Cabai Melonjak Tajam di Berau, Musim Hujan dan Distribusi Tekan Harga
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU – Harga bahan pokok mulai merangkak naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD), lonjakan paling terasa terjadi pada cabai tiung. Dalam beberapa hari terakhir, komoditas ini menembus Rp100 ribu per kilogram dua kali lipat lebih tinggi dibanding harga normal yang berkisar Rp40–50 ribu.
Kenaikan itu bukan tanpa sebab. Pasokan cabai disebut menipis, terutama akibat musim hujan yang membuat banyak tanaman rusak di kebun. Pedagang pun terpaksa mendatangkan stok dari luar daerah, salah satunya dari Talisayan. Biaya distribusi yang bertambah ikut mengerek harga di lapak.
“Kalau musim hujan memang stok susah. Banyak cabai rusak di kebun, jadi kami ambil dari Talisayan dan menyesuaikan harga jual,” kata Sadariah, salah satu pedagang di pasar tersebut, Rabu pagi.
Meski cabai tiung melonjak tajam, harga cabai merah keriting dan cabai besar masih relatif stabil. Pedagang menyebut stok dua jenis cabai itu belum terganggu signifikan.
Lonjakan juga terjadi pada jahe. Harga rimpang itu kini berkisar Rp60 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp30 ribu. Sementara bawang merah justru bergerak ke arah sebaliknya. Setelah sempat bertahan di kisaran Rp60–70 ribu, kini turun menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram.
“Yang naik hanya cabai tiung dan jahe, bahan lain masih normal,” ujar Sadariah.
Pergerakan harga ini menjadi sinyal awal dinamika pasar menjelang bulan puasa periode ketika permintaan bahan pangan cenderung meningkat. Jika pasokan tak segera pulih, bukan tak mungkin tekanan harga akan meluas ke komoditas lain.(Zenn)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar