Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Hilang Sejak Cari Gaharu di Hutan Berau, Dua Petani Akhirnya Ditemukan Lemas di Seberang Sungai Inaran

Hilang Sejak Cari Gaharu di Hutan Berau, Dua Petani Akhirnya Ditemukan Lemas di Seberang Sungai Inaran

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 185
  • print Cetak

BERAU – Dua orang petani asal Kampung Labanan Makmur dilaporkan hilang secara misterius di Hutan Meraang, kawasan STA 19 Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur. Kedua pria bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44) tersebut kehilangan arah dan tersesat saat hendak melangkah kembali menuju pondok peristirahatan mereka usai berburu kayu gaharu, Rabu (27/5/2026) siang.

Kedua korban diketahui bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44). Keduanya merupakan paman dari saksi kunci, Marzoan (20), dan tercatat sebagai warga Jalan Mojo, Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur.

Aksi penyelamatan ini menyudahi pencarian panjang yang melelahkan sejak Minggu (24/5/2026) lalu. Berdasarkan pengakuan kedua korban setelah dievakuasi, mereka kehilangan arah dan tersesat di dalam lebatnya hutan saat hendak kembali ke pondok kebun.

Peristiwa ini bermula ketika saksi Marzoan bersama kedua pamannya tersebut sudah memasuki hutan selama 16 hari untuk mencari kayu gaharu.

Namun, pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 11.30 WITA, petaka terjadi. Saat berniat kembali ke pondok secara bersama-sama, kedua korban terpisah dan tak kunjung tiba di lokasi peristirahatan.

Marzoan sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar area hutan selama dua hari. Lantaran tidak membuahkan hasil, ia akhirnya memutuskan keluar dari hutan pada Sabtu sore untuk meminta bantuan warga Labanan Makmur.

Upaya pencarian warga yang tak kunjung menemui titik terang kemudian dilaporkan secara resmi ke Pospol Labanan pada Minggu pagi.

Mendapat laporan tersebut, operasi pencarian skala besar langsung dibentuk. Tim gabungan yang terdiri dari personel Pospol Labanan, Babinsa, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), pemerintah kampung, serta puluhan warga menyisir area sekitar KM 19 Sta Meraang.

Petugas Evakuasi Disdamkarmat Berau, Dwi Susilo, menjelaskan bahwa pencarian selama dua hari berturut-turut pada Senin dan Selasa sempat tidak membuahkan hasil karena lebatnya medan hutan. Namun, titik terang akhirnya muncul pada Rabu siang di hari keempat pencarian.

“Kedua korban akhirnya berhasil kami temukan di seberang Sungai Inaran. Jaraknya cukup jauh, sekitar 13 kilometer ditarik garis dari pondok awal tempat mereka menginap. Kondisinya lemas karena berhari-hari di hutan, tapi alhamdulillah mereka berdua hidup dan selamat,” ujar Dwi Susilo saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026) sore.

Dwi menambahkan, berdasarkan pengakuan awal saat dievakuasi, kedua petani tersebut murni kehilangan arah jalan pulang.

“Pengakuan dari korban, mereka memang tersesat di dalam hutan saat hendak balik ke pondok,” imbuhnya.

Begitu berhasil dievakuasi keluar dari kawasan hutan, tim gabungan bersama masyarakat dan pihak keluarga langsung melarikan Paharudin dan Sawaludin ke Puskesmas Labanan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Tindakan selanjutnya, tim gabungan bersama masyarakat langsung membawa korban ke Puskesmas Labanan untuk diperiksa kesehatannya secara menyeluruh,” pungkas Dwi.(*tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Depan Pertanian Ada di Kampung: Mina Tani Jadi Alternatif Ketahanan Pangan

    Masa Depan Pertanian Ada di Kampung: Mina Tani Jadi Alternatif Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Di banyak tempat, air bisa menjadi sahabat yang menumbuhkan hasil panen, tetapi juga bisa berubah menjadi masalah ketika genangan datang tanpa kendali. Di Berau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah bekerja agar air tetap berada di sisi yang benar—mengalir ke sawah saat dibutuhkan, dan jauh dari permukiman ketika hujan turun. […]

  • Kebun Sawit Digusur, Warga Gurimbang Mengaku Kehilangan Penghasilan dan Anak Putus Sekolah

    Kebun Sawit Digusur, Warga Gurimbang Mengaku Kehilangan Penghasilan dan Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    BERAU – Seorang warga Gurimbang bernama Heri mengaku kehilangan sumber penghasilan dan mengalami kesulitan ekonomi setelah lahan kebun sawit miliknya di kawasan Gurimbang KM 26, jalan poros Suaran melalui Gunung Kasiran, diduga digusur oleh pihak PT Tanjung Redeb Hutani tanpa pemberitahuan maupun ganti rugi. Heri mengatakan bahwa ia telah menyampaikan persoalan tersebut kepada PT TRH […]

  • Jaksa Nilai Korban Alami Trauma Mendalam, Eks Duta Budaya Berau Dituntut 9 Tahun Penjara

    Jaksa Nilai Korban Alami Trauma Mendalam, Eks Duta Budaya Berau Dituntut 9 Tahun Penjara

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    BERAU – Sidang kasus pencabulan yang menjerat terdakwa AS (25), mantan duta budaya di Kabupaten Berau, memasuki agenda pembacaan tuntutan pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deka Fajar Pranowo menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap anak dan korban lainnya. “Terdakwa terbukti melakukan perbuatan cabul dengan seseorang yang diketahui […]

  • Tengah Malam, HE Dicokok Polisi di Sambakungan dengan 4,65 Gram Sabu

    Tengah Malam, HE Dicokok Polisi di Sambakungan dengan 4,65 Gram Sabu

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB –Upaya memutus peredaran narkoba di Kabupaten Berau terus digencarkan. Seorang pria berinisial HE, 27 tahun, dibekuk polisi saat bekerja shift malam di Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, Senin dini hari, 21 Juli 2025 sekitar pukul 02.00 Wita. Penangkapan ini bermula dari laporan warga yang resah dengan aktivitas mencurigakan di kampung tersebut. Kepala Satuan […]

  • Frans Lewi Tegaskan Sinergi Harus Dirapatkan: Dua Program Utama Kampung Wajib Tetap Jalan Meski Dana Turun

    Frans Lewi Tegaskan Sinergi Harus Dirapatkan: Dua Program Utama Kampung Wajib Tetap Jalan Meski Dana Turun

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB— Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai hubungan kerja antara DPRD dan Pemkab Berau perlu dirapatkan kembali setelah pemerintah pusat memangkas sejumlah alokasi anggaran. Ia menyebut situasi ini sebagai tantangan bersama yang menuntut respons cepat agar agenda pembangunan daerah tidak tersendat. Frans menjelaskan bahwa koordinasi rutin antara lembaga legislatif dan eksekutif kini […]

  • Di Tengah Maraknya THM dan Miras Ilegal, Satpol PP Berau Minta Tudingan Bekingan Dibuka Terang-Terangan

    Di Tengah Maraknya THM dan Miras Ilegal, Satpol PP Berau Minta Tudingan Bekingan Dibuka Terang-Terangan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BERAU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Berau merespons isu dugaan adanya oknum aparat yang membekingi operasional tempat hiburan malam (THM) dan peredaran minuman keras ilegal di daerah tersebut. Satpol PP menegaskan setiap dugaan yang berkembang di masyarakat harus disertai data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Ketertiban Umum dan […]

expand_less