Ribuan Warga Padati Festival Durian Antutan, 800 Buah Ludes Dibagi Gratis
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG SELOR – Aroma durian menyambut setiap pengunjung yang memasuki Desa Antutan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sore Jumat (23/1/26).
Desa yang berjarak sekitar 45 menit perjalanan darat dari Ibu Kota Provinsi Kaltara itu mendadak ramai saat Festival Durian digelar, menjadi magnet bagi warga dari berbagai penjuru Bulungan.
Sepanjang tepian desa, durian dari beragam jenis dan ukuran berjajar rapi. Ribuan warga memadati lokasi festival yang dikenal sebagai salah satu sentra durian alami di wilayah hulu Sungai Kayan.
Belasan pedagang turut meramaikan suasana, sementara Pemerintah Desa Antutan menyediakan sekitar 800 buah durian gratis sebagai bentuk rasa syukur atas hasil alam yang melimpah.
Herman, salah satu warga Desa Antutan, mengaku antusias dengan adanya festival tersebut. Menurutnya, durian yang disajikan tidak hanya berasal dari desa setempat, tetapi juga dari wilayah hulu Sungai Kayan lainnya.
“Selain durian dari desa kita (Antutan) ada juga durian dari desa-desa di hulu. Ya dengan adanya festival seperti ini, saya senang. Harapannya bisa diadakan setiap tahun supaya semakin banyak warga datang berwisata menikmati durian lokal,” ujarnya.
Kepala Desa Antutan, Aminuddin AK, menjelaskan, bahwa festival durian digelar sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mempromosikan potensi pertanian dan wisata desa hutan.
“Festival ini selaras dengan program pembangunan yang digaungkan Bupati Bulungan. Selain mendukung penguatan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi wisata dan peningkatan kunjungan ke desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, durian yang dibagikan kepada masyarakat merupakan durian lokal hutan, termasuk yang berasal dari kawasan Lanskap Kayan. Ke depan, Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus “memoles” potensi yang sudah ada agar lebih tertata dan berkelanjutan.
“Harapan kami, festival ini bisa terus berlanjut dan jumlah durian gratisnya bisa ditingkatkan. Tujuan akhirnya, menjadikan Desa Antutan sebagai desa agrowisata,” tambah Aminuddin.
Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan apresiasi kepada para petani dan pekebun durian di Desa Antutan. Ia menyebutkan bahwa musim durian saat ini tidak hanya terjadi di Antutan, tetapi hampir di seluruh desa di hulu Sungai Kayan.
“Festival hari ini menunjukkan besarnya potensi durian alam di Desa Antutan. Sekitar 800 buah durian disuguhkan kepada masyarakat yang hadir,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Syarwani menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan Desa Antutan. Pada APBD Bulungan Tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,2 miliar melalui berbagai perangkat daerah.
Dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan produktif, seperti pembangunan jalan usaha tani, pengembangan kawasan pangan, penyediaan layanan air bersih (SPAM), hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pelaku UMKM.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan komoditas unggulan lainnya seperti cokelat, termasuk peluang pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.
Bahkan, Desa Antutan diproyeksikan masuk dalam program cetak sawah dan optimalisasi lahan pertanian guna menjamin keberlanjutan pangan.
Menurut Bupati, festival buah seperti ini memiliki prospek besar sebagai agenda wisata, meski tetap menyesuaikan siklus alam.
“Minimal, festival ini membuktikan bahwa Desa Antutan memiliki potensi buah-buahan yang luar biasa, terutama durian alam yang merupakan warisan leluhur. Ini bisa menjadi wisata buah yang membanggakan bagi masyarakat Bulungan,” pungkasnya. (Lia)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar