampungan agar anak-anak di daerah terpencil pun dapat merasakan pendidikan yang berkualitas.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih dalam alokasi anggaran bagi sektor pendidikan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan yang memadai harus diiringi dengan peningkatan kualitas pengajaran melalui pengadaan tenaga pendidik yang berkompeten.
“Saya meminta agar pemerintah daerah dapat menetapkan prioritas anggaran yang jelas untuk pembangunan pendidikan di wilayah perkampungan. Selain perbaikan fisik sekolah, pengembangan kemampuan SDM guru juga harus menjadi perhatian serius. Ini agar anak-anak di perkampungan tidak tertinggal dalam hal pendidikan,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Berau. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dapat terjalin lebih erat untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Kabupaten Berau.
Sebagai penutup, Oktavia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus serius dalam memperhatikan dan melaksanakan program-program yang dapat menjamin pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, terutama di perkampungan yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Anak-anak di perkampungan berhak mendapatkan pendidikan yang sama baiknya dengan anak-anak di kota. Pemerintah harus memastikan itu,” tandasnya. (adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar