Tingkatkan Nilai Jual Komoditas : Dorong Hilirisasi Jagung Talisayan
- account_circle admin
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- visibility 77
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Potensi jagung yang melimpah di Kecamatan Talisayan kini mulai diarahkan untuk memiliki nilai jual yang lebih tinggi melalui program hilirisasi komoditas. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) berupaya mengubah pola jual jagung dari sekadar produk mentah menjadi produk olahan bernilai ekonomi.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa produksi jagung di Kampung Eka Sapta tergolong besar namun belum dikelola secara optimal. Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai masuk ke industri pengolahan agar pendapatan mereka meningkat.
“Potensi produksi jagung di Talisayan cukup besar, terutama di Kampung Eka Sapta. Kita usahakan agar nilai jualnya lebih mahal supaya perekonomian masyarakat juga ikut terangkat,” ujarnya.
Selama ini, jagung hasil panen umumnya dijual langsung atau diolah menjadi pakan ternak. Untuk memperluas peluang usaha, Diskoperindag mendorong masyarakat mengembangkan produk turunan, seperti camilan, minuman segar berbahan jagung, hingga produk oleh-oleh khas Berau.
“Jagung bisa dijadikan berbagai produk turunan seperti camilan dan minuman segar. Hasil olahan itu nantinya bisa menjadi oleh-oleh khas Berau,” tambah Eva.
Sebagai langkah konkret, Diskoperindag telah mengirim sejumlah warga Eka Sapta ke Kabupaten Malang untuk mengikuti pelatihan khusus pengolahan camilan jagung. Daerah tersebut dinilai sukses mengembangkan industri berbasis jagung sehingga bisa menjadi rujukan langsung bagi pelaku UMKM Berau.
Pelatihan ini diharapkan dapat membekali masyarakat dengan keterampilan, resep, dan teknik produksi yang lebih modern sehingga produk olahan jagung dari Talisayan bisa naik kelas dan mampu bersaing di pasar lokal hingga wisata.
Jagung sendiri merupakan satu dari tiga komoditas unggulan yang ditetapkan Pemkab Berau, selain cokelat dan kelapa dalam. Ketiga komoditas ini dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat jika pengelolaan hulu–hilir dilakukan secara maksimal. (Adv/AKM)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar