Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Warisan Budaya Berau: Ketika Tradisi Adat Mulai Tergerus Waktu

Warisan Budaya Berau: Ketika Tradisi Adat Mulai Tergerus Waktu

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 531
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Dikenal dengan pesona wisata baharinya yang menakjubkan, Kabupaten Berau ternyata menyimpan kekayaan lain yang tak kalah berharga: tradisi dan budaya leluhur yang hidup di tengah masyarakat kampung. Dari ritual Melas Kampung di Sambaliung hingga upacara Bag Jamu di Pulau Derawan, setiap prosesi adat ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga simbol rasa syukur, doa, dan harmoni manusia dengan alam.

Melas Kampung: Syukur Setelah Panen Walet

Di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, masyarakat masih melestarikan upacara adat Melas Kampung. Tak seperti ritual adat lain yang umumnya terkait hasil bumi, Melas Kampung justru dilakukan setelah panen sarang burung walet—komoditas bernilai tinggi yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Tujuannya sederhana namun bermakna: ungkapan rasa syukur dan permohonan perlindungan dari marabahaya.

“Biasanya setahun sekali,” ujar Sopiyadi, Ketua Adat Suku Dayak Basap, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ritual ini dipimpin oleh tetua adat dengan pembacaan doa-doa sakral yang dipercaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Buang Naas: Tolak Bala di Akhir Safar

Tradisi lain yang masih lestari adalah Upacara Adat Buang Naas atau Tolak Bala, yang digelar setahun sekali, tepatnya pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah.

Ritual ini dimulai dengan penyiraman sembilan anak perempuan menggunakan air linjuang—air yang telah dibacakan doa oleh ketua adat. Upacara ini menjadi simbol penyucian diri dan doa agar masyarakat dijauhkan dari mara bahaya serta bencana.

Bag Jamu Derawan: Persembahan Laut yang Mulai Hilang

Sementara itu, di Kampung Pulau Derawan, tradisi adat bernama Bag Jamu atau Bag Pakan Lahat dulunya menjadi daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ritual ini dilaksanakan oleh tiga subsuku Bajau yang mendiami Pulau Derawan, sebagai bentuk penghormatan kepada laut yang menjadi sumber kehidupan.

“Artinya memberi makan bumi atau menjamu laut dengan mempersembahkan berbagai makanan yang dimasukkan ke dalam miniatur perahu layar, lalu dilarung ke laut,” jelas Amir Umrah (81), sejarawan asal Pulau Derawan.

Sayangnya, upacara adat ini sudah tidak pernah dilakukan sejak tahun 2009 karena terkendala biaya yang tidak sedikit.

“Biaya yang dibutuhkan untuk satu kali pelaksanaan mencapai Rp 54 juta. Dulu ada bantuan dari pemerintah daerah, tapi sekarang sudah tidak lagi,” ungkap Umrah.

Foto-foto lama yang ditunjukkan kepada tim liputan menggambarkan betapa meriahnya perhelatan budaya tersebut—penuh warna, tarian, dan doa, serta disaksikan wisatawan dari berbagai daerah. Kini, tradisi itu tinggal kenangan yang tersimpan dalam album foto dan ingatan para tetua adat.

Harapan agar Warisan Budaya Tak Hanya Jadi Cerita

Berau memang tak hanya kaya akan wisata alam, tetapi juga kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah. Namun, seiring waktu, tradisi yang diwariskan turun-temurun itu kian terancam punah jika tidak segera dilestarikan.

“Semoga pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap upacara dan adat istiadat di Kampung Pulau Derawan ini, agar tidak dilupakan oleh generasi muda saat ini,” harap Umrah dengan nada lirih.

Warisan leluhur yang sarat makna dan nilai spiritual ini menjadi pengingat bahwa pembangunan pariwisata tak hanya soal keindahan alam, tapi juga tentang menjaga jiwa dan budaya masyarakat lokal. Tanpa pelestarian, bisa jadi, semua itu hanya akan menjadi catatan sejarah yang dibaca—bukan lagi dialami. (/Adv/ZEN)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Berau Lelang 5 Jabatan Strategis, Target Terisi Juli

    Pemkab Berau Lelang 5 Jabatan Strategis, Target Terisi Juli

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau segera membuka seleksi terbuka untuk mengisi lima jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama yang masih kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan proses seleksi ditargetkan mulai dibuka dalam waktu dekat dengan tahapan yang harus dilalui peserta secara bertahap. “Jika tidak ada halangan, seleksi segera dibuka […]

  • Kapal Terbalik di Perairan Talisayan, Enam ABK Masih Hilang

    Kapal Terbalik di Perairan Talisayan, Enam ABK Masih Hilang

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.668
    • 0Komentar

    ‎TALISAYAN – Sebuah kapal bernama Maritim 148 milik H. Supian dilaporkan terbalik di perairan Talisayan, Kabupaten Berau, Minggu (26/10/2025) siang. Kapal yang mengangkut 14 Anak Buah Kapal (ABK) itu karam akibat cuaca ekstrem. Hingga sore ini, delapan ABK berhasil ditemukan, sementara enam lainnya masih dalam pencarian. ‎ ‎“Kami masih melakukan pencarian. Kapal sudah berada di […]

  • Pematangan Lahan Bakal Sekolah Rakyat Harus Dipercepat

    Pematangan Lahan Bakal Sekolah Rakyat Harus Dipercepat

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb –  Keberadaan sekolah rakyat di Kaltim menjadi hal yang laing ditunggu. Di Kabupaten Berau sendiri, persiapan pembangunan sekolah rakyat ini masih dalam tahap pematangan lahan. Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. Ditemui beberapa waktu lalu, Elita menyebut jika pendirian sekolah rakyat menjadi salah satu upaya dalam […]

  • Pria Tewas Usai Diduga Curi Mangga di Bontang, Polisi Telusuri Jejak Pengeroyokan

    Pria Tewas Usai Diduga Curi Mangga di Bontang, Polisi Telusuri Jejak Pengeroyokan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    BONTANG — Kematian seorang pria berinisial Ri di kawasan permukiman padat Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, kini resmi masuk meja penyidik. Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu mendadak menyedot perhatian publik setelah potongan video keributan warga beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, tampak kegaduhan […]

  • Nobar Bareng MP-AW Sukses Tarik Massa, Dukungan untuk Timnas dan Hadiah Berlimpah

    Nobar Bareng MP-AW Sukses Tarik Massa, Dukungan untuk Timnas dan Hadiah Berlimpah

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 681
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ratusan massa pendukung Madri Pani-Agus Wahyudi (MP-AW) berkumpul di Sekretariat Pemenangan MPAW, di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Selasa malam (10/9/2024), untuk memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia melawan Australia, dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam kegiatan tersebut hadir Agus Wahyudi di tengah-tengah masyarakat untuk nonton bareng (nobar) sepak bola yang dimulai sejak pukul […]

  • Berau Alami Inflasi 1,86 Persen, BPS Sebut Pola Konsumsi Warga Masih Stabil

    Berau Alami Inflasi 1,86 Persen, BPS Sebut Pola Konsumsi Warga Masih Stabil

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,77 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,58 pada September 2025. ”Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran,”ungkap Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana dalam keterangan resminya, Kamis (2/10/2025). Kelompok pengeluaran yang […]

expand_less