Sri Juniarsih Dorong Pengawasan Delapan SPBU di Berau untuk Cegah Penyimpangan
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

TANJUNG REDEB — Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menggelar pertemuan dengan manajemen PT Pertamina untuk membahas kondisi distribusi bahan bakar minyak di Kabupaten Berau. Pertemuan di ruang kerja bupati pada Selasa, 28 Juli 2026, itu difokuskan pada pencarian solusi atas keluhan masyarakat mengenai ketersediaan BBM.
Sri Juniarsih mengatakan persoalan BBM menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas kuota BBM yang diterima daerah, tetapi juga mengevaluasi sejumlah kendala distribusi di lapangan.
Salah satu persoalan yang dibahas ialah stok BBM yang kerap kosong di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum. Kondisi itu memicu antrean kendaraan yang mengular dan, dalam beberapa kasus, berlangsung hingga beberapa hari.
Sri Juniarsih meminta PT Pertamina mempertimbangkan penambahan kuota BBM untuk Berau. Menurut dia, kebutuhan BBM terus meningkat karena Berau tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga menjadi wilayah transit kendaraan dari berbagai daerah.
“Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian bersama. Ketersediaan BBM harus dipastikan mencukupi agar aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian tidak terganggu,” ujarnya.
Selain mengusulkan penambahan kuota, Sri Juniarsih menginstruksikan instansi terkait memperkuat pengawasan distribusi BBM di seluruh SPBU di Kabupaten Berau. Pengawasan dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Saat ini, terdapat delapan titik SPBU di Kabupaten Berau yang menjadi fokus pengawasan pemerintah daerah. Langkah itu diharapkan dapat meminimalkan potensi penyimpangan distribusi sekaligus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
Melalui koordinasi dengan PT Pertamina, Pemerintah Kabupaten Berau berharap persoalan pasokan dan distribusi BBM segera teratasi. Dengan demikian, antrean panjang di SPBU dapat dicegah dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. (afn/*)
- Penulis: admin
