DPRD Soroti Minimnya PJU di Pinggiran Tanjung Redeb, Warga Minta Tambahan Lampu Jalan
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB- Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah pinggiran Kota Tanjung Redeb masih menjadi persoalan yang dirasakan warga.
Jalan yang gelap pada malam hari dinilai tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan sekitar.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, mengatakan keberadaan lampu jalan merupakan salah satu kebutuhan dasar infrastruktur yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurut dia, fasilitas penerangan jalan memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga rasa aman masyarakat.
Rahman menilai persoalan penerangan jalan tidak bisa dianggap sepele karena dampaknya langsung dirasakan warga. Ia menekankan bahwa penerangan yang memadai dapat membantu mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas pada malam hari.
“Lampu jalan itu bukan sekadar pelengkap fasilitas. Keberadaannya sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengendara dan juga memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar jalan,” katanya.
Ia menjelaskan, masih terdapat beberapa titik di wilayah pinggiran Tanjung Redeb yang belum dilengkapi penerangan jalan. Kondisi tersebut membuat kawasan tertentu menjadi rawan kecelakaan karena jarak pandang pengendara terbatas saat malam hari.
Selain itu, area yang minim pencahayaan juga dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
Salah satu keluhan, lanjut Rahman, datang dari warga RT 01 Kelurahan Gunung Tabur.
Warga setempat meminta pemerintah daerah menambah penerangan jalan di kawasan tersebut karena kondisi jalan yang masih gelap pada malam hari.
Menurutnya, warga juga menyampaikan bahwa lokasi tersebut kerap menjadi tempat berkumpul sejumlah pemuda hingga larut malam sehingga membuat sebagian masyarakat merasa kurang nyaman.
“Warga berharap ada lampu jalan di sana supaya kondisi lingkungan lebih terang dan aktivitas yang berlangsung di sekitar jalan bisa lebih terpantau,” ujarnya.
Rahman menuturkan, permintaan masyarakat sebenarnya tidak besar. Warga hanya mengusulkan penambahan dua titik lampu jalan agar kawasan tersebut tidak lagi gelap saat malam.
Namun hingga kini, usulan itu belum tercantum dalam rencana anggaran tahun 2025. Rahman menyatakan akan terus mendorong agar aspirasi warga tersebut dapat diprioritaskan dalam program pembangunan berikutnya.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan pada malam hari,” pintanya.
- Penulis: redaksi Beraunews


Saat ini belum ada komentar