Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Fenomena Aphelion 2025: Benarkah Cuaca Akan Lebih Dingin di Indonesia?

Fenomena Aphelion 2025: Benarkah Cuaca Akan Lebih Dingin di Indonesia?

  • account_circle Redaksi Beraunews
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 616
  • print Cetak

Jakarta – Setiap tahun, Bumi mengalami momen ketika jaraknya dari Matahari berada pada titik paling jauh. Fenomena astronomi ini dikenal dengan sebutan “Aphelion.”

Pada tahun 2025, Aphelion diperkirakan terjadi pada bulan Juli dan kembali menjadi sorotan banyak orang. Tak sedikit yang mengaitkannya dengan perubahan cuaca yang terasa lebih dingin atau dampak lain bagi kehidupan di Bumi, termasuk di Indonesia.

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Aphelion? Dan kapan waktunya di tahun 2025? Berikut penjelasannya yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Apa itu fenomena Aphelion?

Aphelion merupakan salah satu fenomena astronomi yang terjadi setiap tahun, di mana posisi Bumi berada pada jarak terjauh-nya dari Matahari dalam lintasan orbitnya yang berbentuk elips. Peristiwa ini adalah bagian dari pergerakan alami Bumi sebagai salah satu planet di tata surya.

Istilah “Aphelion” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni kata “apo” yang berarti “jauh” dan “helios” yang berarti “Matahari.” Jadi secara sederhana, Aphelion menggambarkan titik ketika Bumi mencapai jarak paling jauh dari Matahari dalam perjalanannya mengelilingi pusat tata surya.

Karena orbit Bumi berbentuk elips dan bukan lingkaran sempurna, jarak antara Bumi dan Matahari tidak selalu sama sepanjang tahun. Pada waktu tertentu, Bumi berada lebih dekat ke Matahari, yang disebut “Perihelion”, dan pada waktu lain, Bumi berada lebih jauh, yang dikenal sebagai Aphelion.

Peristiwa Perihelion biasanya terjadi pada bulan Januari, di mana jarak Bumi ke Matahari sekitar 147 juta kilometer. Sementara itu, Aphelion umumnya terjadi sekitar bulan Juli, dengan jarak mencapai sekitar 152 juta kilometer dari Matahari.‎

Berdasarkan informasi dari situs astronomi In The Sky dan berbagai sumber, fenomena Aphelion diperkirakan terjadi mulai tanggal 4 Juli 2025 sekitar pukul 02.54 WIB, dan kemungkinan efeknya bisa terasa hingga bulan Agustus.

Pada saat itu, jarak antara pusat Bumi dan pusat Matahari diperkirakan mencapai sekitar 152.087.738 kilometer. Sebagai perbandingan, jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari biasanya sekitar 149,6 juta kilometer.

Seperti yang diketahui, lintasan orbit Bumi mengelilingi Matahari berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Hal ini membuat jarak antara keduanya berubah-ubah sepanjang tahun, dengan selisih sekitar 3 persen.

Meskipun angka tersebut terdengar cukup besar, perbedaan jarak ini tergolong kecil dalam konteks astronomis dan tidak sampai menimbulkan perubahan ekstrem pada kondisi cuaca atau iklim di Bumi.

 

(Alit)

  • Penulis: Redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karst Sangkulirang–Mangkalihat Masuki Babak Baru Geopark Berkelanjutan

    Karst Sangkulirang–Mangkalihat Masuki Babak Baru Geopark Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.572
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Upaya panjang menginventarisasi keragaman geologi di Kabupaten Berau akhirnya berbuah hasil. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan wilayah ini sebagai salah satu situs warisan geologi Indonesia—langkah penting menuju status taman bumi atau geopark yang selama ini diusulkan bersama Karst Sangkulirang–Mangkalihat. Proses pengusulan yang dimulai sejak 2019 ini melibatkan Pemprov […]

  • Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

    Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — DI BALIK alunan sape yang lembut dan bernapas dari akar kebudayaan Kalimantan, tersimpan perjalanan seorang anak muda Berau bernama Muhammad Budhi Setiyawan, atau yang lebih dikenal sebagai Whansetiyawan. Lulusan Pengkajian Musik Nusantara Pascasarjana ISI Yogyakarta ini memilih sape bukan karena tren, melainkan karena cinta yang tidak bisa dijelaskan. “Aku cinta aja, tanpa […]

  • Dengan Fasilitasi Pemerintah, Lomba Perahu Panjang Berau 2025 Cetak Juara Baru

    Dengan Fasilitasi Pemerintah, Lomba Perahu Panjang Berau 2025 Cetak Juara Baru

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.479
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB –Tim pendayung asal Kecamatan Sambaliung kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Lomba Perahu Panjang Tradisional Kabupaten Berau 2025. Dalam pertandingan yang digelar sehari penuh di Sungai Segah, Rabu (29/10/2025), tim Mambas Parrang sukses mengungguli lima lawannya dan finis di posisi terdepan. ‎Dengan kekuatan penuh beranggotakan 30 pendayung, Mambas Parrang tampil agresif sejak babak awal. […]

  • Pjs Bupati Berau: Kondisi Kondusif Harus Dijaga Sebelum dan Sesudah Pilkada

    Pjs Bupati Berau: Kondisi Kondusif Harus Dijaga Sebelum dan Sesudah Pilkada

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Selama lebih sepekan menjabat sebagai penjabat sementara (Pjs) Bupati Berau, Sufian Agus menyebut jika Kabupaten Berau menjadi daerah paling kondusif yang didatanginya. “Saya sudah sering ke Berau dan sekarang menjabat sebagai Pjs. Dan saya lihat Berau memang daerah yang sangat kondusif. Tapi ini bukan lantaran mau ada Pilkada saja ya, tapi kan […]

  • Harkanas 2024: Peringatan Hari Ikan Nasional Meriahkan Berau dengan Festival Ikan Hias dan Bazar UMKM

    Harkanas 2024: Peringatan Hari Ikan Nasional Meriahkan Berau dengan Festival Ikan Hias dan Bazar UMKM

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 583
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Perikanan, menggelar berbagai kegiatan menarik untuk memperingati Hari Ikan Nasional (Harkanas) ke-11 tahun 2024. Pameran ikan hias dan bazar UMKM yang diadakan di Gedung Gor Graha Pemuda, Senin (11/11/2024), menarik perhatian masyarakat, khususnya penggemar ikan hias dan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Berau. Dengan tema “Ikan sebagai […]

  • Berau Masuk Daerah dengan Tekanan Inflasi Tertinggi di Kaltim, Ini Pemicunya

    Berau Masuk Daerah dengan Tekanan Inflasi Tertinggi di Kaltim, Ini Pemicunya

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Bank Indonesia mencatat inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada Agustus 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. Tekanan inflasi pada periode tersebut juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi Kalimantan Timur tercatat sebesar 3,83 persen secara year-on-year (yoy). Sementara inflasi sepanjang tahun berjalan mencapai 2,64 persen secara year-to-date (ytd). Kepala Perwakilan Bank Indonesia […]

expand_less