Kuota Tak Berkurang, Disdik Berau Perketat Seleksi Beasiswa SD di Tengah Efisiensi
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

Kuota Tak Berkurang, Disdik Berau Perketat Seleksi Beasiswa SD di Tengah Efisiensi
BERAU — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau memastikan penyaluran beasiswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tetap berjalan meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah. Tidak ada pengurangan kuota beasiswa pada tahun ini, namun proses seleksi diperketat agar tepat sasaran.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, tanpa mengurangi komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan bagi siswa.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Berau, Sumiaty, mengatakan penyaluran beasiswa harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan melalui petunjuk teknis.
“Penyaluran beasiswa tahun ini harus benar-benar mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis) yang ada. kami harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan tepat sasaran,” ujar Sumiaty saat memberikan keterangan, Kamis (30/4/2026).
Dalam proses penentuan penerima, Disdik mewajibkan setiap sekolah untuk menyampaikan data terbaru kondisi siswa. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan penerima beasiswa sesuai kriteria yang ditetapkan.
Sumiaty menilai, sekolah memiliki peran penting dalam proses verifikasi karena lebih memahami kondisi ekonomi keluarga siswa serta capaian prestasi mereka.
“Tentu sekolah yang paling tahu kondisi murid-muridnya di lapangan, mana yang kategori mampu dan mana yang kurang mampu. Dari validasi data sekolah itulah, kami kemudian menyalurkan beasiswa kepada murid yang benar-benar berhak,” jelasnya.
Sinkronisasi data dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam penyaluran bantuan. Disdik menegaskan bahwa siswa dari keluarga mampu hanya dapat menerima beasiswa melalui jalur prestasi, bukan kategori bantuan bagi keluarga kurang mampu.
“Kami pastikan pembagian beasiswa ini sudah sesuai dengan kategorinya masing-masing. Semua sudah diatur dalam juknis, sehingga peruntukannya jelas antara yang berprestasi dan yang terkendala masalah finansial,” tambah Sumiaty.
Disdik berharap sistem ini dapat menjaga keadilan di tengah keterbatasan anggaran, sehingga siswa dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan haknya.
Menutup keterangannya, Sumiaty mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk memahami kondisi keterbatasan kuota. Ia menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Berau.
Saat ini, Disdik Berau juga terus melakukan pengawasan terhadap proses penyaluran guna memastikan tidak terjadi kendala teknis di lapangan. (tnr)
- Penulis: admin
