Disdik Berau Genjot Kombel dan Diklat Deep Learning demi Pemerataan Mutu Guru
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

BERAU – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau merombak pola pembinaan guru dengan menggeser peran Kelompok Kerja Guru (KKG) ke format baru bernama Komunitas Belajar (Kombel). Skema ini dijalankan beriringan dengan Balai Guru Pendidikan BGTK dan diproyeksikan menjadi tulang punggung peningkatan kompetensi pendidik di daerah.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Disdik Berau, Mustaring, menyatakan Kombel disiapkan sebagai program utama pemerintah pusat untuk memperkuat pemahaman guru terhadap metode pembelajaran mendalam atau deep learning.
Untuk tahun 2026, konsep pembelajaran mendalam di Kabupaten Berau disebut sudah diintegrasikan penuh melalui wadah Kombel. Struktur di dalam komunitas ini merangkul berbagai unsur organisasi kependidikan yang selama ini berjalan di sekolah.
“Kombel itu di dalamnya mencakup berbagai kelompok kerja yang sudah ada, mulai dari KKG untuk guru SD, MKKS untuk kepala sekolah SMP, hingga K3S untuk kepala sekolah SD. Nah, mereka semua inilah yang nanti dioptimalkan dan diberdayakan,” ujar Mustaring saat memberikan keterangan pada Senin (18/5/2026).
Menurut Mustaring, pembentukan Kombel telah menjangkau seluruh wilayah Bumi Batiwakkal. Seluruh KKG di 13 kecamatan di Kabupaten Berau disebut sudah memiliki struktur Komunitas Belajar masing-masing dan mulai bergerak sebagai wadah pembinaan guru di tingkat lokal.
Sejalan dengan penguatan Kombel, Dinas Pendidikan juga mengeksekusi program-program prioritas yang datang sebagai instruksi langsung dari kementerian. Salah satu yang digarap secara agresif adalah Diklat Pembelajaran Mendalam yang digelar dalam skala luas sepanjang 2026.
Berbagai sesi pelatihan diadakan untuk menjangkau guru dari beragam latar wilayah. Disdik Berau mengklaim, peserta diklat tersebar merata, mulai dari guru di kawasan perkotaan hingga pendidik yang bertugas di daerah pesisir dan pelosok.
“Kegiatan diklat ini pesertanya sudah hampir merata di seluruh wilayah, baik itu untuk guru-guru yang bertugas di wilayah pesisir maupun di wilayah empat kecamatan terdekat kota. Kami berkomitmen agar tidak ada ketimpangan kompetensi,” imbuh Mustaring.
Secara teknis, pelatihan intensif ini dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Disdik Berau memulai dari Diklat Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD), kemudian dilanjutkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Tidak berhenti pada penguatan metode mengajar di kelas, Dinas Pendidikan juga mendorong penguasaan teknologi baru di kalangan guru. Mustaring menyebut salah satu program prioritas yang telah berjalan tahun ini adalah Diklat Bimtek Coding dan Kecerdasan Artifisial bagi para pendidik. (tnr)
- Penulis: admin
