Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Warisan Budaya Berau: Ketika Tradisi Adat Mulai Tergerus Waktu

Warisan Budaya Berau: Ketika Tradisi Adat Mulai Tergerus Waktu

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 724
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Dikenal dengan pesona wisata baharinya yang menakjubkan, Kabupaten Berau ternyata menyimpan kekayaan lain yang tak kalah berharga: tradisi dan budaya leluhur yang hidup di tengah masyarakat kampung. Dari ritual Melas Kampung di Sambaliung hingga upacara Bag Jamu di Pulau Derawan, setiap prosesi adat ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga simbol rasa syukur, doa, dan harmoni manusia dengan alam.

Melas Kampung: Syukur Setelah Panen Walet

Di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, masyarakat masih melestarikan upacara adat Melas Kampung. Tak seperti ritual adat lain yang umumnya terkait hasil bumi, Melas Kampung justru dilakukan setelah panen sarang burung walet—komoditas bernilai tinggi yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Tujuannya sederhana namun bermakna: ungkapan rasa syukur dan permohonan perlindungan dari marabahaya.

“Biasanya setahun sekali,” ujar Sopiyadi, Ketua Adat Suku Dayak Basap, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ritual ini dipimpin oleh tetua adat dengan pembacaan doa-doa sakral yang dipercaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Buang Naas: Tolak Bala di Akhir Safar

Tradisi lain yang masih lestari adalah Upacara Adat Buang Naas atau Tolak Bala, yang digelar setahun sekali, tepatnya pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah.

Ritual ini dimulai dengan penyiraman sembilan anak perempuan menggunakan air linjuang—air yang telah dibacakan doa oleh ketua adat. Upacara ini menjadi simbol penyucian diri dan doa agar masyarakat dijauhkan dari mara bahaya serta bencana.

Bag Jamu Derawan: Persembahan Laut yang Mulai Hilang

Sementara itu, di Kampung Pulau Derawan, tradisi adat bernama Bag Jamu atau Bag Pakan Lahat dulunya menjadi daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ritual ini dilaksanakan oleh tiga subsuku Bajau yang mendiami Pulau Derawan, sebagai bentuk penghormatan kepada laut yang menjadi sumber kehidupan.

“Artinya memberi makan bumi atau menjamu laut dengan mempersembahkan berbagai makanan yang dimasukkan ke dalam miniatur perahu layar, lalu dilarung ke laut,” jelas Amir Umrah (81), sejarawan asal Pulau Derawan.

Sayangnya, upacara adat ini sudah tidak pernah dilakukan sejak tahun 2009 karena terkendala biaya yang tidak sedikit.

“Biaya yang dibutuhkan untuk satu kali pelaksanaan mencapai Rp 54 juta. Dulu ada bantuan dari pemerintah daerah, tapi sekarang sudah tidak lagi,” ungkap Umrah.

Foto-foto lama yang ditunjukkan kepada tim liputan menggambarkan betapa meriahnya perhelatan budaya tersebut—penuh warna, tarian, dan doa, serta disaksikan wisatawan dari berbagai daerah. Kini, tradisi itu tinggal kenangan yang tersimpan dalam album foto dan ingatan para tetua adat.

Harapan agar Warisan Budaya Tak Hanya Jadi Cerita

Berau memang tak hanya kaya akan wisata alam, tetapi juga kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah. Namun, seiring waktu, tradisi yang diwariskan turun-temurun itu kian terancam punah jika tidak segera dilestarikan.

“Semoga pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap upacara dan adat istiadat di Kampung Pulau Derawan ini, agar tidak dilupakan oleh generasi muda saat ini,” harap Umrah dengan nada lirih.

Warisan leluhur yang sarat makna dan nilai spiritual ini menjadi pengingat bahwa pembangunan pariwisata tak hanya soal keindahan alam, tapi juga tentang menjaga jiwa dan budaya masyarakat lokal. Tanpa pelestarian, bisa jadi, semua itu hanya akan menjadi catatan sejarah yang dibaca—bukan lagi dialami. (/Adv/ZEN)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klaim Konsesi PT TRH Diprotes, Petani Minta Lahan Garapan dan Tanaman Dikembalikan

    Klaim Konsesi PT TRH Diprotes, Petani Minta Lahan Garapan dan Tanaman Dikembalikan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    BERAU – Ratusan petani dari Kelompok Tani Gurimbang dan Suaran turun ke jalan di Kabupaten Berau, Selasa, 12 Mei 2026. Mereka menggelar aksi damai menentang penggusuran lahan dan tanaman yang selama ini mereka garap, namun diklaim sebagai bagian dari konsesi PT Tanjung Redeb Hutani (TRH). Sebelum berorasi di lapangan dan bergerak ke kantor DPRD Berau, […]

  • BPBD Berau Tangani Ratusan Kejadian Darurat Sepanjang 2025, Evakuasi Hewan Liar Dominan

    BPBD Berau Tangani Ratusan Kejadian Darurat Sepanjang 2025, Evakuasi Hewan Liar Dominan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mencatat ratusan pelayanan kedaruratan dan kebencanaan sepanjang tahun anggaran 2025. Data menunjukkan, penanganan tidak hanya didominasi kebakaran permukiman, tetapi juga evakuasi hewan liar yang kerap masuk ke wilayah pemukiman warga. Berdasarkan rekapitulasi pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan BPBD Berau, tercatat sebanyak 49 kejadian kebakaran permukiman […]

  • YouTube Dinilai Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak: Komdigi Beri Teguran Keras

    YouTube Dinilai Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak: Komdigi Beri Teguran Keras

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Jakarta – Surat teguran resmi dilayangkan kepada Google setelah platform YouTube dinilai belum mematuhi aturan perlindungan anak dalam PP Tunas. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah ini sebagai sinyal tegas bahwa pemerintah mulai bersikap keras terhadap platform digital yang abai regulasi. Teguran tersebut disampaikan langsung oleh Menkomdigi Meutya Hafid dalam konferensi pers […]

  • Kampung-Kampung di Biatan Pamer Prestasi dan Produk Unggulan

    Kampung-Kampung di Biatan Pamer Prestasi dan Produk Unggulan

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, membuka Expo Biatan di Kecamatan Biatan, Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Agustus ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Expo Biatan tahun ini diramaikan oleh partisipasi seluruh kampung, sekolah, dan perusahaan. Mereka menampilkan berbagai potensi lokal, produk unggulan, hingga capaian pembangunan […]

  • Bupati Sri Juniarsih: Program Bintalsik Dorong Peningkatan Kapasitas SDM Berau

    Bupati Sri Juniarsih: Program Bintalsik Dorong Peningkatan Kapasitas SDM Berau

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kegiatan Bintalsik untuk Pelatihan Operator dan Mekanik Magang PT PAMA berakhir pada Sabtu (14/9/2024), dengan acara penutupan yang berlangsung di Markas Kodim 0902/BRU. Pelatihan ini memfokuskan pada pengembangan keterampilan teknis dan sikap profesional, termasuk kedisiplinan waktu. Bayu Setyawan, Perwakilan Manajemen Project Manager PAMA BRCG, menegaskan komitmen perusahaan dalam merekrut tenaga kerja lokal, […]

  • Dorong Masterplan Banjir, Solusi Jangka Panjang untuk Tanjung Redeb

    Dorong Masterplan Banjir, Solusi Jangka Panjang untuk Tanjung Redeb

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kabupaten Berau terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Dampaknya, sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan Al-Bina, Kedaung, dan Jalan Gatot Subroto, tergenang air. Kondisi ini tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menyebabkan beberapa kendaraan mogok di tengah jalan. Menanggapi situasi tersebut, anggota DPRD Berau, M. Ichsan […]

expand_less