Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » 123 Desa di Kaltara Masih Gelap, Pemerintah Kejar Elektrifikasi Wilayah Terisolasi

123 Desa di Kaltara Masih Gelap, Pemerintah Kejar Elektrifikasi Wilayah Terisolasi

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 574
  • print Cetak

TANJUNG SELOR – Upaya pemerataan listrik di Kalimantan Utara kembali diuji oleh kerasnya kondisi geografis. Hingga awal 2026, sebanyak 123 desa di provinsi termuda Indonesia ini masih belum menikmati aliran listrik, sebagian besar berada di wilayah terpencil dan terisolasi.

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kini memulai langkah konkret dengan melakukan survei lapangan ke 10 desa di Kabupaten Nunukan dan Malinau yang sama sekali belum terjangkau layanan listrik PT PLN.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara, Yosua Hutabarat, mengatakan survei dilakukan langsung oleh tim Kementerian ESDM bersama Dinas ESDM Kaltara untuk memetakan kebutuhan dan menentukan skema penyediaan listrik yang paling memungkinkan.

“Sepuluh desa ini belum pernah mendapatkan pelayanan listrik PLN sama sekali. Tim pusat dan daerah sudah turun langsung ke lapangan,” ujar Yosua di Tanjung Selor, Selasa, 3 Februari 2026.

Desa-desa yang telah disurvei itu meliputi Desa Panas, Lumbis Pansiangan, Plaju, Desa Tepian, dan Pa’ Padi di wilayah Krayan, Tang Paye di Krayan Tengah, Long Leju di Pujungan, serta Long Simau, Long Berang di Mentarang, dan Long Lake di Kabupaten Malinau.

Menurut Yosua, absennya listrik PLN di desa-desa tersebut bukan disebabkan kelalaian administratif, melainkan hambatan geografis ekstrem. Sebagian wilayah terisolasi oleh hutan lebat, sungai besar, dan tidak memiliki akses jalan darat yang layak.

“Jaringan listrik tidak mungkin ditarik dari Tanjung Selor, Tarakan, atau Malinau. Secara teknis dan biaya, itu tidak rasional karena desa-desa ini benar-benar terisolasi,” katanya.

Kondisi tersebut membuat perluasan jaringan PLN menjadi opsi yang nyaris mustahil. Pemerintah pun mulai menggeser pendekatan dengan menyiapkan pembangunan pembangkit listrik skala kecil yang dibangun langsung di desa.

“Solusinya adalah pembangkit setempat. Listriknya bersifat isolated, berdiri sendiri di lokasi desa,” ujar Yosua.

Ia mengakui, persoalan elektrifikasi desa di Kalimantan Utara bukan masalah kecil. Dari total ratusan desa yang ada, lebih dari seratus desa masih hidup tanpa listrik, situasi yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi warga.

Hasil survei 10 desa tersebut kini menjadi dasar pengusulan program lanjutan ke pemerintah pusat. Pemprov Kaltara, kata Yosua, terus menjalin koordinasi dengan Kementerian ESDM, PT PLN, serta DPR RI, terutama Komisi XII yang membidangi energi dan sumber daya mineral.

“Desa-desa yang sudah disurvei ini akan menjadi prioritas. Kita dorong supaya tahun ini sudah bisa mulai terpasang listrik,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Utara juga telah melakukan serangkaian pertemuan dengan Komisi XII DPR RI dan kementerian terkait guna mempercepat realisasi program elektrifikasi desa. Dukungan anggaran dari pusat menjadi kunci, mengingat biaya pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

“Tanpa sinergi pusat dan daerah, desa-desa ini akan terus tertinggal. Listrik adalah kebutuhan dasar,” kata Yosua.

Bagi masyarakat di pedalaman Krayan, Pujungan, hingga Mentarang, listrik bukan sekadar penerangan. Ia menjadi penanda kehadiran negara di wilayah perbatasan yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • 12 Ribu Keluarga di Berau Dapat Beras & Minyak Gratis, BULOG Jangkau Hingga 110 Kampung

    12 Ribu Keluarga di Berau Dapat Beras & Minyak Gratis, BULOG Jangkau Hingga 110 Kampung

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Perum Badan Urusan Logistik (BULOG) menyalurkan bantuan pangan untuk periode Februari–Maret 2026 di Kabupaten Berau. Program ini menyasar 12.212 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 13 kecamatan dan 110 kampung. Setiap keluarga menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Penyaluran dilakukan melalui titik distribusi hingga tingkat kampung, dengan mempertimbangkan kondisi […]

  • ‎Sempat Dibatalkan, Akhirnya Lomba Perahu Kembali Digelar Dengan Meriah

    ‎Sempat Dibatalkan, Akhirnya Lomba Perahu Kembali Digelar Dengan Meriah

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Lomba Perahu Panjang Tradisonal Tahun 2025 di Kabupaten Berau berlangsung dengan metahu, meski sempat diwarnai kabar pembatalan kegiatan di Peringatan Hari Jadi Berau. ‎Gelaran yang di gelar di sungai  Segah ini menjadi bukti komitmen masyarakat Banua dalam melestarikan tradisi turun temurun. ‎Sebanyak 20 tim pendayung dari berbagai kampung di Bumi Batiwakkal […]

  • Berau Hidupkan Semangat Hijrah Lewat Pawai Muharram

    Berau Hidupkan Semangat Hijrah Lewat Pawai Muharram

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah kembali digelar Pemerintah Kabupaten Berau pada Rabu, 23 Juli 2025. Ratusan peserta memadati kawasan depan Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb, sejak pagi hari, membawa semangat religius yang menyatu dengan antusiasme masyarakat. Sebanyak 68 kelompok dari berbagai kalangan mengikuti pawai yang menjadi tradisi tahunan […]

  • DLHK Diminta Aktif Awasi Uji Lab Air Sungai Pasca Tumpahan 7.000 Ton Batu Bara di Muara Mantaritip

    DLHK Diminta Aktif Awasi Uji Lab Air Sungai Pasca Tumpahan 7.000 Ton Batu Bara di Muara Mantaritip

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pejabat Sementara Bupati Berau, Sufian Agus, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau terlibat aktif dalam pengawasan pengambilan sampel hingga uji laboratorium terkait tumpahan 7.000 ton batu bara di Muara Mantaritip. Menurutnya, hasil pemeriksaan ini harus transparan dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, terutama jika ditemukan adanya pencemaran. “DLHK tidak melakukan […]

  • Pansus TJSL Temukan Berbagai Persoalan Pengelolaan CSR di Kalimantan Timur

    Pansus TJSL Temukan Berbagai Persoalan Pengelolaan CSR di Kalimantan Timur

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) DPRD Kalimantan Timur menyampaikan tujuh rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya memperbaiki tata kelola program Corporate Social Responsibility (CSR) atau TJSL perusahaan di daerah tersebut. Rekomendasi itu disampaikan setelah pansus menyelesaikan masa kerja selama hampir lima bulan. Selama periode tersebut, pansus […]

  • Kecelakaan Kerja PT HPU Terjadi 10 Juli, Baru Dilaporkan ke Disnaker

    Kecelakaan Kerja PT HPU Terjadi 10 Juli, Baru Dilaporkan ke Disnaker

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Koordinator Pengawas Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Timur Wilayah Berau, Sab’an menegaskan, pihaknya baru mengetahui bahwa telah terjadi Kecelakaan Kerja di PT HPU. Sab’an menyebut, mendapat informasi pada Rabu 30 Juli kemarin. “Baru kemarin kami dapat informasi dari PT HPU,” ujarnya dikutip dari media zona.my.id. Ditegaskannya, pihak perusahaan membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan […]

expand_less