Awal 2026, Enam Kebakaran Landa Berau: BPBD Ingatkan Bahaya Konsleting dan Kelalaian Warga
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb-Kasus Kebakaran dan Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan) di Kabupaten Berau pada awal tahun tercatat telah terjadi enam kasus Kebakaran Per 19 Januari 2026.
Kebakaran tersebut mencakup 5 kasus kebakaran rumah/bangunan dan 1 kasus Karhutla (kebakaran hutan dan lahan).
Menurut Novian Hidayat (Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau) hal ini bisa terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat terkait sumber api, dan kurangnya perhatian terhadap arus pendek listrik.
“Kalau penyebabnya, ya karena kurang pahamnya masyarakat akan segitiga api, dan penyebab konsleting” ujarnya
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap hal hal yang dapat menimbulkan api, termasuk menyepelekan penggunaan alat elektronik, dilarang menggunakan terminal susun untuk kulkas yang sering menyebabkan terjadinya konsleting listrik dan juga lupa mencabut casan handphone setelah selesai digunakan.
Novian menyarankan agar warga membuka lahan secara bertahap, membuat jalur api dan juga memberikan informasi sebelum melakukan pembakaran lahan guna mencegah terjadinya Karhutla (kebakaran hutan dan lahan).
“Untuk pencegahan karhutla, sejauh ini kami hanya mengimbau masyarakat untuk menginformasikan sebelum membuka lahan, dan membuat sekat api agar tidak terjadi kebakaran yang tidak di inginkan” imbuhnya

di akhir ia juga memberikan statement pengingat untuk masyarakat terkait bahaya api.
“Pencuri hanya akan mengambil secukupnya, tapi api akan mengambil hingga tidak ada yang tersisa” tegasnya. (jy)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar