Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

TANJUNG SELOR – Ismail, seorang nelayan berusia 45 tahun, ditemukan meninggal dunia di perahunya saat mencari ikan di Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, pada Senin pagi, 11 Mei 2026. Diduga, ia tewas akibat tersetrum oleh alat setrum ikan yang digunakannya sendiri.
Kombes Pol Rofikoh, Kapolresta Bulungan, mengonfirmasi insiden tersebut setelah menerima laporan dari nelayan setempat. “Kami mendapatkan informasi pada Senin sekitar pukul 06.32 WITA mengenai penemuan jenazah di atas perahu di Sungai Tuan,” ungkapnya.
Ismail merupakan warga Teluk Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur. Pada saat kejadian, ia sedang mencari ikan bersama anaknya yang berusia 10 tahun. Sang anak pertama kali menyadari ada yang tidak beres sekitar pukul 05.50 WITA, ketika terbangun dan mendapati ayahnya terjatuh di tepi perahu.
Sang anak mengungkapkan bahwa ayahnya kesetrum dan segera meminta bantuan dari nelayan yang berada di sekitar lokasi. Dalam penemuan tersebut, Ismail ditemukan terlentang, dengan kaki tersangkut pada kabel setrum yang terhubung ke aki, sementara kepalanya terendam air. Anak korban berusaha mencabut kabel itu dan membangunkan ayahnya, namun tidak mendapatkan respons.
Dalam keadaan panik, anak tersebut berteriak meminta pertolongan, yang kemudian didengar oleh seorang pemancing bernama Martina Liang (40) beserta rekannya. “Mereka mendekati perahu dan mendengar teriakan minta tolong dari tengah sungai. Anak itu mengatakan bahwa bapaknya kesetrum dan terjatuh,” jelas Rofikoh.
Perahu yang sudah hanyut ke tengah sungai kemudian berhasil ditarik kembali ke tepi oleh warga. Keponakan korban, Saparrudin, tiba di lokasi setelah mendapatkan kabar dari rekannya dan menemukan Ismail sudah tidak bernyawa. “Korban dalam posisi terlentang, kaki tersangkut kabel setrum, dan kepala masuk ke air. Kami kemudian mengangkatnya ke perahu dan membawanya pulang,” ujarnya.
Menurut pihak keluarga, Ismail memiliki riwayat penyakit lambung, dan diduga saat menggunakan alat setrum ikan, ia mengalami serangan mendadak yang membuatnya pingsan dan terjatuh, sehingga tersangkut pada kabel setrum dan tidak dapat bernapas. “Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Barang bukti berupa aki dan kabel setrum juga telah diamankan oleh keluarga,” tambah Rofikoh.
“Kami telah menyusun berita acara penyerahan jenazah serta penolakan autopsi sesuai permintaan keluarga,” tutupnya. (tnr)
- Penulis: admin
