LUTD Terangi 234 Rumah, Pemerintah & PLN Mantapkan Pemerataan Akses Energi untuk Warga Berau
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb — Senyum warga kampung yang kini bisa menyalakan lampu tanpa harus berbagi sambungan listrik seolah menjadi gambaran nyata bagaimana listrik bukan sekadar cahaya—tetapi harapan. Melalui program Light Up The Dream (LUTD) yang digagas PLN, lebih dari dua ratus warga Berau kini resmi teraliri listrik tanpa biaya pemasangan. Sebuah langkah sederhana, namun efeknya panjang: kehidupan yang lebih terang, akses pendidikan lebih luas, dan ekonomi kecil mulai bergerak.
Program ini menuai apresiasi dari DPRD Kabupaten Berau, yang melihatnya sebagai bukti nyata kehadiran negara melalui kolaborasi pemerintah daerah dan BUMN. Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menyebut program LUTD bukan hanya penyambungan kabel dan pemasangan meteran. Ia adalah jembatan menuju kesejahteraan.
“Ada 234 warga menjadi penerima manfaat. Ini bukti pemerintah tidak tinggal diam dalam memperluas akses energi, terutama bagi masyarakat kurang mampu,” ujar Rahman.
Cahaya yang Membuka Ruang Baru
Dengan listrik, malam bukan lagi batas aktivitas. Anak-anak bisa belajar tanpa harus bergantung pada lilin atau pelita. UMKM rumahan mulai memproduksi makanan beku, minuman segar, hingga membuka kedai kecil di depan rumah. Listrik mengubah cara masyarakat memandang peluang—lebih berani, lebih terbuka.
Rahman mengingatkan bahwa akses energi adalah fondasi pembangunan. Semakin banyak rumah tersambung listrik, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Ketika listrik tersedia, peluang ekonomi terbuka. Pendidikan pun lebih mudah dijangkau,” terangnya.
Pemerataan Energi, Jalan Panjang yang Sedang Ditempuh
DPRD Berau mendorong agar program LUTD tidak berhenti pada ratusan penerima, tetapi diperluas menjangkau pedalaman. Di beberapa kampung terpencil, listrik masih menjadi barang mewah. Rahman ingin itu berubah. Pemerataan listrik adalah proyek kemanusiaan, bukan sekadar proyek jaringan.
Untuk itu, ia menyambut positif progres PLN terkait perluasan konektivitas dari Usiran hingga Tanjung Batu, serta rencana interkoneksi transmisi listrik Balikpapan–Berau. Jika jaringan besar tersambung, cakupan wilayah akan meningkat dan kampung-kampung yang dulu gelap akan ikut terang.
“Kami di Komisi III mendorong cakupan penerima manfaat diperluas. Masih ada saudara kita yang layak menikmati listrik seperti warga lain,” ucapnya.
Pemerintah Hadir, Warga Melangkah
Program LUTD menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dan PLN tidak hanya mengurus angka dan jaringan teknis, tetapi kehidupan orang-orang yang memerlukannya. Ketika rumah-rumah kecil di kampung mulai terang, di situlah roda ekonomi dan kualitas hidup berputar lebih cepat.
Langkah ini sebuah pesan: pembangunan bukan hanya membangun kota, tetapi juga menyalakan kampung, satu rumah, satu keluarga, satu masa depan pada satu waktu.
Dan Berau memilih berjalan ke sana—perlahan, pasti, dan berpihak pada rakyat. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar