Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Cabai Tembus Rp100 Ribu, Berau Masih Bergantung Pasokan Pangan dari Luar Daerah

Cabai Tembus Rp100 Ribu, Berau Masih Bergantung Pasokan Pangan dari Luar Daerah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 340
  • print Cetak

BERAU — Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Berau menjelang Hari Raya Iduladha masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi tersebut dipengaruhi rantai distribusi yang panjang, ketergantungan pasokan dari luar daerah, hingga faktor cuaca yang memengaruhi produksi pangan.

Kepala Bidang Bina Usaha Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi daring bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, harga pangan di wilayah Kalimantan secara umum memang belum stabil.

“Hasil zoom kemarin, harga pangan di Kalimantan Timur rata-rata memang masih di atas HET,” ujarnya.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kebijakan HET disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah dan tidak lagi disamaratakan secara nasional.

“Sudah diusulkan supaya ditinjau ulang HET, bukan lagi regional secara umum. Karena kondisi tiap daerah di Kalimantan itu berbeda-beda, tidak bisa disamakan,” jelasnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia mengatakan usulan tersebut telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat.

Selain harga bahan pokok, pemerintah daerah juga menyoroti distribusi minyak goreng bersubsidi Minyak Kita yang memiliki HET Rp15.700 per liter.

“Yang disubsidi pemerintah itu hanya Minyak Kita. Harganya Rp15.700, tidak boleh dijual di atas itu,” tegasnya.

Menurut Hotlan, Berau mendapat alokasi sekitar 20 ton Minyak Kita yang mulai disalurkan menjelang Iduladha. Sementara untuk minyak goreng merek lain, harga masih mengikuti mekanisme pasar.

“Pengawasan terus kita lakukan bersama Satgas dan instansi terkait untuk memastikan harga tetap terkendali,” katanya.

Ia menilai mahalnya harga bahan pokok di Berau dipengaruhi rantai pasok yang panjang karena sebagian besar komoditas masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Harga itu banyak mengambil dari Pulau Jawa. Rantai pasoknya panjang, jadi ada biaya transportasi, bongkar muat, tenaga kerja, itu semua mempengaruhi harga,” jelasnya.

Hotlan juga menyoroti distribusi minyak goreng yang dinilai belum efisien. Meski terdapat pabrik di Kalimantan, proses pengemasan masih dilakukan di Pulau Jawa sebelum kembali dikirim ke daerah.

“Walaupun ada pabrik di Bontang, tetap dikirim ke Jawa untuk labeling, baru kembali lagi. Jadi tetap mahal,” ungkapnya.

Ketergantungan Berau terhadap pasokan luar daerah juga masih cukup tinggi. Produksi pertanian lokal disebut baru mampu memenuhi sekitar 20 hingga 30 persen kebutuhan masyarakat.

“Produktivitas pertanian kita belum mencukupi, hanya sekitar 20 sampai 30 persen. Selebihnya masih bergantung dari luar,” katanya.

Di sisi lain, faktor cuaca turut memengaruhi produksi komoditas hortikultura seperti cabai. Harga cabai yang sempat berada di kisaran Rp60 ribu pada Januari lalu melonjak menjadi Rp100 ribu pada April.

“Lonjakan harga cabai kemarin salah satunya karena faktor cuaca. Produksi menurun, sementara permintaan tetap tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, distribusi barang juga dipengaruhi dinamika pasar antardaerah. Pedagang cenderung menyalurkan komoditas ke wilayah dengan harga jual lebih tinggi.

“Kalau ada daerah yang harganya lebih tinggi, tentu barang akan dibawa ke sana. Itu juga karena ada peran tengkulak,” tambahnya.

Menurut Hotlan, stabilitas harga harus dijaga agar tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Petani memang senang kalau harga tinggi, tapi masyarakat juga harus bisa membeli. Jadi harus balance,” tegasnya.

Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan pengawasan dan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Laut Masuk IPA Gurimbang, Distribusi Air Sejumlah Wilayah Berau Terganggu

    Air Laut Masuk IPA Gurimbang, Distribusi Air Sejumlah Wilayah Berau Terganggu

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    BERAU — Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau sempat menghentikan sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang setelah air laut masuk hingga ke sumber air baku dan meningkatkan kadar garam, Selasa, 25 Agustus 2026. Manajer Hubungan Masyarakat Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Rudy Hartono, mengatakan penghentian operasi dilakukan untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada […]

  • 10 Bulan Buron, Terpidana Kasus Perambahan Hutan Ditangkap Tim Tabur di Sekatak

    10 Bulan Buron, Terpidana Kasus Perambahan Hutan Ditangkap Tim Tabur di Sekatak

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara menangkap terpidana kasus kehutanan yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO) selama 10 bulan. Penangkapan dilakukan di wilayah Sekatak, Kabupaten Bulungan, pada Senin malam, 4 Mei 2026. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltara, Andi Sugandi, mengatakan terpidana bernama Ahmad Bin Hanapi AT (50) diamankan […]

  • Pejabat berbicara dalam forum diskusi di ruang pertemuan

    Wagub Kaltim Minta Pengawasan Vape Diperketat hingga Sekolah

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Wagub Kaltim Seno Aji meminta pengawasan vape diperkuat hingga lingkungan sekolah untuk mencegah penyalahgunaan zat berbahaya dan narkotika.

  • Pjs Bupati Sufian Agus Ingatkan Paslon Berau Soal Pentingnya Kampanye Damai

    Pjs Bupati Sufian Agus Ingatkan Paslon Berau Soal Pentingnya Kampanye Damai

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Memasuki tahun politik dan masa kampanye, masing-masing paslon Bupati dan Wabup Berau yang akan bertarung di Pilkada 2024, diminta untuk bisa menjaga kondusivitas, termasuk salah satunya dengan menjaga massa pendukungnya. “Sesuai dengan amanat dari Kementerian Dalam Negeri, salah satunya adalah menjaga kondusivitas daerah dan menjaga ketenteraman. Nah, mereka paslon ini masing-masing punya […]

  • Atlet Muda Berau Bersinar di Kejurda Catur Junior Kaltim 2024

    Atlet Muda Berau Bersinar di Kejurda Catur Junior Kaltim 2024

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.168
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Keikutsertaan Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kabupaten Berau dalam Kejuaraan Open Turnamen Catur Junior Piala Gubernur KALTIM 2024 dan Kejurda Catur Junior Kaltim tahun 2024 di Samarinda terus menunjukkan hasil yang membanggakan. Memasuki hari kedua kompetisi, delegasi Berau kembali meraih prestasi gemilang di nomor Catur Cepat. Asqalani, atlet muda asal SMPN 3 Tanjung […]

  • Diduga Tersandung Kasus Liquid Narkotika, Kasat Narkoba Polres Kukar Diperiksa Polda Kaltim

    Diduga Tersandung Kasus Liquid Narkotika, Kasat Narkoba Polres Kukar Diperiksa Polda Kaltim

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna, tengah menjalani pemeriksaan di Polda Kalimantan Timur setelah diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis liquid. Perwira polisi tersebut diamankan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim pada 2 Mei 2026 lalu dan kini ditempatkan di Rumah Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) […]

expand_less