Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Berau Tetapkan Arah Menuju Kota Kreatif: “Arah Lebih Penting daripada Kecepatan”

Berau Tetapkan Arah Menuju Kota Kreatif: “Arah Lebih Penting daripada Kecepatan”

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 2.067
  • print Cetak

Berau, Kalimantan Timur — Upaya menjadikan Kabupaten Berau sebagai Kota Kreatif terus digelorakan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Berau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ekonomi Kreatif bertema “Berau Menuju Kota Kreatif” di Ballroom Hotel Grand Parama, Selasa (28/10) pagi.

Kegiatan yang bertujuan memperkuat peran sektor ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah ini menghadirkan dua narasumber dari Yayasan Semesta Kota Bandung: Galih Sedayu, Pendiri sekaligus Pimpinan Yayasan, dan Putri Khaira Ansuri, Pejabat Pemasaran dan Public Relations.

Rakor dihadiri oleh Kepala Disparbud Berau Ilyas Natsir, sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku ekonomi kreatif, perwakilan perusahaan, hingga penggiat subsektor kreatif di Bumi Batiwakkal.

Membangun Arah dan Kolaborasi

Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Usaha Jasa Sarana Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nurjatiah, menjelaskan bahwa rakor ini menjadi langkah penting untuk menyatukan persepsi lintas sektor.

“Tujuannya agar ada kolaborasi nyata antar-OPD dan pelaku kreatif, sehingga tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang produktif di Berau. Hasil diskusi ini akan kami rumuskan dalam rencana aksi menuju 2026,” ujarnya.

Ekonomi Kreatif Harus Bernilai Nyata

Dalam sambutannya, Kepala Disparbud Berau Ilyas Natsir menegaskan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar ide atau inovasi, tetapi harus berdampak secara ekonomi.

“Kreativitas tanpa hasil ekonomi belum bisa disebut ekonomi kreatif,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara daya tarik wisata dan destinasi wisata.

“Keraton Sambaliung dan museum adalah daya tarik wisata. Tapi kalau Tanjung Redeb, itu sudah kawasan destinasi, dengan daya tarik seperti kulinernya,” jelas Ilyas.

Menurutnya, setiap daya tarik wisata perlu dihidupkan dengan aktivitas ekonomi kreatif agar mampu menggerakkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.

Galih Sedayu: “Tentukan Arah, Baru Berlari Cepat”

Sementara itu, Galih Sedayu menekankan pentingnya penentuan arah dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ia mencontohkan Korea Selatan yang sukses karena memiliki fokus jelas pada industri film dengan dukungan lintas sektor.

“Arah lebih penting daripada kecepatan. Jangan hanya ingin cepat, tapi belum tahu mau ke mana. Berau perlu punya kompas kebijakan yang jelas—baik jangka pendek, menengah, maupun panjang,” pesannya.

Ia juga menambahkan bahwa kota kreatif ideal harus terbuka, aman, tangguh, dan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Aspek keberlanjutan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan juga perlu dijaga.

“Dalam membangun kota kreatif, tata kelola lebih penting daripada tata rupa. Semua pihak punya tanggung jawab untuk menjaganya,” tutur Galih.

Penuh Wawasan dan Rencana Aksi

Rakor yang berlangsung khidmat ini diisi dengan dua sesi pemaparan materi, diskusi terbuka, dan penyusunan rencana aksi dari peserta. Berbagai ide dan rekomendasi lahir untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi kreatif Berau menuju kota yang inovatif dan berdaya saing.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Berau menegaskan langkahnya: bukan hanya menjadi kota yang bergerak cepat, tetapi kota yang bergerak ke arah yang benar—menuju Kota Kreatif Berau 2026. /ADV

(ZEN)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • 26 Geosite Sangkulirang–Mangkalihat Jadi Aset Wisata Dunia; Merabu Jadi Pusat Perhatian

    26 Geosite Sangkulirang–Mangkalihat Jadi Aset Wisata Dunia; Merabu Jadi Pusat Perhatian

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kalimantan Timur kini berada selangkah lebih dekat menuju kehadiran taman bumi (geopark) pertama di wilayahnya. Hal ini menindaklanjuti Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2024 yang menetapkan 26 area karst sebagai situs warisan geologi (geosite) di kawasan Sangkulirang–Mangkalihat. Kawasan karst raksasa ini memiliki luas sekitar 1.867.676 hektare, menjadikannya ekosistem […]

  • Meniru Pola Penanganan COVID-19, Berau Bangun Gerakan Desa Lawan TBC

    Meniru Pola Penanganan COVID-19, Berau Bangun Gerakan Desa Lawan TBC

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 945
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menyiapkan strategi baru dalam upaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC). Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan pihaknya akan mengadopsi pola pemberdayaan masyarakat yang terbukti efektif saat penanganan pandemi COVID-19. Langkah ini disampaikan Lamlay usai menghadiri rapat bersama Menteri Dalam Negeri yang membahas percepatan penanggulangan TBC secara nasional. […]

  • Tak Hanya Komoditas, Udang Galah Segah Kini Dibidik Jadi Daya Tarik Wisata

    Tak Hanya Komoditas, Udang Galah Segah Kini Dibidik Jadi Daya Tarik Wisata

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Potensi udang galah di aliran Sungai Segah terus didorong menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat sekaligus daya tarik wisata di Kabupaten Berau. Upaya tersebut terlihat melalui kegiatan Fun Fishing Udang Galah yang digelar di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang diikuti 21 peserta itu tidak hanya menjadi ajang […]

  • CFD Bukan Hanya Olahraga, Tapi Juga Ruang Interaksi Sosial dan Ekonomi Kreatif

    CFD Bukan Hanya Olahraga, Tapi Juga Ruang Interaksi Sosial dan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 929
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan car free day (CFD) di Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, terus meningkat. Namun, membludaknya peserta dan padatnya pelaku UMKM yang berjualan di area tersebut dinilai mulai mengganggu esensi utama CFD sebagai ruang publik untuk aktivitas olahraga dan rekreasi. Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Berau, Ratna Kalelembang, mengusulkan agar […]

  • Momen Penentuan 1 Syawal di Berau, Akankah Hilal Terlihat Sore Ini?

    Momen Penentuan 1 Syawal di Berau, Akankah Hilal Terlihat Sore Ini?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemantauan hilal untuk menentukan akhir Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Berau akan dilaksanakan di menara Masjid Agung Baitul Hikmah pada Kamis, 19 Maret 2026, mulai pukul 17.00 WITA. Anggota Tim Rukyat Hilal Kementerian Agama Berau, H. Yusuf Arie, mengatakan pelaksanaan rukyatul hilal dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Di Berau, pemantauan dipusatkan di […]

  • ‎Nelayan KM Mina Maritim 148 Ditemukan Tak Bernyawa di Hari Keempat Operasi SAR

    ‎Nelayan KM Mina Maritim 148 Ditemukan Tak Bernyawa di Hari Keempat Operasi SAR

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.700
    • 0Komentar

    TALISAYAN – Pencarian terhadap enam nelayan KM Mina Maritim 148 yang hilang di perairan TALISAYAN mulai menunjukkan titik terang, memasuki hari keempat operasi, Rabu (29/10) sekitar pukul 09.00 WITA, tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal. ‎Penemuan itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat. Menurutnya, jenazah ditemukan dalam […]

expand_less